
"Ga, makan yuk" ajak mama sambil berjalan menuju meja makan disusul papa.
"Oh iya ma" jawabku tersadar dari lamunan.
Kami bertiga pun makan siang bersama dengan menu yang kulihat tadi pagi. Kelihatannya sangat menggoda, pikirku. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil nasi dan lauk yang sudah tersedia. Semua menu seperti biasa kesukaanku. Aku makan dengan lahapnya hingga kekenyangan. Selesai makan, aku pamit sama mama sama papa untuk pergi ke kamar duluan.
"Ma, pa, Ega udah selesai makan. Ega ke kamar dulu ya. Kalo ada apa-apa panggil Ega aja" kataku sambil membereskan piring dan menaruhnya dibak cucian kemudian langsung naik ke atas.
"Iya sayang" jawab mama sambil tetap makan.
*
*
*
"Ma" panggil papa.
"Iya pa?" jawab mama.
"Papa bersyukur sekali punya anak semata wayang yang penurut dan baik kayak Ega" kata papa sambil tersenyum bangga.
"Mama juga pa. Alhamdulillah kita berhasil mendidiknya hingga seperti sekarang. Awalnya mama ragu karena dari dulu kita selalu manjain dia. Tapi ternyata, jawaban Ega tadi diluar dugaan. Dia benar-benar anak yang manis ya pa" kata mama ikut tersenyum.
"Iya ma. Akhirnya kita bisa menikmati masa tua dengan tenang dan bahagia. Tinggal nunggu calon mantu sama cucu aja buat melengkapi keluarga kita" kata papa sambil memegang tangan mama.
__ADS_1
Mama hanya mengangguk dan tersenyum. Mereka berdua sudah membayangkan betapa bahagianya kelak masa tua yang akan mereka jalani bersama dikelilingi oleh orang-orang yang mereka sayangi.
*
*
*
Sampai dikamar, aku ganti baju, cuci muka kemudian duduk-duduk dikasur sambil cek hp. Ternyata ada chat dari Senja. Langsung kubuka dan kubaca, ternyata dia ngasih kabar kalo besok ga jadi pemotretan. Yaah, padahal pengen ketemu dia lagi, batinku. Aku memutar otak untuk membuat alasan supaya bisa ketemu dengannya.
"Pemotretan dirumah aja gimana? Ga perlu kemana-mana, cukup bersiap diri aja. Foto diruang tamu juga oke" balasku.
"Gitu ya?" balas Senja.
"Iyaa, tenang aja, hasilnya pasti bagus, ga akan mengecewakan " balasku lagi.
"Besok pagi habis sarapan ya. Mau kubikinin roti bakar lagi kayak tadi?" balasku.
"Boleh" jawab Senja.
"Oke. Met istirahat, cepat sembuh ya" balasku.
Tak ada lagi balasan dari Senja. Mungkin dia sudah istirahat, pikirku.
Ga lama kemudian kurebahkan badanku ke kasur dan aku pun mulai memejamkan mata.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
Drrttt..drrrtt....
Hapku bergetar. Kulihat ada chat dari Senja.
"Ga" isi chat Senja.
"Iya?" jawabku singkat.
"Ga bisa istirahat nih" balas Senja.
"Kenapa? Ada yang kamu pikirin? Ato kepala kamu makin pusing?" tanyaku menebak-nebak.
"Entahlah" jawanya.
"Perlu aku kesana?" tanyaku kemudian.
Tak ada balasan dari Senja hingga beberapa menit kemudian.
"Ga usah, aku coba istirahat lagi aja" balas Senja kemudian.
"Ok. Met istirahat Senja sayang โก" jawabku sambil tersenyum. Mungkin Senja butuh kata-kata itu, batinku sambil cengingisan.
Kadang aku ga ngerti jalan pikiran cewek itu kayak gimana. Cuma ngode, kadang malah diam. Pengen apa ga mau bilang, ngerasain apa ga mau ngomong. Masa iya kita kaum pria harus nebak-nebak sendiri, pikirku.
__ADS_1
Entahlah, ga mau ribet sama pikiran cewek kayak gimana. Yang penting aku sayang sama kamu Senja, dan itu bakal aku buktiin ke kamu. Semoga kamu pun punya perasaan yang sama kayak aku.