
"Nji, gua pulang dulu ya. Mo edit foto dulu sekalian pilih2 foto buat setorin ke Senja besok" kataku akhirnya setelah Panji mengingatkan memori masa lalu.
"Buru buru amat. Ga nyante dulu disini?" kata Panji.
"Kapan2 gua kesini lagi ngapelin elu" kataku sambil cengengesan.
"Yee, ogah banget diapelin ma lu. Kalo diapelin Senja, gua mau" balas Panji sambil ketawa.
Hahaha. Dalam hati aku tertawa. Kenapa perasaanku jadi sensi yaa tiap Panji nyebut nama Senja. Aku hanya tersenyum tak menanggapi candaan Panji. Sengaja ga kuteruskan supaya obrolan tentang Senja ga berlanjut.
"Yaudah gua cabut dulu ya" kataku sambil berdiri dan menepuk bahu Panji.
"Iya bro, hati2 yaa" jawab Panji sambil tersenyum ke arahku.
Setelah membayar minuman di kasir, aku langsung bergegas menuju mobilku dan tancap gas menuju rumah. Sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi dengan Senja. Yaa. Padahal kami baru bertemu hari ini, tapi kenapa aku bisa langsung tertarik padanya ya. Apa yang membuatku penasaran sama tu cewe. Pikiranku terus berkecamuk. Pertanyaan demi pertanyaan muncul disana.
Ah tau ah, mungkin aku hanya tertarik karena Senja punya kepribadian yang baik. Dia lucu, sederhana, baik dan cantik, batinku.
Sampai dirumah, aku langsung menuju ke kamar mandi. Rasanya pingin mandi air hangat untuk merilekskan badan. Setelah selesai mandi, baru aku buka laptop dan menyambungkan kameraku. Aku mulai memindahkan semua foto2 Senja ke laptop dan memilih2 foto yang kuanggap bagus.
Hmm..
__ADS_1
Hampir semua fotonya bagus dan sempurna. Cantik, indah, menawan. Gumamku dalam hati sambil terus memilih dan memilah foto.
Setelah selesai memilih dan mengedit sedikit, akhirnya selesai juga kerjaanku. Besok tinggal kirim Ke email Senja. Ada satu foto yang menarik bagiku. Hmm, kupajang di blogku aja satu foto ini. Ga kliatan mukanya kok. Jadi gpp lah yaa. Setelah aku upload, aku kasih caption yang menggambarkan tentang foto itu.
Mataku mulai berat. Setelah kubereskan perangkat kerjaku, aku langsung memejamkan mata dan mulai masuk ke alam mimpi.
09.00 pagi
Drrttt... drrtttt... drrrttttt...
Suara hp bergetar. Ada panggilan masuk.Dengan mata masih setengah merem dan nyawa yang belum terkumpul semua, tanganku mencari2 hp diatas meja sebelah kasur yang berbunyi.
"Hallo, Ga. Fotonya belum kuterima yaa. Kapan di email?" suara Senja menyapa.
"Ntar ya, tinggal kirim doang. Masih berat mataku. Tunggu nyawa ngumpul dulu" jawabku sambil merem.
Dan akupun ketiduran kembali tanpa tau Senja mengucapkan apa setelah mendengar jawabanku.
12.00 siang
Tiba tiba aku melek mendadak karena langsung teringat masalah foto yang harus kukirim ke Senja. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.
__ADS_1
Astaga, kenapa aku ketiduran sampe siang begini ya. Duuh mati aku. Senja pasti nungguin hasil fotonya. Langsung kubuka email dan kukirimkan foto2 yang kemarin sudah kupilih dan ku edit.
Drrrttt....
Hp ku bergetar. Kulirik notifnya ada chat masuk. Dari Senja.
"Thanks emailnya sudah kuterima. Btw, lama amat yaa ngumpulin nyawanya" isi chat dari Senja.
"Hehehe, sorri aku ketiduran lagi. Efek kenyangan semalem" balasan chat dariku.
"Apa hubungannya woii kekenyangan sama molor ampe siang" balasan chat Senja.
"Yaa dihubung2in aja. Maksa juga gpp" balasku kembali.
"Diiihhh gaje. Aku cek dulu yaa fotonya" balasan chat Senja.
"Okee" balasku singkat.
Kemudian aku rebahan kembali di kasur. Hari ini rasanya malas ngapa2in. Pengen santai dirumah aja. Lagi ga mood hunting foto. Pikirku.
Kuputuskan untuk merem dan melanjutkan kembali mimpi yang ga pernah nyambung setelah terbangun dengan mimpi sebelumnya.
__ADS_1