Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Kawah Putih


__ADS_3

"Wiihh, tepat waktu banget ya pak jemputnya" kata Senja sambil masuk ke dalam mobil.


"Iya donk, biar ga kesiangan sampe sana" jawabku.


Setelah Senja duduk di mobil, aku segera melaju menuju ke Kawah Putih. Sepanjang perjalanan kami mendengarkan musik yang aku putar di mobil dan menikmati indahnya cuaca pagi hari kota Bandung. Sambil sesekali bersenandung menyanyikan lagu yang kami bisa. Sekilas aku melirik Senja. Wajahnya terlihat semakin cantik terkena sinar matahari.


Tanpa kusadari, aku semakin mengaguminya.


Sadar kulirik, Senja menoleh ke arahku sambil tersenyum.


"Napa lirik2?" tanya nya.


"Eh, gpp, mastiin kamu ketiduran apa ga" jawabku gugup.


"Blm ketiduran, tenang aja" balasnya sambil memejamkan mata sambil senderan.


"Udah pernah take foto di kawah putih belom?" tanyaku kemudian.


"Udah, kamu ga liat galeri blog ku? Scroll ke atas, ada kok aku upload foto yang di kawah putih. Cuma pas waktu itu sore hari. Makanya sekarang aku pengen ambil foto suasana pagi" jawabnya santai.


"Lah, kalo udah pernah kenapa ga nyari tempat laen yang belum pernah kamu pake buat foto?" tanyaku heran.

__ADS_1


"Yaa kan belum pernah take foto suasana pagi" jawabnya lagi.


"Hmm" aku cuma bergumam.


Suasana kembali hening. Hanya suara musik yang terdengar sambil sesekali aku bersenandung mengusir kebosanan selama mengendara.


"Ga" panggil Senja.


"Hmm?" jawabku sambil meliriknya.


"Dari kapan kamu mulai jadi fotografer?" tanya Senja membuka obrolan kembali.


"Dari dulu, dari jaman kuliah. Lumayan buat jajan hasilnya. Kalo suka fotografi udah dari jaman SMA, cuma belum aku jadikan profesi waktu itu" jawabku menjelaskan.


"Banyak banget, makanya scroll galeri fotoku ibuk, biar tau. Semua foto klien aku pajang di blog" jawabku sambil cengengesan.


"Masih inget ga model pertama yang kamu foto itu siapa?" tanya nya kemudian.


"Masih. Namanya Lara" jawabku.


Anganku langsung melayang ke beberapa tahun silam. Kembali mengingat masa indah bersamanya. Yaa, dia satu satunya model yang paling banyak aku ambil gambarnya, dia model satu satunya yang membuatku begitu terpesona, dia model pertamaku, cinta pertamaku, Lara. Nama yang lama tenggelam dalam ingatan kini muncul kembali.

__ADS_1


"Hei, kok bengong?"Senja menepuk bahuku membuyarkan anganku dalam sekejap.


"Hah, engga, cuma serius ini liat jalan" kataku ngeles.


"Yee, ngeles, jelas jelas mukanya bengong gitu. Kenapa? Lagi ada masalah? Dilema? Atau apa?" tanya nya penasaran.


"Ga ada apa2 kok" jawabku sambil tersenyum ke arahnya.


"Aku tau kali ga mana muka boong mana muka jujur" kata Senja sambil tersenyum kemudian mengarahkan pandangannya keluar jendela. Menerawang jauh. Berusaha menerka nerka dan menyelami pikiran cowo yang ada disampingnya.


Aku cuma terdiam tak membalas perkataannya.


Akhirnya sampai juga di Kawah Putih. Cuaca sangat bangus. Matahari belum terlalu tinggi, jadi masih lumayan dapat lah suasana paginya.


Aku segera memarkir mobilku kemudian mengajak Senja turun menuju lokasi.


"Kita langsung take foto disana ya" kataku sambil menunjuk jembatan kayu.


"Oke" jawabnya singkat sambil berjalan menuju jembatan yang kumaksud.


Aku mulai mengambil foto. Mulai dari jarak jauh hingga jarak dekat. Dari berbagai angle. Cantik, indah dan sempurna seperti sebelumnya. Itulah gambaranku tentang Senja. Dia begitu polos dan sederhana, disitulah letak kecantikannya. Masih dengan gaun putihnya, hari ini dia mengenakan baju putih lagi. Ah mungkin memang dia penyuka warna putih, pikirku.

__ADS_1


Setelah mengambil banyak foto, aku mengajak Senja istirahat sejenak.


__ADS_2