
Akhirnya sampai juga aku dirumahnya Senja. Seperti biasa, rumahnya tampak sepi. Mungkin pada keluar semua, batinku. Selama aku maen kerumah Senja, aku tak pernah bertemu dengan orang tuanya ataupun anggota keluarganya yang lain. Mungkin mereka semua orang sibuk, pikirku.
Akupun langsung turun dari mobil, dan kulihat Senja membuka pintu dengan senyumannya yang cantik. Senyum yang ingin selalu kulihat setiap saat.
Aku langsung menghampiri Senja. Betapa cantiknya dia hari ini. Dengan balutan dress panjang dan rambut digelung ke atas serta sentuhan make up yang natural benar-benar membuatku terpesona. Sesaat aku terpaku melihat pemandangan indah yang ada dihadapanku.
"Heiii" kata Senja mengagetkanku.
"Hobi banget bengong yaa?" tanya Senja sambil tersenyum seakan tau aku terpana melihatnya.
"Kamu cantik banget hari ini" jawabku sambil tersenyum.
"Pagi-pagi rayuannya udah keluar. Yuk masuk. Kita pemotretan dimana ni?" tanya Senja.
aku pun mengikuti Senja masuk dan melihat sisi ruang tamu yang menurutku pas buat pengambilan foto.
"Dekat jendela situ bagus. Kamu berdiri aja membelakangi jendela. Mau gaya apa terserah, udah cantik kok mau gaya apa aja mah bebas" kataku sambil cengingisan.
"Diih, pagi-pagi udah ngegombal aja" gerutu Senja sambil diam-diam tersenyum senang dengan ucapannya Ega. Senja pun langsung berdiri di dekat jendela membelakangi jendela seperti yang telah diarahkan Ega kemudian langsung berpose.
Cekrek...
Cekrek...
Cekrek...
Ega langsung mengambil foto beberapa kali. Setelah itu mereka coba pindah keruang keluarga, halaman belakang, dan tepi kolam renang.
__ADS_1
"Kamu gapapa?" tanyaku setelah melihat wajah Senja yang tiba-tiba memucat.
"Gapapa, cuma agak pusing aja. Ga tau kenapa belum ilang juga pusingnya" jawab Senja sambil memijit kepalanya.
Tiba-tiba bruuuukkkk......
Senja pingsan, spontan aku langsung menangkapnya supaya dia tidak terjatuh di lantai. Aku langsung mengangkat membopongnya ke kamar.
Kugenggam tangannya sampai beberapa menit hingga Senja sadar.
"Kita ke dokter yuk. Aku antar" kataku kawatir.
"Ga usah, minum obat juga sembuh. Udah ga usah lebay, aku beneran gapapa kok" jawab Senja sambil tersenyum.
"Kalo besok belum sembuh juga, pokoknya aku langsung bawa kamu ke dokter, mau ga mau bodo amat" kataku sambil mendengus.
"Emang perhatian. Karena aku ga mau kamu sampe kenapa-kenapa" kataku menegaskan.
"Kenapa gitu? Emang kamu siapa?" tanya Senja sambil menatapku dengan pandangan serius.
"Aku memang bukan siapa-siapa saat ini..." jawabku menggantung.
"Nah, makanya ga usah terlalu care, takutnya aku menyalah artikan perhatian kamu Ga. Pacar juga bukan udah sebegitunya" kata Senja sambil memalingkan wajahnya.
"Aku memang bukan pacar kamu, dan aku juga ga berniat jadiin kamu pacar.." kataku lirih.
__ADS_1
Senja kembali menatapku tajam. Pandangannya seolah menusuk hatiku. Aku bisa menebak apa yang ada dipikirannya saat ini. Dia pasti kesel dengan ucapanku. Aku hanya tertawa dalam hati kemudian tersenyum menatapnya.
"Aku berniat menjadikanmu istriku, aku ga butuh pacar, yang aku butuhkan hanyalah pendamping hidup, dan aku memilih kamu untuk menempati posisi itu" kataku sambil mencium tangannya yang halus.
Senja hanya terpaku, mungkin dia kaget dengan ucapanku. Aku pun juga ga nyangka bisa ngomong kayak gitu ke Senja. Entahlah, semuanya mengalir begitu saja.
"Yakin kamu memilihku?" tanya Senja langsung bangun dan senderan di kasurnya.
"Yakin. Hati dan pikiranku telah sepenuhnya terisi olehmu. Aku cuma ingin bersamamu. Saat ini dan seterusnya" jawabku.
"Aku sayang kamu. Dan akan selalu sayang sama kamu" kataku melanjutkan.
Sesaat Senja terdiam dan kulihat matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku juga sayang kamu Ga" ucap Senja lirih sambil menitikkan air mata.
"Kok nangis?" tanyaku sambil menyeka air matanya.
"Aku terharu tau. Udah ah ngegombalnya. Sebel tau lagi sakit gini dibikin nangis" jawab Senja sambil memukulku becanda.
"Udah ga usah nangis, ke depannya aku akan selalu bikin kamu senyum. Aku pengen kamu selalu bahagia apapun yang terjadi" kataku sambil memeluknya dan menyandarkannya di dadaku.
"Bener?" tanya Senja singkat sambil setengah mendongak melihat ke arahku.
"Bener" kataku sambil mencubit hidungnya.
"Awas boong" kata Senja dengan nada manja.
__ADS_1
"Iyaaaa" kataku lagi sambil mempererat pelukanku.
Kini aku kembali menemukan kebahagiaanku. Bersama Senja aku bisa melupakan segala kesedihanku dan luka masa laluku. Aku berjanji dalam hati, aku ga akan pernah ngecewain kamu. Aku akan selalu menjagamu.