
"Halo" Suara Panji mengangkat telepon
"Halo nji, gua mo nanya dong" jawabku tanpa basa basi
"Mo nanya apa?" tanya nya
"Pelanggan cafe lo ada yang namanya Senja? " tanyaku
"Kaga tau mah kalo itu. Gua kaga pernah nanyain nama pelanggan gua. Kan lo tau sendiri disini banyak banget pelanggannya. Gila aja gua nanya satu satu nama mereka. Palingan cuma kenal basa basi doang kaga tau namanya. Emang ada apaan si?"
"Kaga ada apa apa. Tu cewek klien baru gua. Ngajak ketemuan di cafe lo siang ini mo ngobrolin masalah kerjaan. Gua kira lo kenal"
"gua kaga kenal"
"yaudah gua siap2 dulu, bentar lagi gua meluncur ke cafe"
"oke" jawabnya singkat
Seperti hari kemarin, hari ini cuaca sangat cerah bahkan cenderung panas. Kuputuskan hari ini memakai baju polo shirt warna putih bawahan celana jeans panjang.
Aku bergegas mempersiapkan perlengkapan fotoku. Sekalian saja nanti langsung berangkat ke tkp pemotretan daripada aku harus bolak balik ke rumah. Pikirku
Kumasukkan semua peralatan dan perlengkapan fotoku ke mobil, kemudian aku langsung meluncur ke cafenya Panji.
Jam masih menunjukkan pukul 11, jadi kuputuskan untuk nongkrong di rooftop dulu sambil menikmati es capucino favoritku.
"Ga" tiba tiba Panji muncul mengagetkanku
"Et dah muncul ngagetin aja"
__ADS_1
"Ya elo bengong aja sendirian disini" jawabnya sambil cengengesan
"Gua nungguin tu cewek disini aja nji. Dibawah rame, ntar aja kalo tu orang udah datang, baru gua turun nyamperin" kataku sambil menyruput es capucino
"Tu cewek rumahnya mana ga?" tanya Panji penasaran
"Kaga tau nji. Kaga nanya alamatnya gua" jawabku enteng
"Hmm" Panji cuma bergumam
"Yaudah gua tinggal dulu ya ga, banyak pelanggan nih" kata Panji seraya berlalu
"Oke" jawabku singkat
Sambil menghabiskan waktu, aku coba memotret pemandangan kota Bandung dari rooftop cafe. Lumayan bagus pemandangan kota dari sini batinku.
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 12. Aku turun dari rooftop menuju lantai bawah.
Kulihat di meja pojok dekat jendela ada seorang gadis berbaju putih sedang melihat keluar jendela. Aku berjalan mendekatinya.
"Siang mbak" sapaku
"Siang mas, saya belum mau pesan. Masih nunggu teman. Nanti saja." jawabnya tanpa menoleh ke arahku
"Barangkali saya teman yang mbak tunggu" kataku sambil tersenyum
Gadis itu menengok kearahku. Wajahnya memerah karena malu. Tak lama dia langsung berdiri dan mengulurkan tangannya.
"Maaf mas. Mas Arga ya?" tanya nya
__ADS_1
"Iya mbak" jawabku sambil menjabat tangannya
"Silahkan duduk mas. Mas Arga mau pesan apa?" tanya nya sopan
"Panggil Ega aja mbak. Ga usah pake mas" jawabku
"Panggil saya Senja aja, ga pake mbak" balasnya sambil tersenyum
"Panji"
Aku memanggil Panji yang saat itu sedang duduk mengawasi anak buahnya kerja
Panji berjalan kearahku sambil tersenyum. Paham banget aku sama senyuman misteriusnya itu. Pasti ni orang mikir macem macem batinku.
"Mau pesen minum donk" kataku sebelum Panji sempat membuka mulutnya.
"Kenalin dulu donk temen kamu yang cantik ini" kata Panji sambil mengulurkan tangan kearah Senja.
"Senja" jawabnya sambil menjabat uluran tangan Panji.
"Panji" balas Panji sambil tersenyum.
"Senja mau minum apa?" tanya Panji
"Es capucino" jawabnya sambil tersenyum
" Aku juga Nji" kataku
"Siap, ditunggu" kata Panji sambil berlalu
__ADS_1