
Setelah acara selesai, aku langsung mengantar Senja pulang. Sepanjang jalan kudengar dia bersenandung lagu tembang kenangan yang tadi kami pakai dansa. Aku cuma tersenyum mendengar senandungnya.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Senja tak sengaja melihatku tersenyum karena tingkahnya.
"Gapapa sayang. Kamu keliatan seneng gitu" kataku sambil meliriknya.
"Emang lagi seneng banget sayang. Aku seneng bisa ketemu sama orang tua kamu, seneng mereka ternyata nerima aku, pokoknya aku seneeeeeng banget" kata Senja bersemangat.
"Iiihhhhh gemesin kalo kamu lagi seneng gitu" kataku sambil mencubit pipinya.
"Oh iya, ntar aku langsung pulang gapapa ya, udah malem ga enak kalo mampir. Besok aja aku jemput kamu lagi, kita jalan-jalan" kataku lagi.
"Iya gapapa. Beneran dijemput yaa. Pagi setelah sarapan aku tunggu" jawab Senja.
Akhirnya sampai juga ke rumah Senja. Senja langsung turun dan masuk ke rumah. Aku pun melanjutkan perjalananku pulang ke rumah.
Ya Allah, terima kasih untuk hari ini, aku benar-benar bahagia bisa berkumpul dan bersama dengan orang-orang yang aku sayangi. Kataku dalam hati.
Sampai dirumah, aku ganti baju, mandi sebentar kemudian kurebahkan badanku ke kasur. Ahh, enak banget rasanya, badanku rasanya lelah. Coba aja ada Senja disini yang nemenin, bakal lebih enak lagi nih pastinya, hehehe. Pikiran nakalku muncul.
__ADS_1
Drrttttt...
Drrrtttt...
Drrrtttt...
Hp ku bergetar, panggilan telepon dari papa. Ada apa ya? Tanyaku dalam hati. Ga lama aku pun mengangkat telepon.
"Halo pa, ada apa?" tanyaku langsung.
"Ga, besok ikut papa meeting di kantor cabang ya. Penting soalnya" jawab papa dengan nada serius.
"Penting banget, rancangan iklan promosi produk kita diambil perusahaan lain. Jadi tadi siang, wakil papa ngasi kabar, pas rapat pengajuan sponsor, ada salah satu perusahaan yang menggunakan rancangan ide dari perusahaan kita sama pwrsis ga diubah sedikitpun. Dan sialnya mereka presentasi sebelum wakil kita, sepertinya mereka mengetahui urutan perusahaan mana saja yang presentasi duluan. Jadi mau ga mau akhirnya perusahaan kita mundur dari pengajuan sponsor ke perusahaan periklanan tersebut. Entah siapa yang membocorkan dan memberikan ide perusahaan kita, kamu harus cari tau itu. Perusahaan sebelah sudah mulai curang, kita ga bisa tinggal diam" kata papa panjang lebar.
"Wakil papa ga protes n nuntut gitu? Minta banding sama perusahaan periklanan tersebut" kataku setengah emosi mendengar penjelasan dari papa.
"Sudah Ga, cuma kita belum ada bukti kuat. Ga bisa kalo kita asal nuduh gitu aja tanpa adanya bukti. Cuma perusahaan periklanan tersebut ngasih kita kompensasi waktu paling lama 3 bulan untuk membuktikan tuduhan kita. Kalo ternyata terbukti benar, mereka akan mencabut persetujuan sponsor untuk perusahaan itu dan memberikan sponsor untuk perusahaan kita" kata papa lagi.
"Perusahaan mana yang telah mencuri hasil ide kita pa?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Prakarsa Hutama Corp" kata papa.
"Oke, besok Ega ikut papa ke kantor cabang untuk meeting. Papa ga pulang malam ini?" tanyaku heran kenapa papa telepon dan ga ngomong langsung ke aku.
"Papa dihotel sama mama. Nginep dihotel, mama kamu itu ngajakin nginep hotel tadi ga mau pulang dia. Besok papa langsung ke kantor. Kita ketemuan dikantor aja ya. Jam 9 pagi jangan lupa" kata papa.
"Iya pa, sampai ketemu besok" kataku kemudian menutup telepon.
Padahal besok janji mo jemput Senja buat jalan-jalan. Ga taunya ada masalah mendadak kayak gini dikantor. Hhhh, aku kasih kabar Senja deh.
"Sayang, maaf ya, besok sepertinya aku ga bisa jalan-jalan dulu sama kamu, papa barusan telpon aku dan minta ke kantornya besok. Ada masalah serius dikantor" isi chat ku ke Senja.
"Iya gapapa sayang. Bantuin urusan papa kamu dulu aja. Biar ntar kita jalan-jalannya juga tenang kalo masalah udah selesai" balas Senja.
"Makasih yaa sayang udah ngertiin aku" balasku.
"Sama-sama sayang" balas Senja mengakhiri chat kami.
Ga lama setelah itu, aku pun tertidur.
__ADS_1