Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Tenang bagai air yang mengalir.


__ADS_3

Mendengar ucapan Song Xuanren barusan, Li Ho serasa ingin sekali tertawa dengan begitu kerasnya. “kau bilang apa?.... Li Ying, putri kecilku adalah orang yang menyelamatkan nyawa kaisar?! ” Ia tertawa kecil, merasa begitu lucu dengan pernyataan sahabat nya itu. “Song Xuanren, tidak ku sangka kalau Imajinasi mu begitu tinggi!! ” Ucapnya dengan nada ejek kan.


Melihat kalau sahabatnya, Li Ho sama sekali tidak mempercayai ucapannya. Song Xuanren pun hanya bisa memutar bola matanya malas dan berkata. “Kau tidak percaya.... maka baiklah! ” Kemudian kejadian saat di pasar tadi terlintas di ingatannya. “... Namun, kau harus tau kalau di pasar tadi.... putri kecilmu telah menghajar empat orang preman!!.... bayangkan saja, empat orang preman!!!” Ucapnya seraya menunjukkan empat kari di tangannya.


Li Ho terkekeh geli dengan ucapan Song Xuanren barusan. Dalam hati, ia menduga duga kalau sahabatnya itu baru saja terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras.


“Song Xuanren, bagaimana kalau aku memanggilkan tabib untuk mengobati lukamu? ” Tanya Li Ho kepada sahabatnya itu.


Nampak saat ini Song Xuanren mengerutkan dahinya dengan heran. “Apa maksud mu itu?!.... aku baik baik saja dan tidak sedang sakit!!” Ia mendengus, merasa sangat kesal karena Li Ho telah menganggap dirinya tidak waras.


“Li Ho, sebaiknya kau jangan berpura pura tidak mengetahui kemampuan putri kecilmu itu!!....” Song Xuanren menatap Li Ho dengan begitu serius, dalam pancaran matanya saat ini sama sekali tidak menunjukkan guyonan sedikitpun. “.... aku hanya ingin bertanya satu hal kepadamu, siapakah guru yang kau bayar untuk mengajari putri kecilmu itu?! ” Tanyanya dengan begitu tidak sabaran.


Alis kanan Li Ho kini terangkat, tatapan yang ia berikan kepada Song Xuanren itu seperti seseorang yang menatap mahluk bodoh saja.


“Song Xuanren, berhentilah mengkhayal!!..... Li Ying, putriku itu bahkan belum pernah menyentuh benda tajam... ” ia menghela nafas, merasa sedikit aneh dengan pertanyaan Song Xuanren barusan. “.... lagipula dengan tubuhnya yang begitu mungil, bagaimana bisa ia menghadapi empat orang preman sekaligus?!! ” Tanyanya dengan gemas.


Masih mendapati kalau Li Ho, sahabatnya itu sama sekali tidak menganggap serius ucapannya. Song Xuanren menghela nafas kasar seraya berkata. “Terserah saja!.... jika kau tidak mempercayai ucapan ku maka baiklah, itu tidak masalah!! ” Ucapnya dengan kesal.


Kemudian, pandangannya kini beralih untuk menatap kearah langit gelap dengan bintang bintang yang menghiasinya.


“Hari sudah semakin larut, sudah waktunya bagiku untuk pergi! ” Ucapnya seraya berdiri dari duduknya.


Melihat Song Xuanren yang berdiri dan akan pergi dari kediamannya, Li Ho pun berinisiatif untuk mengantarkannya sampai ke pintu keluar. “Baiklah, kalau begitu aku akan__” Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapnya, Song Xuanren terlebih dahulu menyela.


“Itu tidak perlu, aku bisa pergi sendiri!” Ucap Song Xuanren.


Li Ho pun menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Hem, kalau begitu sampai jumpa!..... kita akan melanjutkan percakapan ini di lain waktu. ”


“Baiklah, aku pergi sekarang! ” ucapnya kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kediaman itu.

__ADS_1


Li Ho menatap kepergian sahabatnya itu dengan rumit. Apa yang Song Xuanren bicarakan itu memang tidaklah masuk akal!.... namun, dalam hati Li Ho sendiri juga merasa kalau putri kecilnya itu berbeda dengan yang lain.


“Ying'er, putriku!.... hal apa yang telah kau sembunyikan dari kami semua?! ” Gumamnya dengan suara lirih.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Suasana pagi yang begitu menyejukkan hati itu membuat kedua sudut bibir dari seorang gadis kecil melengkung dan membentuk sebuah senyum indah nan menawan.


Suara tarikan nafas yang begitu dalam dan suara hembusan nafas yang begitu panjang itu menandakan kalau sangat gadis kecil tersebut kini tengah menikmati segarnya udara di pagi hari.


Kulit putih mulus itu kini terasa begitu lembab akibat udara sekitar yang begitu dingin.


