Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Ke cafe Panji


__ADS_3

"Pulang yuk" kata Senja setelah beberapa lama duduk terdiam di sampingku.


"Yuk" jawabku singkat.


Kami pun berjalan menuju parkiran kemudian langsung meluncur ke arah rumah Senja.


Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Sesekali aku bersenandung mengikuti irama lagu yang kuputar supaya perjalanan ga begitu sunyi.


"Eh, mampir ke cafenya Panji yuk. Mumpung masih agak sore" kata Senja tiba tiba membuka percakapan.


"Boleh" jawabku singkat.


"Itu cafe yang ngurus cuma Panji sendirian?" tanya Senja sekedar iseng.


"Iya, itu cafe satu satunya harta yang dimiliki Panji. Orang tuanya pisah dari Panji SMA. Dia buka cafe dari hasil ngumpulin tabungan. Lulus sekolah, langsung buka cafe untuk nyari kesibukan" jawabku menjelaskan.


"Jadi sekarang Panji tinggal sama siapa?" tanya Senja masih penasaran.


"Dia tinggal sendirian. Dibelakang cafenya ada ruangan tempat dia tinggal. Ga begitu luas sih, cuma fasilitasnya lumayan lengkap. Yaa maklumin aj, dia anak tunggal pengusaha. Tapi yang aku salut, Panji tu mandiri banget. Dia juga ga manja kayak anak orang kaya laennya, ga gampang nyerah. Dia berjuang sendirian nata hidupnya setelah keluarganya hancur. Baik pula anaknya. Selalu care sama sahabat2nya. Ntah lah cuma dia memang agak tertutup. Ga begitu terbuka kalo ada masalah. Diluar aja keliatan hepi, cuma kadang aku perhatikan dia sering murung dibelakang. Entah apa yang dipikirkannya" jawabku panjang lebar bersemangat.


"Ohh, hmm" gumam Senja.


"Kok? Gitu doang?" tanyaku heran.


"Trus??" tanya Senja balik.


"Apa kek, komen gitu aku udah ngejelasin panjang lebar lho. Hargain usaha orang dikit lah yaa" jawabku agak kesal.


"Yaa gimana, bingung juga sih. Aku ga mau terlalu mencampuri privasi seseorang. Jadi yaa cukup tau aja gitu" jelasnya.

__ADS_1


"Oohh" jawabku singkat.


"Orang baik akan dikelilingi orang baik pula. Aku percaya Panji orang yang baik. Oleh karena itu dia dikelilingi teman teman yang baik pula salah satunya kamu" kata Senja sambil tersenyum.


"Makasih lho yaa, aku emang baik dari lahir" kataku sambil ketawa.


"Diih" katanya sambil nyengir.


Akhirnya kami berdua tertawa, becanda sepanjang perjalanan hingga ga terasa kami pun sampai di cafe Panji. Segera kuparkir mobil kemudian aku dan Senja turun dan langsung masuk ke cafe. Seperti biasa, kami duduk di meja pojok dekat jendela. Entah kenapa tempat itu jadi tempat favoritku dan Senja.


"Mau pesen apa nih?" tanya Panji langsung menghampiri meja kami.


"Seperti biasa Nji, es capucino dua" jawabku.


"Siap, ditunggu" kata Panji sambil berlalu kembali ke kasir dan menyerahkan pesananku ke pegawainya.


Hari ini cafe lumayan rame, jadi Panji lumayan sibuk.


"Hmm?" jawabku singkat.


"Boleh kepo dikit gak?" tanya Senja.


"Tergantung" jawabku sambil meliriknya.


"Mati dong kalo tergantung" kata Senja.


Becandaan yang garing.


"ha ha ha, gak lucu tau" kataku sambil nyengir.

__ADS_1


"Emang ga lagi ngelucu yee" balas Senja ga mau kalah.


"Dih, gaje" kataku meledek.


"Boleh gak?" tanya nya lagi.


"Mo kepo tentang apa? Idupku yaa gini gini aja. Lagi jomblo ga punya pasangan, ga ada gebetan, lagi males nyari, lagi nikmatin kesendirian dan kebebasan" tanyaku sambil menjelaskan keadaanku yang kuhiperboliskan.


"Aku serius ih" kata Senja mulai kesel.


"Yaudah mo kepo tentang apa Senja sayang?" tanyaku sambil mendekatkan wajahku ke mukanya.


"Minta dicolok?" kata Senja sambil melotot dan mendorong wajahku dengan tangannya.


"Jadi apa yang pengen kamu tau tentang aku?" tanyaku kemudian mulai serius.


"Bukan tentang kamu" jawab Senja sambil menyenderkan badannya.


"Trus?" tanyaku sambil mengangkat bahu.


"Tentang Lara" Jawab Senja.


Aku hanya terdiam mendengar nama itu kembali muncul. Kenapa Senja menanyakan tentang Lara coba.


"Bisa cerita tentang dia? Penasaran aja sih" katanya melanjutkan.


Dan aku masih terdiam, membisu, berusaha membongkar kenangan yang sudah aku kubur dalam dalam. Entah apa yang ada dipikiranku saat ini. Mencoba merangkai kembali kisah lama yang sudah kubuang jauh.


"Hei" kata Senja membangunkanku dari lamunan.

__ADS_1


"Hmm" aku hanya bergumam kemudian menarik nafas dalam dalam.


__ADS_2