
Kami duduk di bangku tak jauh dari lokasi pemotretan. Masih dalam suasana hening. Entah apa yang dipikirkannya, entah apa juga yang ada dipikiranku.
"Mau?" tanya Senja tiba tiba sambil menyodorkan kotak berisi roti bakar bikinannya tadi pagi.
"Boleh, sempet2nya yaa bawa bekal segala. Jadi berasa piknik hehe" kataku tertawa sambil menyomot roti bakar bikinannya.
"Roti bakar selai kacang ya?" tanyaku kemudian.
"Yap, cemilan favoritku. Mama selalu bikinin ini kalo lagi dirumah. Cuma ini bikin sendiri" jawabnya menjelaskan.
"Hmm, kesukaanku juga" kataku kemudian sambil mengunyah pelan. Pikiranku melayang. Mengingat kembali semua kenangan yang terpendam. Kenapa semuanya jadi bermunculan di kepalaku. Semua hal yang terkubur dalam masa lalu tumbuh kembali hanya karena suatu kebetulan yang sama.
Entah perasaanku sekarang rasanya campur aduk. Penuh dengan pertanyaan yang aku sendiri bingung memilih jawabannya. Lara. Semua hal tentangnya kini mulai tumbuh kembali. Kenapa?
"Heii, bengong lagi. Ada masalah?" tiba tiba Senja menepuk bahuku.
"Eh, ga ada sih. Bukan masalah sebenernya" jawabku menggantung.
"Trus?" tanya Senja penasaran.
__ADS_1
"Entahlah. Bukannya aku kegeeran ya sama kamu. Cuma aku ngerasa banyak persamaan selera diantara kita. Dan hal yang kamu lakuin entah kenapa mengingatkanku akan masa lalu" jawabku sambil menghela nafas.
"Gimana gimana, aku ga ngerti maksud kamu apa. Bisa jelasin?" pinta Senja.
"Kita sama2 suka capucino, sama2 suka nasi goreng pedes tanpa sayur tanpa saos, sama2 suka roti bakar selai kacang, aku hobi foto dan kamu hobi difoto. Ntah lah semua hanya kebetulan atau bagaimana aku juga bingung" jawabku.
"Dan beberapa hal mengingatkanku akan seseorang. Seseorang yang dulu sangat berarti buatku" aku berhenti sejenak dan tidak melanjutkan kata2ku.
"Well, kesamaan kesukaan udah biasa kan. Jadi apa ada masalah buat kamu? Kalo aku bikin kamu ga nyaman, ok gpp. Aku ga akan melanjutkan kerjasama kita kedepannya" kata Senja sambil tersenyum kearahku.
"Bukan itu maksudku Senja. Aku nyaman kerjasama sama kamu. Cuma aku takut rasa nyaman ini berkembang jadi sesuatu yang menyakitkan kelak" kataku sambil menatap ke depan.
"Hmm" gumam Senja.
"Kayak gini gimana maksudnya?" tanya Senja.
"Kayak gini, aku mulai melibatkan perasaan. Sungguh aku ga ada maksud apa2 kok. Suerr" jawabku setengah gugup.
"Yaa teruussss??" tanya Senja lagi sambil manyunin bibirnya.
__ADS_1
"Sori kalo aku ga profesional. Aku berharap kerjasama kita masih bisa lanjut. Aku ga akan macem-macem. Ga akan aneh-aneh. Ga usah dianggep yaa perasaanku ini" jawabku ngelantur sebisa mungkin ngarang kata yang mungkin bisa bikin Senja ga tersinggung.
"okey" jawabnya singkat.
What? Okey? Apa maksud okey nya itu. Asli ga ngerti aku. Pikirku sambil garuk garuk kepala.
Aku terdiam. Bingung harus berkata dan menjelaskan apalagi. Aku sudah jujur padanya mengenai perasaanku.
Walau saat ini sekedar suka atau tertarik, namun ga menutup kemungkinan ke depannya akan tumbuh menjadi cinta. Dan ketika cinta itu tumbuh, aku takut melukainya, dan aku takut kecewa lagi seperti sebelumnya.
Ahh, aku memang terlalu pengecut kalo udah mengenai perasaan. Selalu hanya ketakutan yang kupikirkan. Aku ga ingin kehilangan Senja secepat ini. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Aku cuma berharap dia ga salah paham sehingga jadi marah ato kesel sama aku.
"Ga" panggilnya kemudian tanpa menatap kearahku.
"Iya?" jawabku singkat.
"Aku ga bisa melarang orang untuk suka ato ga suka sama aku. Aku cuma berpikir, apa semuanya ga terlalu cepat? kita baru ketemu berapa kali, baru jalan berapa kali, tapi kamu udah mikir sejauh itu. Rasanya begitu cepat perasaanmu itu terlibat dalam hubungan kerjasama kita" katanya sambil menatap ke depan.
"Aku juga ga tau. Semua ngalir gitu aja. Sekali lagi aku minta maaf ya kalo udah bikin kamu ga nyaman kayak gini. Sori banget. Tapi aku janji bakal tetep profesional kok. Tenang aja, hasil take foto tetep ga akan mengecewakan, hehe" jawabku sambil cengingisan.
__ADS_1
"Aku pegang kata-katamu ya. Awas aja kalo hasil fotonya jelek kayak muka kamu sekarang" sahutnya sambil tertawa.
Aku melirik Senja, dia tersenyum menatapku. Yaah semoga hubungan kami bisa tetap baik seperti sekarang.