
"Senja" kataku lirih sambil berjalan menghampirinya.
"Ega" Senja pun berkata lirih seolah tak percaya aku yang ada di hadapannya.
"Heii, aku datang sesuai janjiku" kataku sambil tersenyum.
Sesaat Senja menatapku. Aku tak bisa mengartikan tatapannya. Apakah tatapan bahagia, senang, kaget atau apa. Yang pasti, aku bahagia saat ini karena bisa bertemu dan melihatnya langsung. Tiba-tiba saja Senja memelukku.
"Udah kangen banget yaa sama aku?" tanyaku sambil menggoda.
"Jahaaaatttttt, kenapa baru datang sekarang, kemana aja sih kamu. Dari kemarin-kemarin boong mulu bilang mau nyempetin kesini. Nyatanya manaaaaa?" jawab Senja sambil menangis.
"Ini buat kamu sayang. Bunga dan juga kue, spesial buat kamu" kataku sambil berusaha melepaskan pelukan erat Senja dan memberikan buket bunganya serta sekotak cup cake.
"Waaahhhh, cantik banget bunganya. Makasii banyak yaa sayang. Masuk yuk, aku mau cicipin kuenya" kata Senja riang dan mata berbinar-binar.
Syukurlah kalau kamu menyukainya. Sudah begitu lama aku ga melihat senyum cantikmu itu. Aku lega kalo kamu baik-baik saja.
"Egaaaaaaaaaa, kuenya ya ampuuun. Aku ga tega makannya" kata Senja setengah berteriak mengagetkanku.
"Kenapa dengan kuenya?" kataku menghampiri Senja kemudian memeluknya dari belakang.
"Kuenya indah banget. Sumpah aku ga akan tega makannya kalo kayak gini. Pengennya kupajang aja" kata Senja sambil menyomot satu cup cake dan memperhatikannya.
Aku ambil cup cake dari tangannya kemudian aku suapin ke mulutnya.
"Haaakkkk" kataku sambil menyodorkan kuenya.
"Ayok dimakan, ntar kalo kesini aku bawain lagi kuenya. Tenang aja, di toko masih banyak kok yang dipajang" kataku sambil tersenyum.
__ADS_1
Senja pun membuka mulutnya dan menggigit kue nya.
"Hmmm, enak banget kuenya. Makasii banyak ya Ga. Aku terharu" kata Senja sambil mengunyah potongan kue yang digigitnya.
"Sama-sama" kataku sambil menyuapinya kembali.
Setelah selesai makan kue, Senja mengajakku duduk diruang tv.
"Dari kapan kamu udah ada di Bali?" tanya Senja kemudian.
"Baru nyampe hari ini tadi, beresin barang-barang bentar, trus nyariin kamu bunga sama kue, langsung meluncur kesini" kataku sambil mengelus pipi Senja.
"Aku kangen banget sama kamuuuuu" kataku melanjutkan sambil mencubit pipinya.
"Trus harusnya gimana?" tanyaku menggoda.
"Mulai deehh. Ga jelas ih" kata Senja setengah merajuk.
"Oh iya, besok malam aku jemput yaa buat makan malam dirumah" kataku kemudian teringat tujuanku datang kemari.
"Ada acara apa?" tanya Senja penasaran.
"Mama sama papa pengen ketemu calon menantunya hehehe" jawabku dambil cengingisan.
"Aku serius Egaaaaa, becanda mulu ih jadi orang" kata Senja sebel.
__ADS_1
"Aku serius. Besok anniversary mama sama papa, mereka ingin ketemu dengan kamu. Aku udah cerita ke mereka tentang kita. Dan mereka berharap bisa ketemu kamu secepatnya. Mereka udah ga sabar pengen liat calon menantunya dan pengen cepet nimang cucu" Kataku sambil tersenyum kemudian mencium tangannya.
"Kamu bisa kan?" tanyaku.
"Kenapa semua serba mendadak, sampe sekarang aku masih shock kamu tiba-tiba bisa ada disini, bawain aku kejutan, trus tiba-tiba pula kamu bilang mau bawa aku ke rumahmu untuk ketemu dengan orang tuamu. Sebagai calon menantu mereka pula" kata Senja dengan ekspresi bingung.
"Kenapa memangnya? Kamu ga suka?" tanyaku heran dengan reaksinya.
"Bukan ga suka. Aku suka Ga. Bukan cuma suka, seneng banget malah. Cuma rasanya semua ini seperti mimpi buat aku. Selama ini kita jauhan, ga pernah ketemu secara langsung meski tiap hari komunikasi. Dan tiba-tiba sekarang kita ketemu trus kamu bicara tentang kita, tentang orang tua kamu, tentang.....cucu juga" kata Senja dengan wajah memerah.
Melihat muka Senja yang memerah makin membuatku gemas.
"Ini semua bukan mimpi, semua nyata adanya. Aku kangen kamu, aku sayang kamu, dan aku cinta kamu. Dulu, sekarang dan nanti. Perasaanku ga akan berubah, dan akan semakin bertambah ke depannya" kataku.
Senja termangu mendengar kata-kataku. Dia hanya terdiam sambil menatapku. Aku pun mendekatkan wajahku ke wajahnya kemudian aku kecup bibirnya yang manis. Senja pun membalas kecupanku dengan ciuman seolah tak mau melepaskan bibirku dari bibirnya. Kami pun terhanyut dalam suasana yang begitu panas. Kurebahkan tubuh Senja kemudian kuciumi bibir, pipi dan lehernya hingga Senja melenguh dan sedikit mendesah.
Tak lama Senja pun sedikit mendorong tubuhku agar aku menghentikan aksiku. Kami pun saling bertatapan, kulihat wajah Senja semakin memerah, dan aku pun semakin gemas melihatnya. Sebelum Senja sempat berucap, aku kembali membungkamnya dengan bibirku. Kuturunkan ciumanku ke lehernya dan kubuka kancing bajunya satu persatu. Senja semakin menggeliat dan tak kuasa menahan segala aksiku.
Kulitnya yang putih mulus membuatku tak bisa menahan hasrat untuk tak menyentuhnya. Aku semakin menurunkan ciumanku dan memberikan banyak bekas di dadanya. Gundukan kenyal itu membuatku begitu bergairah.
"Ga, udah yaa" kata Senja menahan tanganku agar aku tak melepas penutup dadanya.
Aku pun menghentikan aksiku dan memindahkan tanganku dari dadanya ke pipinya.
"Maaf yaa, aku begitu bergairah. Tiap melihatmu aku tak bisa menahan hasratku" kataku sambil mengelus pipinya yang masih merah.
Aku tau meski Senja begitu menikmati setiap sentuhanku, namun dia masih ingin melakukannya pelan-pelan. Aku akan penuhi permintaanmu sayang. Kukancingkan kembali bajunya yang tadi sudah kubuka. Senja hanya tersenyum malu. Kemudian kukecup keningnya.
Kami pun duduk kembali dan ngobrol banyak hal. Tentang kegiatan Senja selama dia berada di Bali, tentang bisnis orang tuanya yang sekarang lagi berkembang sehingga mereka jarang berkumpul dan itu membuat Senja merasa sedikit kesepian. Aku hanya mendengarkannya dan tersenyum melihat dia begitu antusias bercerita.
__ADS_1
Senja..
Aku semakin ga sabar untuk bisa memilikimu seutuhnya.