
Keesokan harinya
"Ga, Ega, bangun sayang. Katanya hari ini mau ikut ke kantor papa?" mama membangunkanku.
"Jam berapa ini ma?" tanyaku sambil mengucek mata.
"Jam tujuh sayang. Ayok buruan mandi, siap-siap trus sarapan bareng dibawah" jawab mama.
"Duh, aku lupa ma. Pagi ini aku ada janji pemotretan sama klien. Gimana dong. Aku siang aja ke kantor papa ya? Janji besok ga bakal lupa lagi. Mulai besok serius belajar tentang manajemen kantornya papa" kataku.
Aku lupa hari ini mau ke kantor papa untuk mulai mempelajari perusahaan, mana udah terlanjur janjian sama Senja pula untuk pemotretan dirumah.
"Yaudah kamu mandi dulu aja yang penting. Nanti bicara dibawah sama papa ya. Jangan kecewain papamu" kata mama sambil keluar dari kamarku.
"Iya ma" jawabku kemudian bangun dari kasur langsung menuju kamar mandi.
Selesai mandi, aku langsung siap-siap kemudian turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan bareng sama mama papa.
"Lho Ga, kamu mau kencan ato mau kerja?" tanya mama heran melihatku tampil rapi namun santai.
"Mau kerja ma. Lokasi pemotretannya dirumah aja" jawabku sambil mengambil piring kemudian duduk gabung sama mereka.
__ADS_1
"Kok dandanan kamu kayak orang mau kencan" kata papa heran.
"Diih papa, dibilangin mau pemotretan juga. Maaf ya pa, Ega lupa hari ini harusnya ke kantor papa. Cuma Ega terlanjur terima tawaran buat pemotretan pagi ini. Gapapa kan pa kalo nanti siang habis pemotretan ke kantornya?" tanyaku ke papa sambil makan.
"Iya gapapa. Ga usah buru-buru Ga. Yang penting ada niatan dari kamu papa udah seneng" kata papa sambil tersenyum.
Kami pun menghabiskan sarapan bersama-sama. Selesai sarapan, aku langsung pamit mau langsung ke tempat Senja.
"Ma, pa, Ega pergi dulu. Pa, sampai ketemu nanti siang di kantor ya" kataku pamit sambil mencium tangan mama sama tangan papa.
"Iya sayang, ati-ati yaa" jawab mama sambil mengelus rambutku.
*
*
"Iya pa, kita tunggu aja kabar baik dari Ega" jawab mama ikut tersenyum.
*
*
__ADS_1
Aku langsung meluncur kerumah Senja. Pagi yang cerah, suasana hatiku tampak begitu baik. Mungkin karena mau ketemu Senja. Ntah kenapa aku selalu merindukannya tiap waktu.
*Dirumah Senja
"Kakak mau kemana?" tanyaku melihat kak Dirga bersiap rapi lengkap dengan tas besar.
"Kakak mau nyusul mama sama papa ke Bali. Papa semalem telepon katanya butuh bantuan ngurus cabang, mau ga mau kakak harus segera berangkat. Ini juga mendadak banget dek. Kamu kakak tinggal gapapa ya. Ada bibi yang nemenin, kalo ada apa-apa tetep jangan lupa kasih kabar ke kakak" jawab kakak sambil menghampiriku dan memelukku.
"Iya kak. Hati-hati yaa. Salam buat mama sama papa. Kalo kondisi udah baikan, Senja nyusul ke Bali juga" kataku membalas pelukan kakak.
"Iya dek. Kakak berangkat dulu ya" pamit kak Dirga.
"Iya kak" jawabku sambil mengantar kak Dirga sampai pintu depan.
Setelah kepergian kak Dirga, aku langsung beranjak ke kamar mandi. Mau mandi terus siap-siap untuk pemotretan dengan Ega."
Selesai mandi sama siap-siap, aku langsung menuju ruang makan untuk sarapan. Bibi nyiapin bubur ayam buat sarapan, pasti disuruh kak Dirga, batinku.
Selesai sarapan, aku cuma duduk-duduk diruang keluarga sambil menunggu Ega datang. Kepalaku masih agak pusing, agak mual juga rasanya.
Beberapa menit kemudian, aku dengar suara mobil parkir di halaman. Itu pasti Ega. Tanpa menunggu dia mengetuk pintu, aku pun langsung membuka pintu depan, dan benar saja. Yang datang adalah Ega. Aku tersenyum melihatnya turun dari mobil.
__ADS_1