Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Berduaan


__ADS_3

"Oh iya, aku harus ke kantornya papa" kataku tiba-tiba teringat dengan janjiku ke papa untuk ke kantornya setelah pemotreran selesai.


"Ngapain? Tumben ke kantornya papa kamu" tanya Senja heran.


"Mulai sekarang aku harus mempersiapkan diri untuk jadi penerus papa mengurus perusahaan. Papa katanya mau pensiun. Aku udah janji sama beliau untuk mempelajari seluk beluk perusahaan. Aku pelajari dulu manajemen perusahaannya papa seperti apa. Harusnya tadi pagi aku berangkat bareng papa. Cuma aku ada janji pemotretan sama kamu, jadinya kuundur setelah pemotretan baru nyusul papa ke kantornya" jelasku panjang lebar.


"Ooh, ada angin apa tiba-tiba kamu pengen jadi penerus papa ngurus perusahaan?" tanya Senja lagi.


"Karena ada calon istri yang membutuhkan suami bertanggung jawab dalam urusan nafkah. Masa iya kamu mau dikasih makan foto tiap hari?" jawabku setengah ngeledek sambil melirik Senja.


"Yaa engga" kata Senja manja.


"Makanya itu aku menerima amanah papa untuk pegang perusahaan. Selain karena ingin membahagiakan kedua orang tuaku, aku juga ingin memberikan kehidupan yang layak buat istriku kelak" kataku sambil mencium kening Senja.


"Makasih ya Ga. Aku tau kamu cowok yang baik dan bertanggung jawab, apapun itu selama baik buat kamu, aku bakal selalu dukung" kata Senja sambil merapatkan pelukannya dan kembali menyandarkan kepalanya di dadaku.


"Mungkin mulai sekarang aku bakalan agak sibuk. Kamu gapapa kan? Ini juga demi masa depan kita. Aku mau fokus belajar mengenai perusahaan papa dulu. Cuma, kalo kamu mau difoto, hubungi aku aja. Ga boleh minta foto orang lain, awas aja kalo sampe berani foto ma yang lain" kataku setengah mengancam.


"Iyaa, kamu tenang aja. Lagian setelah aku sembuh, aku rencana mau nyusul mama papa juga ke Bali. Mungkin aku juga akan lama disana" kata Senja.

__ADS_1


"Kalo kangen, aku samperin kesana yaa" bisikku lirih.


"Iyaa, kalo bisa kangen tiap hari ya" jawab Senja sambil menatapku dengan tatapan menggoda.


"Hmm, maunyaaaa" jawabku balas menggoda.


"Jadi, aku boleh pergi sekarang ga nih?" tanyaku sambil tersenyum.


"Bentar lagi yah. Masih pengen ditemenin kamu. Bentaaaaarrrr aja. 10 menitan" kata Senja makin manja.


Entah kenapa aku menyukai sifat manjanya ini. Aku jadi merasa dibutuhkan dan berarti sebagai seorang cowok.


Dunia benar-benar indah saat ini. Hanya ada aku dan Senja yang menikmati kebersamaan kami. Seolah waktu berhenti sejenak.


Setelah beberapa menit kemudian Senja melepas pelukannya.


"Mau pergi sekarang?" tanya Senja kemudian.


"Udah boleh pergi?" tanyaku sambil senyam senyum.

__ADS_1


"Udaaaahhhh, sana gih" jawab Senja setengah mendorong tubuhku.


"Boleh cium?" tanyaku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya.


Kulihat muka Senja memerah karena malu. Dia pun hanya terdiam sambil terus menatapku.


Tanpa menunggu jawabannya, akupun langsung mencium bibirnya dengan lembut. Entah kenapa aku jadi ketagihan mengecupnya. Senja pun membalas ciumanku dan memeluk leherku.


Setelah beberapa saat lamanya, aku melepaskan ciumanku. Sebenarnya aku tak ingin menyudahinya, cuma aku harus menjaga sikap dan ga ingin disebut memanfaatkan keadaan dan mencuri kesempatan. Akhirnya kutahan diriku agar tidak berlanjut lebih dalam lagi.


Aku mengelus pipinya dan mengecup keningnya.


"Aku pergi dulu ya" kataku sambil mengecup bibirnya singkat.


"Iya, hati-hati yaa" jawab Senja sambil tersenyum.


"Cepet sembuh, love you" kataku sambil berbisik di telinganya.


"Love you too" jawab Senja.

__ADS_1


Aku pun langsung meluncur ke kantor papa untuk mulai mempelajari manajemen perusahaan. Papa punya perusahaan induk di Bandung dan beberapa cabang yang tersebar di beberapa kota.


__ADS_2