
Keesokan harinya,
Hari ini aku berencana menjemput Senja agak sorean. Rencana makan malam sudah mama persiapkan. Mama sudah booking restoran di salah satu hotel berbintang. Aku pun ga sabar untuk memperkenalkan Senja pada mereka.
"Udah siap?" aku mengirimkan pesan pada Senja.
"Udah nih" balas Senja.
"Aku jemput sekarang yaa" kataku.
"Iya sayang ge pe el yaa" balas Senja.
Jam menunjukkan pukul 3 sore. Aku pun langsung berangkat meluncur ke rumah Senja. Mama dan papa sudah berada di hotel mengecek apakah semua sudah beres dan sesuai dengan yang dipesan atau belum.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akupun sampai di rumah Senja. Belum sempat aku turun, Senja sudah keluar dan langsung berjalan ke arah mobilku.
Waw, dia tampak begitu elegan mengenakan dress brukat hitam panjang. Serasi dengan tuxedo yang aku kenakan saat ini.
"Berangkat sekarang?" tanya Senja setelah masuk ke dalam mobilku.
"Yuk" jawabku kemudian langsung meluncur ke hotel.
"Kamu selalu tampak cantik" pujiku sambil melirik Senja.
Senja pun hanya tersenyum tanpa membalas ataupun menyanggah pujianku. Seperti biasa, senyumannya membuatku bahagia.
"Aku grogi Ga" kata Senja beberapa saat kemudian.
"Grogi kenapa?" tanyaku sambil memegang tangannya.
"Grogi ketemu orang tuamu. Aku takut mereka ga suka sama aku" kata Senja dengan nada kawatir.
"Heii, tenang aja. Mereka pasti suka sama kamu" kataku menenangkan.
"Suka darimana nya coba?" tanya Senja masih belum tenang.
"Kan udah kubilang, aku udah cerita tentang kita ke mereka. Aku ceritakan tentang kamu itu gadis seperti apa, dan mereka seneng, mereka bahkan ga sabar pengen cepet-cepet ketemu sama kamu" kataku sambil mengelus pipinya.
"Jadi ga usah kawatir yaa. Orang tuaku baik kok. Mereka sabar" lanjutku.
__ADS_1
Senja hanya terdiam sambil menatap ke arah depan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya aku dan Senja tiba di hotel. Aku langsung masuk ke restoran yang sudah dipesan sebelumnya untuk mencari mama sama papa.
Jam menunjukkan hampir pukul lima sore. Harusnya mama sama papa sudah datang, tapi kenapa aku ga liat mereka disini ya, batinku.
"Selamat sore bapak, ibu ada yang bisa saya bantu?" salah satu pelayan menghampiriku dan Senja.
"Selamat sore, saya sudah ada janji dengan seseorang disini, cuma saya lihat orangnya belum datang" kataku menerangkan.
"Mohon maaf apakah sudah melakukan reservasi sebelumnya ?" tanya nya lagi.
"Sudah reservasi kemarin untuk hari ini pukul 5 sore" kataku.
"Baik, boleh tau atas nama siapa?" tanya pelayan lagi.
"Atas nama Bapak/Ibu Brata Sasmito" kataku.
"Oh iya pak, beliau sudah reservasi di restoran ini, beliau sudah menunggu diruang vip, bukan di ruangan umum. Silahkan mengikuti saya" kata pelayan mempersilahkan.
Aku dan Senja kemudian mengikuti pelayan tersebut. Ruangan vip ternyata letaknya masuk ke dalam melewati lorong terlebih dahulu. Memang benar-benar privasi sekali, pikirku.
Kulihat mama sama papa sudah berada di dalam, terdengar alun musik jaman dulu. Mereka tersenyum ke arahku dan Senja.
"Sini sayang, masuk. Duduk sini" kata mama memanggil.
Aku dan Senja menghampiri mama sama papa.
"Ma, pa ini Senja" kataku memperkenalkan Senja.
"Senja om, tante" kata Senja sambil memberi salam dengan mencium tangan kedua orang tuaku.
"Cantik ya, santun lagi. Silahkan duduk" kata mama sambil tersenyum.
"Iya tante, terima kasih" kata Senja mengangguk sambil membalas senyum mama.
Aku menarik kursi dan kupersilahkan Senja duduk, setelah itu aku pun duduk di sebelah Senja.
