Senja Dalam Kenangan

Senja Dalam Kenangan
Perjalanan Dengannya


__ADS_3

"Jadi kamu ingin foto yang seperti apa dengan tema apa?" tanyaku membuka percakapan sambil menunggu pesanan minum datang.


"Foto diri, photoshoot biasa gitu. Tema senja. Buat koleksi pribadi" jawabnya


"Eh, narsis yaa, temanya seperti namanya. Fotonya sendiri pula" kataku sambil tertawa kecil


"Aku menyukai suasana senja. Waktu aku melihat foto terakhir di blogmu senja kemarin itu, aku tertarik. Makanya aku langsung menghubungi kamu" terangnya


"Oh, jadi kamu jg yang like fotoku malem2 itu?" tanyaku penuh selidik


"He em" jawabnya sambil menganggukkan kepala


"Jadi mau foto dimana?" tanyaku kemudian


"Kamu ada rekomendasi tempat yang bagus gak?" tanya nya meminta saran


"Ke bukit moko aja yuk. Sekalian liat citylight disana. Keren parah" kataku bersemangat


"Oke" jawabnya singkat


"Es capucino datang, silahkan dinikmati" Panji datang sambil membawa nampan dengan 2 es capucino


"Makasii mas Panji" kata Senja sambil mengambil gelas es capucino dan langsung menyruputnya

__ADS_1


Panji hanya tersenyum kemudian dia berlalu kembali.


Suasana hening sesaat. Aku dan Senja menikmati es capucino sambil melihat keluar jendela.


"Berangkat sekarang yuk, takutnya kesorean ntar sampe sana" kata Senja memecah keheningan


"Langsung kesana kita? Kamu udah bawa perlengkapan yang kamu butuhkan untuk pengambilan foto?" tanyaku seraya menghabiskan es capucino yang tinggal sedikit


"Aku cuma bawa diri aja. Ga perlu perlengkapan apa2" jawabnya sambil ketawa


"Oke. Kamu kesini naik apa? Ke bukit moko barengan aja gmn?" Tanyaku sambil berdiri dan berjalan ke arah kasir.


"Aku naik mobil. Tu parkir di depan" jawabnya sambil menunjuk mobil sedan putih yang terparkir tepat di sebelah mobilku


Sampai di depan cafe, Senja langsung melemparkan kunci mobilnya ke arahku.


Aku langsung duduk di kursi pengemudi dan segera meluncur ke bukit moko.


Sepanjang perjalanan, aku dan Senja ngobrol tentang banyak hal. Ternyata dia anaknya humoris dan pintar. Kami hanya ngobrol sebatas hal hal biasa. Aku ga berani membahas masalah kehidupan pribadinya karena menurutku itu terlalu berlebihan. Mungkin aku dan Senja hanya bertemu sekali ini saja dan itu juga sebatas hubungan kerja, jadi ga perlu lah tau kehidupannya seperti apa. Pikirku.


Aku tak tau jika ternyata ke depannya takdir masih mengikat kami.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, akhirnya sampai juga di bukit moko. Udaranya sangat sejuk cenderung dingin. Kenapa aku ga bawa jaket ya tadi. Pikirku.

__ADS_1


"Kita sampai" kataku memecah lamunannya.


"Eh, udah sampe yaa, ga kerasa" jawabnya sambil melihat ke arahku.


"Kita turun sekarang yuk. Cuaca lagi enak. Kita bisa dapat foto yang bagus kalo cuaca mendukung kayak gini" kataku sambil beranjak turun dari mobil.


"Yuk" jawabnya singkat sambil turun dari mobil mengikutiku.


Kami menyusuri jalan setapak dengan pemandangan hutan pinus di kanan kiri jalan. Sangat indah. Aku langsung menyeting kameraku dan mulai mengambil foto hutan pinus. Senja sudah berada beberapa langkah di depanku. Dia terus berjalan sementara aku sesekali berhenti untuk memgambil foto.


"Senja" panggilku


"Iya?" Dia menoleh sambil tersenyum ke arahku.


Cekrek. Aku langsung mengambil moment tersebut untuk kuabadikan dalam foto.


"Heiii, kenapa ambil fotoku tanpa memberitahu lebih dulu?" tanya nya sambil manyun.


"Foto natural lebih indah dan cantik" kataku sambil tersenyum


"Jalan lagi yuk" kataku sambil berjalan kembali


Senja hanya diam. Dia kembali berjalan tanpa berkata sepatah kata pun.

__ADS_1


__ADS_2