
*flashback on
10 tahun yang lalu..
Kelas 1, SMAN 15 Bandung
Hari itu hari pertama masuk sekolah. Masih canggung satu sama lain. Belum kenal dengan siapapun. Meski begitu, aku sudah menampakkan sifat badungku. Ospek hari pertama aku telat. Bukan tanpa sengaja, aku sengaja nelat karena malas mengikuti kegiatan ospek yang menurutku kurang berfaedah. Isinya cuma kegiatan ga jelas bersama para senior.
Sekolah masuk pukul 07.00, dan aku baru tiba di pintu gerbang pukul 08.00
Gerbang ditutup dan dijaga oleh satpam. Di halaman kulihat kegiatan ospek sudah dimulai. Hari ini kegiatan olahraga. Semua berkumpul di halaman untuk melakukan senam pagi. Dan aku, cuma melihat kegiatan itu dari luar pagar.
"Ah, males banget masuk ospek kayak gini. Ketemu senior2 belagu, sok ngerasa tuwir, sok galak, sok kecakepan, hobi nriakin orang, gak mutu" omelku sambil terus melihat kegiatan ospek tanpa berniat ijin masuk ke pak satpam.
"Udah gerutunya? Ato masih mau dilanjutin ngomelnya? " tiba tiba dari arah belakang terdengar suara cewek.
"Siapa lo?" tanyaku agak galak sambil melihat ke arahnya.
"Bukan siapa2. Cuma murid baru yang telat aja sama kayak lo" jawabnya sambil tersenyum.
"Ohh" kataku singkat kemudian kembali memperhatikan kegiatan ospek di halaman sekolah.
__ADS_1
"Kalo punya uneg uneg, sampein langsung ke senior, ngomong aja di depan mereka. Kalo lo ngomong disini, percuma. Kaga ada yang denger. Cuma semut tu yang dengerin ocehanmu" ceramahnya
"Lo siapa sih, pagi2 nyeramahin gue. Ga ada kerjaan? Masuk sana gih" kataku kesel.
"Gue Lara. Ambar Larasati, biasa dipanggil Lara. Kalo lo?" jawabnya tersenyum sambil mengulurkan tangan.
Aku menengok ke arahnya. Dengan muka agak kesal kujabat tangannya.
"Gue Ega. Arga Satya, biasa dipanggil Ega" jawabku.
"Duduk disitu yuk" kata Lara sambil menunjuk bangku kayu yang letaknya ga jauh dari sekolah.
Tanpa menjawab, aku langsung mengikutinya menuju bangku kayu yang ditunjuk tadi kemudian duduk di sebelahnya.
"Yang berniat masuk sekarang siapa? Tunggu jam istirahat aj baru masuk" jawabnya sambil membuka tasnya yang entah apa isinya.
"Kirain mo masuk tadi" kataku sambil senderan di bangku.
"Mau?" tanya nya tiba tiba menyodorkan sekotak roti bakar.
"Bawa bekal ke sekolah? Lo anak SD?" tanyaku setengah ketawa dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Banyakan ngomong ni bocah" tanpa babibu Lara langsung memasukkan sepotong roti bakar isi selai kacang ke mulutku yang terbuka karena ketawa.
"Eh buset maen masukin aja" kataku sambil mengunyah roti bakarnya.
Hmm, rasanya enak. Dirumah biasanya cuma makan roti oles biasa aja. Dibakar gini ternyata enak juga. Fix mulai besok bakalan sering bikin roti bakar selai kacang buat sarapan ato cemilan dirumah. Batinku.
Aku terus menikmati roti bakar yang dikasih Lara hingga tanpa sadar sudah kuhabiskan tanpa sisa.
"Eh sori, kuhabisin, hehehe" kataku malu sambil cengingisan.
"Laper?" tanya nya sambil tersenyum.
"Engga, cuma enak aja" jawabku jujur.
"Kalo suka, besok kubawain lagi. Aku biasa bawa bekal sendiri. Takutnya ga cocok sama makanan di sekolah" kata Lara menawarkan.
"Boleh, lumayan gratisan. Hehe" jawabku kesenengan. Lumayan kan hemat uang jajan. Dibawain roti bakar tiap hari siapa yang mau nolak coba, pikirku.
Kemudian kami mengobrol panjang lebar. Lama duduk di bangku hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 12.00.
Mau masuk kayaknya nanggung banget. Akhirnya aku dan Lara memutuskan untuk bolos sekolah bareng. Kami jalan jalan dan muter muter kota, mampir untuk makan siang kemudian lanjut lagi jalan jalan. Tak terasa hari menjelang sore. Kami memutuskan untuk pulang, takut dicariin orang rumah. Kami pulang sendiri sendiri.
__ADS_1
Sampai rumah, aku langsung ganti baju trus rebahan dikamar. Sambil menatap langit2 kamar, aku mulai berpikir. Biasanya cewek takut banget telat apalagi bolos, tapi Lara beda. Dia enjoy aja, nyantai kayak ga ada beban. Aku tersenyum membayangkan kejadian tadi hingga tak terasa aku ketiduran.