"Ga, pinter milih calon mantu buat papa sama mama" kata papa sambil tertawa diikuti mama.
__ADS_1
"Kan nurun dari papa" kataku ikut tertawa.
Senja mencubit pahaku, kulihat wajahnya memerah karena malu. Dia lebih banyak diam, mungkin karena beneran grogi ketemu calon mertuanya, hehehe.
Tak lama setelah itu, makanan pun datang. Dimulai dari makanan pembuka terlebih dahulu.
"Wah, enak nih" kataku sambil melihat hidangan yang sudah disediakan masing-masing di piring kami.
"Sebelum mulai makan malam, aku pingin ngucapin sesuatu ke mama sama papa. Happy anniversary ya ma, pa. Semoga selalu langgeng, selalu bersama, selalu bahagia, selalu sayang sama Ega dan selalu menjadi orang tua terbaik dalam hidup Ega" kataku kemudian berdiri menghampiri dan memeluk mereka berdua.
"Aamiin, makasii yaa sayang untuk doa dan ucapannya. Doa yang terbaik juga buat kamu dari mama sama papa" kata mama sambil berkaca-kaca.
"Happy anniversary ya om, tante. Semoga selalu bahagia dan bersama selamanya. Terima kasih banyak udah mengijinkan saya untuk ikut dalam momment spesial keluarga ini. Doa saya yang terbaik untuk kalian" ucap Senja ikut mendoakan.
"Aamiin. Terima kasih banyak ya nak Senja atas doanya. Doa yang terbaik juga buat kamu dari om dan tante" kata papa sambil tersenyum.
"Ma, terima kasih banyak telah setia mendampingi papa, terima kasih telah mau berjuang bersama papa mulai dari nol, terima kasih telah memberikan papa keturunan yang begitu ganteng, baik dan berbakti seperti Ega. Semoga kita selalu bersama selamanya dunia akhirat. Aamiin. Happy anniversary sayang, I Love You" ucap papa sambil memegang tangan mama.
"Terima kasih juga ya pa, telah menjadi seorang suami yang sabar dalam membimbing mama, terima kasih selalu berada disamping mama dalam keadaan tersulit sekalipun, terima kasih untuk segala cinta dan kasih sayang yang telah papa berikan untuk mama, semoga kita selalu bahagia selamanya. Happy anniversary, I Love You more, more and more" ucap mama kemudian memeluk papa dan mereka berciuman.
Aku begitu terharu melihat mereka seperti ini. tak terasa air mataku pun menetes, dan Senja dengan sigap mengelapnya dengan tisu. Kugenggam tangannya kemudian aku mendekatkan diri ke arah Senja.
"Terima kasih ya sayang, semoga kita bisa seperti mereka, bahagia seperti mereka dan bersama selamanya. I Love You" bisikku ke telinganya.
"Love you more honey" balas Senja sambil mengecup pipiku.
Dan tanpa kami berdua sadari, mama dan papa memperhatikan tingkah kami sambil tersenyum. Kulihat wajah Senja langsung memerah saat itu juga.
"Yuuk kita makan sekarang yuuk" kata mama kemudian.
"Yuuk, wah udah ga sabar nih nyicipin makanannya" kataku bersemangat.
Setelah hidangan pembuka, pelayan membereskan meja kami kemudian disusul menghidangkan menu utama. Menu spesial dari restoran ini pun dihidangkan. Rasanya jangan ditanya, enaak banget banget pokoknya. Setelah menu utama selesai, menu terakhir yaitu menu penutup pun dihidangkan. Ditutup dengan menu yang manis dan segar. Mulut dan perut seakan dimanjakan.
Setelah selesai makan, mama dan papa berdiri kemudian mereka berdansa diiringi lagu kenangan. Mereka sengaja request musik semua lagu tembang kenangan, musik jaman muda mereka dulu. Betapa romantisnya pemandangan yang kulihat saat ini.
Kulirik Senja. Dia terlihat begitu menikmati dan terbawa suasana. Tak lama kemudian aku berdiri dan mengulurkan tanganku mengajak Senja berdansa. Dia menerima uluran tanganku dan berdiri. Kami pun berdansa bersama diiringi musik lawas. Dan waktu pun begitu cepat berlalu.
Senja malam itu.
__ADS_1