Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Tentang Lara (9)


__ADS_3

*Dikelas


"Ga, minggu depan ujian kenaikan nih. Belajar bareng yuk. Ga sanggup gue ngadepin ujian sendirian" kata Heri melebay.


"Njirr, lo gak ujian sendiri kalee. Semua disekolah ini ujian juga sama kayak lo" jawabku sambil nepok muka Heri pake buku.


"Ga, gue nyontek lo ya" kata Darto sambil senyum-senyum najis ke gue.


"Diih, belajar kek, gue sama begonya kayak elo dodol" kataku sambil melengos ngeliat mukanya yang bikin geli.


"Yaudah kita belajar bareng gimana? Ton, Nji, gimana?" tanya Darto ke Anton sama Panji.


"Gue oke aja" jawab Anton.


"Gue ayuk aja" jawab Panji.


"Oke, malam minggu ini kita belajar bareng ya. Dirumah lo ya Ga" kata Darto.


"Shiiiaappp" jawabku.


"Siapin cemilan yang banyak" kata Anton menimpali.


Akhirnya kami pun sepakat akhir pekan ini belajara bareng untuk ujian kenaikan kelas minggu depan. Dan aku kepikiran Lara untuk ngajak belajar bareng juga. Dia yang paling pintar setauku.


Bel tanda pelajaran usai pun berbunyi. Kami semua langsung keluar kelas, dan aku menunggu Lara di dekat pintu.


"Hoi" panggilku saat Lara melintas di depanku.


"Ngapa" tanya nya sambil menghentikan langkah.


"Akhir pekan ini belajar bareng dirumah yuk. Anak-anak pada ngajakin belajar. Gue kan ****, sama aja boong dong kalo mereka cuma belajar ma gue" kataku sambil mengajaknya jalan ke arah parkiran.


"Gue pikir dulu ya" jawabnya sambil mengikutiku.


"Iyain aja napa. Kan lo ga sibuk, ntar gue jemput sekalian pamitin ke bokap lo. Aman tenang aja" kataku sambil merayu.


"Hadehhh. Iya deh" kata Lara kemudian berjalan ke arah gerbang sekolah.


"Loh, ga bareng gue?" tanyaku.

__ADS_1


"Ngga, naek angkot aja" kata Lara sambil terus berlalu.


Aku segera mengambil motor dan bergegas menyusul Lara ke depan.


"Gue anter yuk" kataku berhenti tepat di depannya.


"Gapapa lo pulang duluan aja. Arah rumah kita beda, kasian lo sering nganterin gue jadi telat pulang mulu" katanya Beralasan.


"Udah gapapa. Yuk. Gue maksa nih. Kalo lo ga mau naek sekarang, gue gendong lho buat naek ke motor" kataku sambil cengengesan.


"Diih, kampred" jawabnya singkat sambil langsung naek ke motor.


"Nah gitu kan enak" kataku sambil ketawa ngakak.


Hampir tiap hari aku dan Lara pulang bareng. Ntah mampir buat makan siang dulu, jajan dulu, ato belanja dulu sekalian buat kebutuhan dirumah Lara. Dia anaknya begitu mandiri, rajin, ga pernah ngeluh. Apapun dia kerjakan meski aku tau terkadang raut mukanya terlihat lelah.


Lara..


Aku ingin menjadi sandaranmu, ingin mendampingimu, ingin selalu melindungimu, walau aku tau kamu kuat, sekuat tekat mu untuk meraih mimpi-mimpimu, namun aku tau, hatimu terkadang lelah harus menanggung dan mengerjakan semuanya sendirian. Kamu perempuan yang tangguh, aku begitu mengagumimu.


*Akhir pekan.


Pulang sekolah


"Jadi dong, eh gue langsung ke rumah lo ya. Rumah gue jauh, ntar kalo pulang duluan takut kebablasan males berangkat" kata Heri.


"Gue juga" kata Anton.


