
*Senin pagi
Kriiiingggggg..... kriiiinngggggg....
Alarm jam berbunyi. Jam menunjukkan pukul 5 pagi.
Duh males banget bangun pagi gini. Aku berjalan ke arah kamar mandi dengan mata masih setengah merem menahan kantuk yang luar biasa.
Pagi ini aku mandi dengan air hangat demi merilekskan tubuh dan menahan dinginnya udara pagi. Selesai mandi, aku bersiap ke sekolah, turun ke bawah untuk sarapan omelet sama nasi goreng. Selesai sarapan, aku langsung berangkat ke sekolah.
Sampai di sekolah aku langsung masuk kelas, kulihat Lara sudah duduk di bangkunya, begitu juga dengan Heri sudah duduk dibangku belakangku. Aku pun langsung menuju kursiku dan duduk sambil melihat ke arah jendela.
"Ga" panggil Heri dari arah belakang.
"Apa?" jawabku sambil menengok ke arahnya.
"Anton ga masuk hari ini?" tanya nya.
"Hah? Anton sapa?" tanyaku balik.
"Haisss, temen sekelas kita. Yang duduk disitu" Heri menunjuk bangku di seberangnya tepat.
"Kaga tau gue. Kenal kaga, mukanya kayak gimana juga kaga tau" jawabku sambil ngadep ke depan lagi.
__ADS_1
"Mukanya kayak gue ini nih yang namanya Anton" tiba-tiba seseorang sudah berdiri di depan mejaku.
"Lo kembarannya Anton?" tanyaku polos.
"Allahu akbar ni anak. Gue yang namanya Anton dodol" kata Anton sambil jitak kepalaku.
"Lah, lo Anton? Gue Ega" kataku sambil mengulurkan tangan.
"Gue Anton, dan itu Darto" kata Anton sambil menjabat tanganku dan nunjuk seseorang yang duduk tepat diseberangku.
Darto tersenyum kepadaku sambil mengangkat tangannya memberikan hormat ke arahku. Aku cuma tersenyum.
"Dan itu yang di depan elo namanya Panji" kata Anton sambil berjalan menuju bangkunya kemudian duduk.
Panji hanya tersenyum ke arahku kemudian dia balik badan lagi.
Akhirnya aku punya temen juga selain Lara dikelas ini, batinku. Walaupun aku belum mengenal dan tau sifat mereka, minimal aku sudah mengenal beberapa nama murid yang ada dikelas ini.
Pelajaran pun dimulai, rasa malas masih menghampiriku. Akhirnya aku cuma bengong sambil melihat ke arah luar jendela tanpa memperhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran.
Iseng aku nengok ke belakang. Astagaaa, ni bocah ngebo dikelas, batinku. Aku melihat Heri sudah menunduk meletakkan kepalanya diatas meja. Aku cuma tersenyum melihat kelakuannya. Ternyata masih ada aja anak model dia dikelas ini. Mengingatkanku pada masa SMP dulu, ada juga si tukang tidur macam Heri, batinku. Kemudian aku melirik ke arah Anton yang duduk diseberangnya. Ammmpuun ni anak, keliatannya merhatiin guru di depan, ga taunya sambil ngunyah. Di pangkuannya kulihat ada sekantong keripik kentang. Sekolah rasa piknik aja, pikirku. Selain mereka berdua kuperhatikan murid lainnya masih bersikap normal. Semua memperhatikan penjelasan guru dan mencatat apa yang perlu dicatat. Kecuali aku, yang masih dengan kemalasanku. Buku baru ga punya, pulpen pun ga ada. Tasku cuma berisi buku bekas yang ga pernah kukeluarkan. Fiuuhhh.
Akhirnya bengong jadi satu-satunya pilihan mutlakku menghabiskan waktu sampai istirahat tiba.
__ADS_1
"Ke kantin yuk" tiba-tiba Heri, Anton, Darto, dan Panji mengajakku ke kantin.
"Bangun dari kapan lo?" tanyaku heran. Perasaan tadi masih pules, batinku.
"Barusan denger alarm waktu istirahat, hehe" jawabnya sambil cengengesan.
"Kalian duluan aj, ntar gue nyusul" jawabku sambil melirik ke arah Lara yang sudah melirikku duluan.
"Oke, ke kantin duluan yak, ntar nyusul aja" kata Anton sambil berlalu disusul yang lainnya.
Setelah mereka pergi, Lara datang ke arahku dan duduk di depanku.
"Nih, dimakan gih" katanya sambil menyodorkan sekotak roti bakar favoritku.
"Makasih ya, eh lo kerepotan ga sih tiap hari bawain gue roti bakar gini?" tanyaku sambil mulai mengunyah.
"Engga, kenapa?" tanya nya balik sambil ikutan nyomot roti bakar.
"Gapapa, takutnya nyusahin lo aja. Klo repot, ga usah dibawain juga gapapa" kataku sambil tersenyum.
"Yaelah. Ga repot, ga susah juga kok. Selow aja." Katanya sambil tersenyum. Senyum yang selalu membuatku berdebar, senyum yang menghangatkan dadaku. Senyum yang mulai kurindukan.
"Eh, gue ke perpustakaan dulu ya. Tadi Dinda ngajakin kesana buat pinjem buku. Dinda yang duduk di depan situ, seberangku" katanya sebelum aku sempat bertanya siapa itu Dinda.
__ADS_1
"Oke, gue juga mo ke kantin nyusul anak-anak" kataku. Akhirnya kita keluar kelas bareng dan pisah dijalan. Aku menuju kantin, Lara ke perpustakaan.