
"Ngopi dulu yaa, abah nasi gorengnya masih persiapan buka tuu" kataku sambil menunjuk kearah penjual nasi goreng seberang cafe.
"Iya, eh ga pesen sekalian aja? jadi begitu si abah selese bisa langsung masakin buat kita, daripada ntar keduluan pembeli laen" kata Senja memberi ide.
"Hmm, boleh juga tu. Yaudah bentar yah aku pesenin dulu. Kita makan disini aja sekalian sama Panji. Tadi dia minta dipesenin juga" kataku sambil berdiri menuju bapak penjual nasi goreng.
"Eh Ga, aku nasi goreng pedes tanpa sayur tanpa saos yah" kata Senja.
"Ha? Oke" kataku setengah kaget sambil berlalu keluar cafe.
Kita punya selera yang sama ya. Hmm..
"Abah, nasi goreng 3 ya. Yang dua pedes tanpa sayur tanpa saos. Yang satu pedes komplit" kataku kepada penjual nasi gorengnya.
"Siap mas. Ditunggu ya" jawab si abah.
"Bah, nanti pesenannya diantar di cafe seberang ya. Saya duduk di kursi pojok kanan. Tu keliatan kok yang ada cewek duduk" kataku sambil menunjuk ke cafe.
"Iya mas, nanti saya antar" kata abah sambil mulai memasak nasi goreng.
Aku pun kembali ke cafe dan duduk kembali bersama Senja. Malam yang dingin memang cocok makan n minum yang panas2 batinku.
"Oh iya, foto2 kamu besok aja yaa aku kirim hasilnya via email" kataku membuka percakapan kembali dengan Senja.
__ADS_1
"Oke, pastikan hasilnya bagus ya. Awas aja kalo jelek" jawabnya sambil menyeruput capucino panas.
"Loh, bagus jeleknya kan tergantung modelnya" jawabku sambil terkekeh.
"Yee, mau modelnya cakep, jelek, jontor itu mah bisa dibikin keren kalo fotografernya profesional" jawabnya ga mau kalah.
"Aku masih newbie kaka, masih amatir belum propesional. Gimana donk?" kataku sambil pasang muka sok imut.
Dih, sejak kapan kelakuanku alay lebay gini ya. Harga diri kemana perginya woy. Balik sini.
"Yaah, aku salah pilih fotografer donk. Duuh ancur pasti fotonya kayak yang motret" balas Senja sambil melirik ke arahku.
"Anjiiirrr, tega bet dah ngatain aku ancur" kataku sambil manyun.
Tiba tiba abah penjual nasi gorengnya datang mengantar pesanan.
"Ini pesanannya nasi goreng pedes tanpa sayur tanpa saos dua, yang satu sebentar ya mas" kata si abah.
"Iya bah. Makasih ya, abah ngagetin aja tiba tiba datang" kataku.
"Masnya yang bengong atuh" jawab si abah tersenyum sambil berlalu mengambil satu pesanan lagi.
"Sttt, lagi bengong ya? awas kesambet" kata Senja setengah meledek.
__ADS_1
"Terussssiiin ngeledeknya. Untung situ cakep" kataku secara ga sadar memujinya.
"Alhamdulillah dari lahir udah cakep. Baru nyadar mas?" jawab Senja sambil terus meledekku.
"Diih kok ngeselin yaaa" kataku sambil reflek nyubit pipinya.
"Aww sakit tau" gerutu Senja sambil manyun.
Tiba tiba si abah datang antar pesanan buat Panji.
"Ini mas pesanan yang satunya" kata si abah.
"Iya bah, makasih yaa" jawabku sopan sambil menerima piring nasi goreng pesenan Panji dan menaruhnya di meja.
"Nji, ni makananmu udah dateng. Yok makan dulu" kataku memanggil Panji yang dari tadi stay di meja kasir.
"Okee siap" jawab Panji sambil berjalan menghampiri meja kami.
"Wangii banget nih nasi goreng, perutku sudah meronta gakaruan dari tadi" kata Panji sambil mencium aroma nasi goreng yang ada di depannya.
"Selamat makan semuanya" kataku sambil mulai menyendok nasi goreng yang ada di depanku.
Aromanya begitu menggoda. Kami bertiga langsung makan dengan lahap tanpa bersuara. Hanya menikmati setiap sendok demi sendok makanan yang ada di hadapan kami hingga sendokan terakhir.
__ADS_1