
"Trus kalian masih berhubungan setelah itu?" tanya Lara.
"Masih. Dia ngasi kabar sesampainya di Inggris. Kami masih komunikasi cuma ya gitu. Ga bisa ketemu. Saat aku chat, dia lagi tidur, saat dia chat, aku nya yang lagi tidur. Kami susah menyesuaikan waktu. Tahun pertama masih lancar komunikasi, namun ditahun-tahun berikutnya, dia makin susah dihubungi. Entahlah, mungkin karena tugasnya yang mulai banyak dan dia harus tetap fokus dengan kuliahnya supaya beasiswanya tetap berlanjut. Sampai akhirnya bener-bener ga ada komunikasi sama sekali. Dia ngilang gitu aja. Chatku ga direspon sama sekali sama dia" jawabku sambil mengingat kembali masa itu. Masa dimana aku sampai mengemis perhatian dan waktunya.
"Kamu ga nyusul dia kesana?" tanya Lara lagi.
"Udah. Aku sempet mengunjungi dia kesana pas liburan semester kuliahku. Dan kamu tau, aku cuma dapat kekecewaan. Sampe sana bahkan aku ga bisa ketemu sama dia. Alasan dia dengan jadwal yang begitu padat dan sibuk serta capek yang membuat dia ga sempet ketemuan sama aku. Yaa kamu bayangin sendiri aja, udah jauh-jauh aku kesana nyamperin dia, eh dianya kayak gitu. Sama sekali ga menghargai usahaku untuk ketemu sama dia. Ketemu semenit juga gapapa asal aku bisa ngelihat dia dan tau keadaannya. Aku bener-bener ngerasa diacuhkan dan dibuang gitu aja" jawabku sambil menahan luka yang membasah lagi. Perih yang dulu telah kering kini kembali merembes kembali mengorek relung hatiku.
"Sorry ya Ga, bukan maksudku membuka luka lama kamu, aku ga nyangka perasaan kamu sedalam itu ke Lara" kata Senja sambil memegang tanganku dan tersenyum. Senyum yang hangat, sehangat hatinya.
"Iya gapapa. Selow aja. Aku udah move on kok. Entahlah, aku seperti hidup lagi. Duniaku kembali berwarna sejak bertemu kamu" kataku setengah ngegombal.
Terima kasih Senja telah hadir di hidupku. Rasanya aku kembali bersemangat melewati hari yang selama ini terasa hampa.
"Mulai gajenya" kata Senja sambil manyun.
"Pulang yuk, capek" ajak Senja tiba-tiba.
"Mau dipijit?" tanyaku sambil cengingisan.
"Enggak, makasih banget loh tawarannya sangat ga berfaedah" jawab Senja dengan muka juteknya. Meski jutek, tetep cantik koq. Hehe.
"Loh berfaedah sekali itu. Bisa menghilangkan capek. Kan enak kalo dipijit" jawabku masih ngotot menawarkan pijitan.
"Bodooo amat. Yuk pulang yuk" rengek Senja.
"Ayoook, bentar yaa aku ke kasir dulu, bayar minum dulu" kataku sambil berdiri menuju kasir diikuti Senja.
Setelah membayar minuman, aku dan Senja langsung keluar cafe tanpa berpamitan ke Panji. Kulihat Panji tampak sibuk dengan pelanggan-pelanggannya.
Selama diperjalanan pulang, aku dan Senja ngobrol banyak hal. Kita juga berencana untuk jalan bareng lagi guna pengambilan foto. Akhirnya sampai juga dirumah Senja. Aku langsung pamit pulang karena sudah malam, ga enak juga sama orang tuanya kalo malam-malam mampir, pikirku.
__ADS_1
"Aku langsung pulang ya" kataku setelah sampai dirumah Senja.
"Ga mampir dulu?" tanya Senja basa basi.
"Kapan-kapan aja ya. Udah malam, ga enak sama orang rumah" jawabku sambil tersenyum.
"Oke" jawab Senja balas tersenyum.
Senja langsung turun dari mobil kemudian masuk ke rumahnya. Kulihat dia sampai masuk ke dalam rumah baru aku tancap gas pulang ke rumahku.
Hari ini seharian aku bersama Senja. Cape n pegel banget ni badan, pulang ke rumah pengennya langsung tidur, pikirku. Besok mo ngebo seharian ah.
Setelah sampai rumah, langsung kurebahkan badanku ke kasur sambil memejamkan mata merilekskan badan.
Dring..
Bunyi pesan masuk. Kulirik hp ku, chat dari Senja.
"Zzzzz, baru juga niat langsung merem" balasku.
"Mandi dulu gih. Aku tungguin. Habis mandi langsung chat aku, oke" balas Senja.
"Diiihh. Oke. Tapi kita video call yaa. Temenin aku mandi" jawabku nakal sambil cekikikan sendiri.
"Egaaaaaaaaaaaa" balasan chat dari Senja. Aku langsung terkekeh membayangkan ekspresi mukanya seperti apa.
"Iya neng Senja. Aa' mandi dulu ya" jawabku sambil berjalan menuju kamar mandi. Mandi pake air hangat aja biar enak ntar bobonya. Aku pun menyalakan air hangat dan segera mandi.
Selesai mandi, aku bergegas mengambil hp yang ada dikasur.
"Udah selesai mandi nih. Kamu lagi apa?" aku chat Senja ngasih tau kalo udah selesai mandi seperti perintahnya tadi.
__ADS_1
"Lagi rebahan aja ini. Kepala agak pening" balas Senja.
"Kamu sakit? Udah minum obat? Dari kapan peningnya?" tanyaku kawatir.
"Dari tadi sih. Tadi sampe rumah langsung makan trus minum obat. Habis itu chat kamu" balas Senja.
"Yaudah kamu istirahat sekarang gih" kataku.
"Iya, kamu juga ya" balas Senja singkat.
"Iya. Cepet sembuh ya. Have a nice dream" balasku.
"Have a nice dream too" balasan dari Senja.
Setelah itu aku mulai memejamkan mata dan mulai memasuki alam mimpi. Badan yang tadinya terasa cape berangsur rileks. Dan aku pun bobo dengan nyenyak.
.
.
.
.
.
Makasii banget buat yang uda dukung n support novelku sampai detik ini.
.
Jazakallahu khairan πππ
__ADS_1