
Hari ini hari minggu, rasanya malas sekali mo ngapa-ngapain. Aku termasuk kaum rebahan yang banyak menghabiskan waktu libur dengan malas-malasan di kasur sambil maenan hp. Mau jalan kemana juga bingung pikirku.
Ah iya, aku jalan ke kota aja kali ya sambil uji coba kameraku. Kemarin kan cuma foto suasana malam, sekarang aku pengen coba suasana terang kayak gini.
Aku langsung beranjak ke kamar mandi dan bersiap untuk jalan ke kota. Tanpa sarapan, aku langsung meluncur menggunakan motor dan kamera di tas.
Aku menikmati perjalanan, nyetir motor pun ga ngebut. Jalan santai lebih menyenangkan apalagi sambil menikmati perjalanan. Walaupun ga begitu jauh dari rumah, setidaknya aku bisa melihat-lihat deretan berbagai macam pertokoan. Rame sekali hari minggu. Sebagian turis dan wisatawan memenuhi trotoar dan pusat perbelanjaan batinku.
Mungkin bakalan agak susah untuk take foto kalo suasananya seperti ini, pikirku sedikit kecewa. Tapi mau gimana lagi, udah terlanjur kesini masa iya balik rumah lagi tanpa hasil apa-apa.
Akhirnya aku memarkir motorku di depan sebuah cafe. Aku putuskan untuk ngopi sejenak sebelum mulai hunting foto. Aku duduk di depan supaya bisa mengamati situasi dan kondisi jalanan.
"Mau pesan apa mas?" tanya seorang waiter menghampiriku.
"Es capucino satu ya" jawabku tanpa melihat menu yang dia sodorkan kepadaku.
__ADS_1
"Ada lagi mas?" tanya nya.
"Udah itu aja" jawabku sambil membuka tas dan mulai menyeting kamera.
"Es capucinonya tambah satu mas" tiba-tiba ada suara cewek dari belakang yang mengagetkanku.
"Lara, ngapain lo disini?" tanyaku kaget sekaligus heran.
"Gue liat lo duduk disini, makanya gue samperin. Gue dari toko roti sebelah tuh" katanya sambil menunjuk toko roti yang berada sebelahan dengan cafe kemudian duduk di depanku.
"Iya mas, udah bener pesanannya" kataku. Waiter pun lalu pergi menyiapkan pesananku dan Lara.
"Kerjaan lo kelayapan di kota ya? dari kemaren tiap gue ke kota kok elo selalu nongol" tanyaku heran.
"Ga juga. Tapi emang gue suka jalan ke kota sih, ngeliat keramaian, sekedar jalan muter-muter liat orang lalu lalang, kadang itu semua bisa bikin pikiran sedikit terhibur" katanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Ah, senyum manis itu kembali menghiasi wajahnya yang cantik, batinku. Aku pun tanpa sadar ikut tersenyum.
"Lo butuh hiburan? Tampang lo kayak ga ada susah-susahnya sama sekali. Selalu senyum " kataku sambil menyenderkan badan ke kursi.
"Bukan berarti gue ga pernah susah kan. Kalo ada masalah memang ga pernah gue umbar, cukup gue lah yang tau. Gue ga mau orang lain ikut larut dalam masalah gue. Kasian tau kalo kita harus nyeret orang tanpa salah ke dalam masalah yang akhirnya bikin orang lain ikutan bermasalah" katanya panjang lebar.
"Dih, omongan lo njelimet gitu salah masalah bermasalah apalah itu" kataku sambil garuk-garuk kepala.
Lara hanya tertawa mendengar ucapanku itu.
"Minum yuk, seger nih siang-siang gini minum es capucino" kataku sambil menyeruput dan mempersilahkan Lara untuk minum juga.
Beberapa saat kami saling terdiam dan menikmati setiap sruputan es capucino yang begitu enak. Terkadang pandangan kami saling bertemu. Kenapa es capucinonya terasa sangat enak ya, apa karena ada cewek cantik yang nemenin. Ah, otakku kenapa jadi gesrek gini ya, batinku.
Aku mengambil kameraku dan mulai mengambil foto Lara. Saat dia tersenyum, saat dia mengibaskan rambutnya yang hitam dan lurus sepunggung, sat dia menyeruput es capucinonya. Semua tampak begitu cantik dan indah.
__ADS_1
Entah sejak kapan aku mulai mengaguminya, tapi setiap ada waktu bersamanya, aku selalu memotretnya dan dia selalu tampak sempurna di kamera.