
Pagi jam 07.00
Kriiinngggg...
Kriiinngggg...
Kriiinngggg...
Alarm jam berbunyi, sudah jam 7 pagi, aku pun bergegas bangun kemudian masuk kamar mandi. Hari ini aku ke kantor cabang papa untuk meeting membicarakan masalah kebocoran ide presentasi sponsor. Jadi aku ga boleh sampe datang telat.
Setelah selesai mandi, aku bersiap-siap kemudian sarapan pagi. Aku menyiapkan sarapan sendiri karena memang di villa kami tidak ada pembantu, hanya ada tukang bersih-bersih yang datang setiap tiga hari sekali karena villa jarang ditempati.
Aku masak menu simpel. Nasi goreng dengan bumbu instan dengan lauk telor ceplok dan sosis goreng. Setelah selesai sarapan, aku langsung meluncur ke kantornya papa.
"Halo pa, udah dikantor?" tanyaku menelepon papa.
"Sudah Ga, papa tunggu diruang meeting ya" jawab papa.
__ADS_1
"Oke pa, Ega dalam perjalanan kesana" jawabku sambil menutup telepon.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, akhirnya aku sampai juga di kantornya papa. Aku langsung masuk menuju ruang meeting. Di dalam ruang meeting sudah ada papa dan beberapa orang penting lainnya dari beberapa divisi.
"Selamat pagi semuanya" salamku.
"Selamat pagi pak Ega" mereka menjawab salamku.
Aku langsung duduk di kursi ujung dimana kursi ujung satunya ditempati papa. Tinggal menunggu beberapa orang lagi maka meeting akan segera dimulai.
Setelah semua lengkap, kami pun segera memulai meeting dan membahas apa saja permasalahan yang dihadapi di anak cabang sini.
"Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan rancangan presentasi kita? " tanyaku ke Thomas.
"Yang memegang dan bertanggung jawab untuk desain dan rancangan itu Bima. Karena ide presentasi untuk menarik sponsor ini termasuk rahasia perusahaan, jadi sedikit yang tahu mengenai isi detail rancangannya, selain itu kita juga belum mempublikasikan ke seluruh divisi karena menunggu hasil dari presentasi. Apabila ide kita tembus sponsor, baru kita umumkan dan kita berikan penghargaan kepada siapa saja yang berkontribusi" kata Thomas menerangkan.
"Bima, bisa kamu jelaskan sekarang bagaimana data kamu bisa bocor hingga sedetail itu? Kamu tau kan dampaknya fatal banget seperti sekarang. Kita kehilangan salah satu pihak sponsor terbesar" kataku bertanya kepada Bima yang saat itu hadir meeting juga.
__ADS_1
"Saya juga bingung kenapa data saya bisa bocor pak, padahal komputer di ruangan saya sudah saya password sedemikian hingga tak ada yang bisa membukanya selain saya. Data hanya saya save di komputer, tidak ada copy an sama sekali" kata Bima menjelaskan.
"Udah cek cctv? " tanyaku kemudian.
"Sudah pak, tepat diluar ruangan saya, yang keluar masuk hanya saya, sekretaris, OB, dan tim yang ikut andil dalam pembuatan presentasi ini. Kami pun juga bingung bagaimana data itu bisa bocor" terang Bima dengan wajah serius.
"Hmm, Andre, aku ingin melihat rekaman cctv dimulai seminggu sebelum presentasi" kataku kemudian setelah beberapa saat berpikir.
"Baik pak, segera saya siapkan" kata Andre selaku petugas bagian cctv.
Tak lama kemudian Andre memutar rekaman cctv yang berada diluar pintu ruangan Bima. Memang tidak ada yang aneh, hanya orang yang berkepentingan yang keluar masuk ke dalam ruangannya. Itu juga timnya Bima yang seliweran dan Bima pasti juga ada diruangannya saat mereka masuk. Kecuali satu orang. Tapi apa mungkin dia, bagaimana caranya mengambil data pribadi perusahaan di komputernya Bima yang dikunci password.
Hmm, aku masih mencoba berpikir bagaimana orang itu bisa senekat itu, apa mungkin dia mata-mata perusahaan rival yang sengaja dikirim untuk menjatuhkan perusahaan papa?
"Pak Ega, apakah ada yang mencurigakan di dalam rekaman cctv tersebut? Perlu diputar kembali atau bagaimana pak" tanya Andre mengusik lamunanku.
"Ga perlu Andre, terima kasih udah menunjukkan rekamannya. Akan aku selidiki langsung masalah ini" jawabku.
__ADS_1
Akhirnya aku menutup meeting yang membahas masalah kebocoran data ini. Aku sudah berpikir dan mulai mendapat titik terang. Hanya saja aku tidak mau membicarakannya dengan orang lain. Takut semua rencanaku ketahuan hingga akhirnya berantakan. Aku ga mau itu terjadi, aku hanya ingin membuktikan bahwa tuduhanku terhadap orang itu benar. Semoga masalah ini bisa cepat selesai.