Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Bertemu Senja


__ADS_3

"Sayang, kamu lagi apa?" kukirim chat ke,Senja.


"Lagi mikirin kamuuu. Gimana kerjaan hari ini? Lancar?" tanya Senja.


"Lancar selancar-lancarnya. Kangen kamuuuuuuu" balasku sambil senyum-senyum.


Aku sengaja ga kasih tau Senja kalo aku ke Bali, sengaja mau bikin surprise buat dia.


"Siniiiiiiii. Kamu mah dari dulu ngomong doang kangen. Nyatanya engggaaaakkk" balas Senja kesel.


"Kamu dimana ngapain sama siapa sekarang?" tanyaku kemudian.


"Emangnya kalo aku ngasih tau kamu aku lagi dimana, ngapain, sama siapa, kamu bakal kesini?" tantang Senja.


"Iyaa aku kesana. Pasti aku nyamperin bidadariku" jawabku sambil cekikikan.


"Gombaaaaallllllllll" balas Senja singkat.


"Serius sayang. Kasih tau yaa. Ga rela aku kalo kamu sampe jalan sama cowok laen" kataku.


"Tenang aja, aku dirumah sekarang lagi santai. Sini temeniiiinnnn" kata Senja manja.


"Rumah yang mana nih? Bandung?" tanyaku pura-pura ga tau.


"Diiiihhh. Di Bali sayang. Kan udah kukasih tau dulu pas sebelum berangkat. Ngeselin ih kalo sampe lupa" jawab Senja setengah merajuk.


"Aku ga lupa kok. Hehe. Yaudah aku kesana yaa. Tapi dalam mimpi" balasku sambil ketawa.

__ADS_1


Sebelum berangkat ke Bali, Senja memberikan alamat rumah kedua orang tuanya yang ada di Bali. Berharap aku datang sewaktu-waktu ngasih dia kejutan. Tapi sampai detik ini aku belum sempat kesana dan itu selalu bikin Senja kesel hingga akhirnya dia kesel dan ga bergarap lagi aku nyamperin kesana.


Dan hari ini, aku bakal beneran kasih dia surprise.


"Diiihhh. Bodo amat. Yaudah aku mau bobo biar bisa cepet ketemu kamu. Daaahhh" balas Senja kesel.


Chat terakhir Senja sengaja ga kubalas. Aku langsung siap-siap untuk ke rumah Senja. Namun sebelum itu, aku mau mampir dulu ke toko kue dan toko bunga. Karena aku ga mau ketemu bidadariku dengan tangan kosong.


Aku langsung berkeliling naik mobil yang kusewa untuk mencari toko kue dan toko bunga. Di Bali kami sengaja ga menyediakan mobil di villa karena memang sangat jarang kesini dan lagipula tiap ke Bali ga pernah stay dqalam waktu yang lama. Jadi memang kalo pas di Bali, kami selalu menyewa mobil untuk beberapa hari.


Setelah berkeliling akhirnya aku menemukan toko penjual bunga. Aku segera memesan buket bunga mawar merah yang besar. Senja pasti suka, pikirku. Sambil menunggu penjualnya menyiapkan buketnya, aku coba berjalan disekitar situ, dan kutemukan toko kue juga. Wah aku beruntung sekali, ga perlu susah keliling-keliling lagi buat cari kue. Aku langsung masuk dan melihat-lihat kue yang dipajang di etalasi. Semua kuenya tampak begitu cantik dan menggoda. Aku pun bingung memilihnya. Akhirnya kuputuskan membeli cup cake dengan hiasan mawar berwarna pink diatasnya dan beberapa kue lainnya. Sepertinya ini sesuai dengan selera Senja, batinku.


Setelah selesai membeli buket bunga dan kue untuk Senja, aku langsung bergegas meluncur ke rumahnya. Rasanya udah ga sabar ketemu dengannya setelah hampir setahun cuma melihatnya via video call. Aku datang Senja, aku datang untukmu.


Senyumku merekah di sepanjang perjalanan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menitan, akhirnya tiba juga aku dirumahnya Senja. Rumahnya tampak sepi. Sepertinya mereka pada keluar, pikirku.


Aku pun turun dari mobil dengan membawa buket dan kue yang telah kupersiapkan untuk Senja.


Kupencet bel rumahnya namun tak ada jawaban dari empu nya rumah.


Kupencet kembali bel rumahnya kedua kali. Masih belum ada jawaban juga.


Senja kemana ya, kupikir dia beneran ada dirumah seperti katanya tadi, pikirku. Aku menunggu beberapa saat mematung di depan pintu. Setelah beberapa lama, akhirnya kuputuskan untuk pulang. Akupun beranjak dari tempatku berdiri menuju mobilku.


Tiba-tiba..


Ceklek..

__ADS_1


Bunyi pintu terbuka. Dan kulihat itu Senja.


*Beberapa Menit sebelumnya dirumah Senja.


"Bi, bibi, tolong belanja buah ya bi di supermarket" panggilku dari ruang makan menyuruh bibi.


"Iya non, buah apa serta berapa kilo?" tanya bibi.


"Beli buah pir, apel, jeruk, anggur lima kiloan semuanya, sekalian aja bibi beli bahan makanan yang sudah habis. Kulkas kulihat kosong, bibi belanja aja terserah mau beli apa" jawabku sambil menyelesaikan makanku dan mengambil duit untuk bibi belanja.


Tumbenan buah dirumah habis. Biasanya mama selalu nyuruh bibi belanja sebelum stok habis. Mungkin mama lupa karena terlalu sibuk, pikirku.


"Ini bi uangnya, naik taksi online aja ya bi" kataku ke bibi sambil menyerahkan uang beberapa lembar seratus ribuan untuk membeli buah dan belanja.


"Iya non, bibi belanja dulu ya non" kata bibi kemudian pergi ke kamarnya sebentar untuk siap-siap kemudian keluar.


Aku duduk di tuang tv sambil menonton tv menunggu bibi yang sedang belanja. Mama, papa sama kak Dirga seperti biasa ke kantor mengurus beberapa urusan perusahaan. Alhamdulillah hampir setahun ini bisnis papa berkembang pesat disini. Aku bersyukur meski sebagai gantinya mereka harus sibuk dan jarang ada waktu untuk berkumpul dirumah.


Bel berbunyi. Siapa yang datang bertamu siang-siang gini, Ah palingan juga paket, pikirku.


Bel kembali berbunyi. Aku penasaran dan akhirnya aku berjalan kearah depan dan membuka pintu.


Nyari siapa lah ni orang siang gini. Nyari mama sama papa pastinya langsung ke kantor. Ya kali nyariin aku, hehehe gumamku dalam hati sambil ngelantur.


Ceklek..


Kubuka pintu depan dan ternyata Ega lah yang datang. Yaa, dia benar-benar datang menemuiku. Setelah sekian lama kami hanya bertatap muka via handphone dan sekarang dia berdiri di hadapanku. Aku nyaris ga bisa berkata-kata. Entah apa yang kurasakan saat ini, rasanya campur aduk, senang, bingung, bahagia, kesel jadi satu.

__ADS_1


__ADS_2