"Gue juga" Darto dan Panji menimpali.


"Oke, cabut sekarang yuk" kataku.


Kami pun menuju rumahku beriringan. Heri, Darto, Anton nebeng mobilnya Panji. Diantara kami berlima, Panji yang paling tajir.


Sampai dirumahku, mereka langsung kusuruh menuju ruang santai atau lebih tepatnya ruang keluarga yang biasa kupakai nonton tv. Disana sudah kusediakan berbagai macam cemilan.


"Gue keatas dulu ya ganti baju. Tu cemilan habisin aja. Kalo haus ambil minum dikulkas. Kalo laper langsung makan aja. Di meja makan udah disiapin makanan sama bibi" kataku menuju tangga kemudian langsung naik ke atas.


"Siaaap" jawab Anton bersemangat.

__ADS_1


Memang tukang makan dia, wajar badannya segede gentong.


Setelah ganti baju, aku bergegas turun kebawah dan bergabung dengan mereka semua.


"Eh, kapan kalian ganti baju?" tanyaku heran melihat mereka semua sudah ganti baju santai kayak aku.


"Barusan pas lo ganti diatas. Kita bawa ganti donk" jawab Heri.


"Eh, gue keluar bentar ya, jemput Lara. Gue mo ngajak belajar bareng sekalian. Kan doi paling pinter dikelas. Biar keberadaan kalian disini berfaedah" kataku disusul lemparan bantal dari Darto.


"Anjritt ni bocah, urusan cewek aja gesit banget. Ga nanggung-nanggung yang diincer murid teladan" kata Heri menimpali.


"Yaudah gue cabut dulu, kalian mulai dulu belajarnya" kataku sambil berlari keluar.


Langsung kubawa motorku menuju rumah Lara. Ga begitu jauh sih sebenernya, paling 15 menitan perjalanan ke rumahnya.


Setelah sampai rumah Lara, aku meminta ijin sama papanya untuk mengajak Lara belajar bareng dirumahku. Ijinku langsung diterima, papanya berpesan pulang kalo bisa sore, jangan malam-malam.


.


.


*Dirumahku


"Gaes, Lara udah dateng nih" kataku setengah berteriak sambil masuk ke rumah menuju tempat anak-anak belajar.


Jreeeeeeenggggggggg.....


Kulihat Heri molor di sofa, Anton sibuk ngunyah cemilan, Darto maen PS, Panji doang yang belajar.


"Astagaaaaaaaaaa, ni gue ga ngajak piknik woy. Ditinggal bentar udah keluar aja wujud aslinya" kataku sambil nepok pantat Heri yang tidur tengkurap.


"Ayok belajar. Udah lengkap ni personel. Sini Ra" kataku sambil mempersilahkan Lara duduk.


Akhirnya Heri bangun dan kami pun mulai belajar bareng diselingi becanda, makan, maen PS, santai-santai. Lara dan para anggota geng ku cepat membaur.


Selama ujian berlangsung, setiap pulang sekolah kami selalu belajar bersama dirumahku, sambil becanda, cerita kehidupan masing-masing hingga tak terasa waktu semakin mendekatkan kami semua dan mempererat persahabatan kami.


Kami pun naek kelas dengan nilai yang cukup baik, kecuali Lara dan Panji. Mereka naek kelas dengan nilai yang memuaskan. Lara tertinggi di kelas, dan Panji nomor dua. Waw, aku ga nyangka Panji sepintar itu ternyata, gumamku dalam hati sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


Tahun kedua SMA, aku mulai berpacaran dengan Lara. Aku memutuskan nembak dia dan dia pun menerima dengan senang hati karena kami memang saling suka dari dulu.


Kami berenam suka nongkrong bareng, makan bareng, belajar bareng, hingga gabut bareng. Kami selalu kompak dalam hal apapun selain nilai. Lara dan Panji tetap yang terunggul.


__ADS_2