Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Pertemuan tak Terduga


__ADS_3

Aku dan Senja pun jalan-jalan ke pantai. Aku sengaja mengajaknya ke pantai untuk menikmati ombak. Tak lupa kubawa kamera untuk mengabadikan momen ini. Setiap gerakan Senja terlihat begitu indah dan senyum manisnya selalu tersungging membuatku tak pernah bisa berpaling darinya.


"Senja" panggilku lirih seraya menggandeng tangannya.


"Ya? " jawabnya sambil memandang kearahku.


"Kamu bahagia? " tanyaku singkat.


"Tentu saja. Kalo kamu? " tanya nya balik sambil tersenyum.


"Aku sangat bahagia. Disampingmu. Disisimu" jawabku sambil mencium tangannya.


Senja langsung tersipu malu, wajahnya memerah hingga terlihat begitu menggemaskan.


"Maukah kau tinggal disisiku selamanya?" tanyaku spontan.


...


Senja diam sesaat. Dia menghentikan langkah kakinya kemudian menghadap ke arahku.


"Tentu saja aku mau Ga. Aku bahagia bersamamu, aku bahagia berada disisimu. Dan aku ga ingin ninggalin kebahagiaanku" jawabnya sambil memelukku.


"Makasih ya sayang. Aku janji akan selalu membahagiakanmu dan ga akan ngecewain kamu. Aku ga akan ninggalin kamu apapun yang terjadi. Aku janji" kataku sambil membalas pelukannya.


Kami saling berpelukan untuk beberapa saat hingga kusadari pelukan Senja semakin longgar dan..


Bruuukkkkk..


Senja pingsan dalam pelukanku.


Aku pun kaget dan langsung membopongnya ke dalam mobil. Kulihat hidungnya mengeluarkan darah.


Ya Tuhan, apa yang terjadi dengannya, aku begitu panik dengan keadaan ini.


"Senja, bangun sayang. Kamu kenapa? " tanyaku berulang kali sambil berusaha membangunkan Senja.


Akhirnya aku membawa Senja ke rumah sakit terdekat. Sesampai di rumah sakit, dokter segera memeriksanya. Medical check up pun dilakukan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tes darah pun dilakukan. Aku meminta semua itu karena panik dan takut kalo sampe Senja kenapa-kenapa.


"Halo Ga, kenapa sayang? " suara mama dari telepon.


"Senja pingsan ma pas jalan-jalan tadi, dia mimisan. Sekarang aku lagi dirumah sakit" kataku dengan nada kawatir.


Aku langsung menelepon mama setelah menyelesaikan semua administrasi pendaftaran.


"Sabar, tenang sayang. Mungkin Senja cuma kecapean. Kamu jangan panik ya. Coba hubungi keluarganya Senja" kata mama menenangkan.


"Iya ma, aku telepon keluarganya Senja dulu ya ma"


"Iya sayang"

__ADS_1


Jawaban mama mengakhiri perbincangan kami di telepon. Aku segera mencari no telepon orang tua Senja di hp Senja.


Mendingan aku hubungi mama Senja aja kali ya. Takutnya nanti kalo hubungi papanya, beliau langsung emosi dan mikir macem-macem ke aku. Batinku.


Akhirnya kuputuskan untuk menelepon mamanya Senja.


"Halo tante" sapaku ketika telepon diangkat.


"Halo, ini siapa ya? " tanya nya.


"Ini Ega tante, temennya Senja. Senja sekarang ada di rumah sakit tante. Tadi pingsan" kataku menerangkan.


"Dirumah sakit? Pingsan? Bagaimana bisa Ga. Sekarang Senja ada dirumah sakit mana? Biar tante kesana sekarang" nada mamanya Senja tampak begitu cemas.


"Aku chat aja ya tan nama rumah sakit dan alamatnya" jawabku.


"Iya Ga"


Telepon pun kuakhiri.


Setelah itu, aku langsung mengirimkan nama rumah sakit beserta alamatnya ke mamanya Senja.


"Mama" panggilku ketika melihat mama di lobi rumah sakit.


"Gimana keadaan Senja Ga? " tanya mama menghampiriku.


"Masih menunggu hasil pemeriksaan ma" jawabku lesu.


