Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
penyelidikan


__ADS_3

Setelah meeting selesai dan semua yang hadir bubar serta kembali ke tempat kerja masing-masing, aku menuju ke ruangan Bima.


Tok.. Tok.. Tok..


Aku mengetuk pintu ruangan Bima.


"Silahkan masuk" terdengar jawaban dari dalam ruangan.


Ceklek..


Aku membuka pintu kemudian masuk ke dalam.


"Pak Ega?" Bima kaget karena kedatanganku tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Aku memang sengaja diam-diam ke ruangannya hanya ingin memastikan dan melihat situasi di dalam ruangannya seperti apa untuk menunjang analisaku mengenai siapa si pencuri data perusahaan itu.


"Tenang, aku hanya ingin ngobrol lebih lanjut denganmu" kataku membuat Bima sedikit lega.


"Silahkan duduk pak. Ada yang bisa saya bantu? " kata Bima sambil mempersilahkan aku duduk.


"Aku hanya ingin melihat penataan ruangan kamu. Ada seseorang yang aku curigai. Yang pasti bukan kamu Bim." kataku sambil melihat-lihat ruangan Bima.


"Silahkan lihat-lihat pak, barangkali bapak menemukan sesuatu" kata Bima sambil berdiri mengikutiku.


Ruangan Bima terbagi menjadi dua ruangan yang hanya terpisah oleh sekat rak buku. Ruangan depan untuk menemui tamu, ruangan belakang untuk dia bekerja dan disitulah perangkat komputernya terpasang.


"Bim, kira-kira ada yang kamu curigai ga? Siapa gitu yang sekiranya bisa membobol komputermu dan mengambil data perusahaan kita" tanyaku ke Bima.


"Ga ada pak. Saya juga bingung. Semua staf yang bekerja sama dengan saya sudah saya periksa semuanya. Mereka tidak mungkin melakukan itu karena selalu sama saya. Tidak pernah saya tinggal diruangan saya, mereka juga tidak tau password serta pengamanan komputer saya" kata Bima menerangkan.


"Oke, oh iya, habis ini tolong kamu ke ruangan papa ya. Papa butuh rancangan baru untuk presentasi ke pihak sponsor berikutnya. Dari Singapore ada yang berminat investasi ke perusahaan kita disini. Cuma mereka perlu tau terlebih dahulu perusahaan kita bergerak dibidang apa saja. Lebih jelasnya bisa kamu bicarakan dengan papa diruangannya. Aku mau disini sebentar menunggu seseorang yang aku curigai" kataku menyuruh Bima pergi supaya aku bisa lebih leluasa mencari tahu siapa dalang dibalik pencurian data tersebut.


"Baik pak, saya pergi dulu" kata Bima berpamitan.

__ADS_1


Aku duduk-duduk di kursi kerjanya Bima. Komputernya mati, tanda dia sedang tidak mengerjakan sesuatu, kulihat dimeja kerjanya ada beberapa sketsa dan rancangan ide yang dia buat untuk presentasi berikutnya.


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba bunyi pintu diketok.


"Masuk" kataku dari dalam.


Ceklek..


Bunyi suara pintu dibuka.


"Pak Ega, mohon maaf pak, saya tidak tau bapak ada disini" kata Ardi salah satu tim nya Bima dalam pengerjaan presentasi maupun proyek lainnya.


"Masuk-masuk sini" kataku memanggil.


Ardi tidak sendirian, dia bersama rekan lainnya ada sekitar empat orang. Sepertinya mereka hendak melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.


"Iya pak, ada yang bisa kami bantu? " tanya Ardi sambil duduk di depanku.


"Aku mau mengecek data yang sudah Bima kerjakan selama ini. Bisa minta tolong kalian nyalakan komputernya? Maklum saya ga pernah kesini dan ga pernah ikut dalam proyeknya Bima" kataku kemudian.


"Mohon maaf pak, saya juga ga bisa membuka komputernya pak Bima, selama ini beliau sendiri yang mengoperasikan sendiri komputernya. Saya ga pernah menjamahnya. " jawab Ardi.


"Kalian bagaimana? " tanyaku kepada yang lainnya.


"Kami juga sama pak" jawab yang lainnya secara bersamaan.


"Oh gitu ya. Kupikir kalian satu tim tau" kataku sambil menghela nafas.


"Kalau begitu, saya pergi dulu ya. Silahkan kalian lanjutkan pekerjaan kalian sambil menunggu Bima balik" kataku sambil berlalu keruang ruangan.

__ADS_1


Hmm, sepertinya aku baru bisa cek lagi besok. Kataku dalam hati.


Hari ini aku mengakhiri penyelidikanku. Aku langsung bergegas pulang kemudian istirahat. Rasanya pening memikirkan masalah perusahaan.


Mandi pakai air hangat enak banget nih, pikirku. tanpa berlama-lama dan tanpa mampir kemana-mana, aku langsung meluncur kerumah, membayangkan berendam di air hangat membuatku ingin cepat sampai.


Sampai dirumah, aku langsung mengganti baju kemudian menyiapkan air hangat untuk mandi. Sambil menunggu air di bath up terisi penuh, aku iseng video call Senja.


tut.. tut.. tut..


"Haii Ega sayang, bagaimana urusan di kantor? udah beres? " tanya Senja sambil tersenyum melambaikan tangan.


"Belum beres sayang, besok aku harus ke kantor lagi buat beresin urusan yang belum selesai" kataku sambil merebahkan badan dikasur.


"Yaah, ga jadi jalan lagi dong kita besok" kata Senja dengan muka kecewa.


"Jadi sayang, tenang aja. aku ke kantor pagi cuma bentar aja. Agak siangan aku jemput kamu ya, kita jalan bareng" kataku sambil mengedipkan mata.


"Bener yaa, awas kalo boong" kata Senja dengan muka manja nya.


"Iyaa, eh aku mandi dulu ya. Air di kamar mandi udah penuh kayaknya" kataku sambil bangkit dari kasur ke kamar mandi.


"Ikuuuut" kata Senja menggoda.


"Eh, menggoda ya. awas aja ya kalo sampe ketemu, kupaksa mandi bareng pokoknya" kataku sambil ketawa.


"Diiihhh, udah mandi dulu sono" jawab Senja sambil manyun.


"Iyaa, aku mandi dulu ya. dadah" kataku mengakhiri video call kami.


"Dadah sayang" jawab Senja kemudian mematikan panggilanku.

__ADS_1


setelah itu aku pun langsung bersiap mandi dan merebahkan tubuhku ke dalam bath up yang berisi air hangat. Nyaman sekali. Sejenak pikiranku tentang masalah dikantor menghilang.


__ADS_2