Walaupun ia seorang gadis, namun pakaian yang ia kenakan saat ini adalah pakaian untuk berlatih.


Entah dari mana ia mendapatkan pakaian itu, tidak ada yang tau!


Secara perlahan, gadis kecil itu melakukan gerakkan Tai chi. Sebuah gerakkan gerakan yang di lakukan dengan begitu tenang dan mengikuti arus.


Dengan begitu ahli, gadis kecil itu dapat menyeimbangkan ketenangan pikiran dan hati melalui pengaturan nafas yang sangat baik.


Baginya, sesuatu yang tenang adalah sesuatu yang indah dan nikmat. Seiring waktu gerakan yang tadinya terlihat sangat lambat itu kini berganti dalam tempo yang lebih cepat.


Gerakannya cepat, lihai, dan akurat. Namun, ketenangan dan aliran yang seirama itu masih tetap ia pertahankan.


Walaupun gerakkan itu begitu kalem, namun hembusan angin yang dihasilkan dari gerakkan itu sangatlah terasa.


Dan karena hembusan angin itu pula, daun daun di sekitar nampak berterbangan di sekeliling gadis kecil tersebut.


Sebuah pemandangan yang sangat mengagumkan!

__ADS_1


Dari arah lain, langkah kaki berat milik seorang pria yang sedang berjalan menuju halaman dimana gadis kecil tadi berada membuat sang gadis kecil itu sedikit melirik namun tidak menghentikan kegiatannya.


Li Ho melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman sang putri kecilnya dengan dahi yang berkerut. Terlihat jelas dari raut mukanya kalau sang perdana menteri itu kini tengah menanggung beban pikiran.


Namun, saat pandangan matanya menganggap sosok mungil Li Ying yang tengah melakukan beberapa gerakan yang menyerupai aliran air yang mengalir..... kerutan di dahi Li Ho pun melonggar dan digantikan dengan sebuah raut wajah aneh.


Melihat bagaimana cara anaknya itu melakukan gerakkan Tai chi, Li Ho pun hanya bisa terbengong dengan perasaan terkejut yang bercampur dengan perasaan kagum dan terpukau.


“Ucapan Song Xuanren membuatku bermimpi tinggi tentang kehebatan putriku, dan kini setelah aku bangun.... mimpi itu menjadi nyata? ” Ia bergumam pada diri sendiri di dalam hati.


Entah mengapa kedua matanya terasa gatal sehingga membuatnya tidak tahan untuk tidak menggosoknya.


Seraya menggosok matanya, Li Ho berharap kalau pemandangan di depan mata hanyalah sebuah ilusi yang akan segera memudar.


Namun, ternyata itu sama sekali tidak hilang dan ia masih tetap melihat putrinya. “Yi.... Ying'er, kau kah itu? ” Tanyanya dengan tidak percaya.


Sedangkan Li Ying yang mendengar ucapan Li Ho pun menghentikan kegiatannya dan tersenyum lembut kearah perdana menteri itu. “Ayah, masih begitu pagi namun kau sudah berada di halaman paviliun ku?... ” Ia melangkahkan kakinya mendekat kearah Li Ho dan kembali berkata. “... apakah ada urusan penting? ” Tanyanya lagi.


Mendengar pertanyaan putrinya itu, Li Ho pun tersadar dari lamunan dan berkata. “Ying'er, dari mana kau mempelajari itu semua? ” Tanyanya dengan begitu penasaran.


Li Ying yang tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya pun berdusta. “Aku pernah melihat seorang pria tua yang melakukan gerakan itu, dan aku menirunya! ” Ucapnya seraya meminta maaf atas kebohongannya di dalam hati.


Jujur saja Li Ho merasa sedikit ragu dengan ucapan Li Ying barusan. Namun, sebelum ia sempat melemparkan satu pertanyaan lagi, Li Ying pun terlebih dahulu menyahut.


“Ayah, lupakan itu!.... kedatangan mu kemari pastilah memiliki sebuah tujuan dan alasan bukan? ” Ucapnya untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


Mendengar itu, Li Ho pun tersadar akan tujuannya datang kemari. “Ah! iya!.... Aku ingin memberitahu kepadamu kalau kaisar memintamu untuk hadir di pertemuan nanti. ” ia terdiam sejenak kemudian melanjutkan. “... Ayah tidak tau apa tujuannya, namun ayahmu ini hanya bisa berharap bahwa ini semua bukanlah suatu hal yang buruk! ” Ucapnya dengan penuh ke khawatiran.


Melihat itu, Li Ying pun menggenggam tangan Li Ho selagi kepalanya mendongak keatas. “Ayah, selagi Li Ying tidak bersalah maka tidak perlu merisaukan hal hal buruk yang tidak akan pernah terjadi!” Ucapnya yang bertujuan untuk menenangkan perasaan khawatir itu.

__ADS_1


__ADS_2