
Sampai di kantin aku langsung gabung dengan Heri, Anton, Darto dan Panji. Kami berbincang, becanda, saling ngeledek, saling ngumpat saling mengakrapkan diri. Hingga tak terasa bel istirahat selesai. Satu persatu anak-anak yang ada di kantin mulai meninggalkan kantin dan masuk ke kelas masin-masing.
"Ga, masuk yuk" ajak Panji bersama anak-anak yang lain.
"Ntar ya, gue mau ngabisin minum bentar. Kalian duluan aja" jawabku sambil mengacungkan gelas minum yang berisi es jeruk.
"Oke" jawab Panji sambil berlalu.
Akhirnya mereka semua sudah masuk ke kelas masing-masing. Tinggal aku yang masih betah duduk di kantin. Aku pindah tempat duduk ke pojok supaya ga keliatan guru. Kunikmati es jeruk yang ada didepanku sambil sesekali memainkan hp.
Iseng kuketik nama Ambar Larasati di salah satu pencarian sosmedku. Wah, ternyata Lara punya akun juga disini, batinku. Kubuka profilnya. Kulihat hampir seluruh fotonya berisi dia dengan seseorang. Seorang wanita agak tua namun tetap memancarkan kecantikannya. Sepertinya itu mamanya Lara, pikirku. Kuperhatikan wajah mereka mirip. Senyumnya sama cantiknya. Kuperhatikan foto terakhir yang di upload Lara sedikit aneh. Dia foto sendirian, berdiri di tepi jendela dengan mengenakan gaun putih panjang menatap ke arah luar. Tatapannya seperti jauh menerawang seperti ingin menggapai sesuatu. Ekspresi wajahnya tampak sendu. Hmm, sepertinya Lara tampak berduka disini, dia seperti kehilangan sesuatu yang berharga dan tak bisa meraihnya lagi. Aku mencoba menerka-nerka.
Ahh, udah ah. Kenapa jadi kepoin Lara ya. Aku follow akunnya kemudian kututup sosmedku dan beralih ke aplikasi game.
Ga terasa bell tanda kegiatan belajar selesai. Para murid satu persatu mulai keluar dari kelasnya masing-masing. Karena keasikan ngegame aku jadi lupa waktu. Aku langsung berlari ke kelas untuk mengambil tasku yang masih ketinggalan disana dan langsung menuju parkiran. Saat jalan menuju parkiran, seseorang sepertinya ada yang mengejarku.
"Heh dodol, lo kemana aja sih? Baru ajaran baru udah bolos aja" tiba-tiba Lara menepuk bahuku dari belakang.
"Eh elo, kirain siapa. Ngagetin aja" kataku setengah kaget.
__ADS_1
"Habis istirahat kemana lo? Kok ga masuk kelas?" tanya nya.
"Dikantin" jawabku singkat.
"Ngapain? Tanya Lara penasaran.
"Bengong, yaa habisnya belom nyiapin semuanya. Belom beli buku, pulpen, dan printilan laennya. Masih males gue, belom sempet ke toko buku beli semuanya" kataku.
Sampai juga di parkiran motor. Aku bersiap memakai helm.
"Yuk" tiba-tiba Lara duduk di atas motorku.
"Ke toko buku. Gue temenin beli buku dan laen-laennya" jawabnya sambil tersenyum manja ke arahku.
Ampun deh ni anak, ga usah sok manis gitu napa sih. Pliss hati gue ini lagi rapuh banget untuk di php in, batinku melebay.
"Ayok, malah bengong lagi ni bocah. Keburu malem pak" katanya lagi sambil menepok jidatku.
"Iya-iya. Bawel ih" gerutuku sambil nyalain motor dan langsung berangkat menuju toko buku.
__ADS_1
Sesampainya di toko buku, aku muter-muter ga jelas ngeliatin buku komik, novel, dan buku bacaan ga jelas lainnya. Aku melupakan tujuanku untuk membeli perlengkapan sekolah. Sekilas kulihat Lara tengah sibuk memilih buku dan mengambil peralatan tulis.
"Lo juga belom nyiapin perlengkapan sekolah? " tanyaku heran melihat keranjang belanjaannya segitu banyak.
"Udah, ni belanjaan elo pak Ega. Dari tadi lo muter-muter ga jelas, makanya gue ambilin kebutuhan lo semuanya biar cepet" jawabnya sambil manyun.
Hehehe. Aku cuma ketawa cengingisan.
"thanks ya. Sini gue bayar dulu" kataku mengambil keranjang belanjaan yang daritadi dipegang Lara.
Selesai membayar semuanya, aku dan Lara langsung menuju tempat makan dekat toko buku. Kebetulan tak jauh dari situ ada gerobak mie ayam. Sebelum pulang, kuputuskan untuk mengajak Lara makan dulu. Aku yakin dia lapar, tebakku.
"Bang, mie ayam dua ya. Yang satu tanpa sayur" kataku kepada penjualnya.
"Tanpa sayur semua bang" kata Lara meralat pesananku.
"Ga doyan sayur juga?" tanyaku.
"Ga gitu suka gue" jawabnya sambil duduk yang kemudian aku susul duduk di depannya.
__ADS_1