Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Bali


__ADS_3

Hari ini aku beserta mama sama papa mau berangkat ke Bali. Kami mau mengecek anak cabang perusahaan yang ada disana sekaligus merayakan anniversary mereka berdua. Akhirnya aku bisa ketemu sama Senja. Senja selama ini di Bali bersama kedua orang tuanya. Orang tuanya lebih sering berada disana dibanding di Bandung karena bisnis orang tuanya di Bali sedang berkembang pesat. Jadi mau ga mau harus diawasi penuh supaya tidak terjadi kecurangan pegawainya.


Rasanya ga sabar pengen cepet ketemu kamu Senja. Udah kangen banget. Pengen ketemu pengen meluk pengen nguyel-nguyel kamu pokoknya, batinku sambil ketawa-ketawa sendiri membayangkan pertemuanku nanti.


Akhirnya sampai juga kami di Bali, kami memutuskan tinggal di villa keluarga, selama ini papa punya beberapa villa yang memang dikomersialkan, salah satu bisnis papa di pulau dewata ini. Villa kami terletak di daerah ubud Bali. Papa sengaja membangun villa keluarga didaerah ubud karena memang papa sangat menyukai alam dan disini suasananya tampak damai, indah, sejuk. Sekeliling villa nampak pemandangan hijau. Aku pun betah berada disini.


"Ga, mama sama papa berencana tinggal disini kelak untuk menghabiskan masa tua. Kamu urus rumahbyang di Bandung ya" kata papa sambil menepuk bahuku.


"Papa sama mama mau pindah ke Bali?" tanyaku kaget.


"Rencananya begitu. Cuma ya ga sekarang. Nunggu kamu nikah dan urus perusahaan dulu sepenuhnya" jawab papa.

__ADS_1


"Kamu tau kan sekarang yang mama sama papa harapkan itu apa?" tanya papa sambil tersenyum.


Aku hanya terdiam sambil mengangkat bahu tanda tak tau apa yang papa maksud.


"Mama sama papa berharap kamu bisa segera menikah dan menjalankan perusahaan papa sepenuhnya. Jadi mama sama papa tinggal maenan saja sama cucu tercinta" jawab mama tertawa sambil memelukku dan papa.


"Sabar atuh mah. Pasti secepatnya Ega kenalin calon menantu kalian. Ega yakin kalian juga pasti menyukainya. Dia gadis yang baik, cantik, sopan, anggun, pokoknya dia gadis yang begitu Ega sayang" kataku bersemangat menceritakan sosok Senja.


"Iyaa ma, sabar ya. Rencana Ega mau bawa dia kesini pas acara makan malam anniversary mama sama papa. Kebetulan dia selama ini di Bali sama orang tuanya" terangku.


"Dia orang Bali?" tanya papa penasaran.

__ADS_1


"Orang Bandung juga pa. Cuma karena orang tuanya sedang mengurus bisnis mereka yang ada di Bali, jadi untuk sementara mereka tinggal di Bali" jawabku merenangkan.


"Oh gitu. Yasudah besok malam bawa dia kesini ya. Makan malam bareng. Mama sama papa pengen tau seleramu itu kayak gimana" kata papa sambil melirik mama.


"Siap pa. Yaudah Ega keliling villa dulu. Pemandangan disini bagus banget. Seger, pengen jalan-jalan dulu sebentar disekitaran sini" kataku sambil berlalu meninggalkan mereka berdua yang selalu nempel kayak perangko.


Dimana ada mama disitu ada papa. Dan kemana pun papa pergi, disitu selalu ada mama yang mendampingi. Kelak aku pun ingin seperti mereka. Selalu didampingi oleh istriku kemanapun aku pergi dan dimanapun aku berada. Yaa, aku mulai berpikir bahwa orang tuaku menjadi patokanku kelak dimasa yang akan datang. Aku ingin seperti mereka.


Setelah puas berkeliling villa, aku duduk di tepi kolam renang, aku ingin menghubungi Senja dan membicarakan masalah pertemuannya dengan kedua orang tuaku.


__ADS_1


__ADS_2