"Mama kesini sama papa. Papa masih markirin mobil. Mama cek gps mobil kamu sayang. Mobil sewaan kita disini menggunakan gps, dr pihak rentalnya memang memasang dan memberitahu mama untuk jaga-jaga kalo mobil dibawa kabur atau hilang" jawab mama sambil tersenyum.


"Oh gitu" aku baru tau juga kalo lobil yang kunaiki selama ini ternyata sudah terpasang gps yang dapat dilacak.


"Sudah hubungi keluarganya Senja? " tanya mama kemudian.


"Sudah ma. Tadi aku telepon mamanya dan ngasi tau kalo Senja sekarang ada disini" jawabku.


Tiba-tiba mata mama mengarah ke seseorang yang baru masuk dari pintu utama menuju lobi.


"Asti" panggil mama ke seseorang itu.


"Aster"


seseorang tersebut kaget dan memanggil nama mama.


"Ya ampun apa kabar, lama ga ketemu. Kita ga pernah kontak lagi setelah lulus SMA"


"Kabar baik, ngomong-ngomong siapa yang sakit? " tanya mama ke temennya.


"Anakku sakit, tadi ada yang telepon katanya dirawat disini" katanya menjelaskan.

__ADS_1


"Mohon maaf ibu, ruangan nona Senja ada di lantai 3 kelas VVIP teratai" kata petugas lobi menginfokan.


"Terima kasih mbak" jawabnya.


"Tunggu, Senja itu anak kamu? " tanya mama memastikan ke temennya.


"Iya, kamu kenal? " tanya nya heran.


"Kenal, dia pacar anakku. Ini Ega anakku" jawab mama sambil menunjuk ke arahku.


"Pacar? Jadi Ega tadi yang telepon tante? " tanya tante Asti.


"Iya tante, saya yang telepon. Mari tante saya antar ke ruangannya Senja. Saya udah urus administrasinya tadi" kataku sopan sambil mempersilahkan tante Asti jalan duluan.


Sepanjang jalan menuju ke ruangan Senja dirawat, mama dan tante Asti ngobrol panjang lebar. Mungkin saking lamanya ga ketemu, jadi seperti reuni. Ga nyangka ternyata mamaku dan mamanya Senja berteman baik. Berarti jalan kami untuk bersatu ga ada hambatan dong. Batinku.


Sesampai diruangan Senja, kulihat Senja sudah sadar namun masih terlihat lemas.


"Senja, gimana keadaan kamu sayang? " tanya tante Asti sambil memeluk dan mencium putrinya.


"Baik kok ma, cuma pusing dan lemes aja. Mama kok bisa sampai disini? " tanya Senja.


"Pacar kamu tadi telepon mama, ngasih kabar kalo kamu dirawat disini" jawab tante Asti sambil tersenyum.


"Ga? " Senja mengangkat alis dan tangannya tanda mempertanyakan kebenarannya.


"Iya, tadi aku yang ngasi kabar ke tante Asti. Cuma yang bilang aku pacar kamu itu bukan aku, tapi mama" jawabku sambil melirik mama.


"Gapapa Senja, tante sama mama kamu itu sahabat jaman SMA dulu. Cuma kami putus kontak setelah lulus. Makanya tadi tante kaget pas ketemu mama kamu di lobi bawah" Terang mama sambil tersenyum.


"Jadi mama sama tante berteman? " tanya Senja kepada mamanya.


"Iya sayang, mama juga kaget. Ga nyangka ternyata bisa ketemu sahabat lama" jawab tante Asti seraya tersenyum.


Tak berapa lama kemudian dokter pun masuk ke dalam ruangan sambil membawa hasil test dan lab.


"Keluarga Senja? " tanya dokter kepada kami semua.


"Saya mamanya dok" jawab mama Asti.


"Bisa ikut saya sebentar? " tanya dokter tersebut.


"Bisa dok. Senja, mama ngobrol sama dokter sebentar ya" kata tante Asti


"Iya ma" jawab Senja singkat.


"Asti, aku temenin ya? " tanya mama ke tante Asti.


"Boleh. Yuk"

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua keluar mengikuti dokter.


__ADS_2