
Suara telapak kaki kuda yang berlari kencang kini terdengar di antara jalanan hutan yang gelap, angin malam yang dingin pun kini berhembus kencang di wajahnya.
Li Ying yang sedang menunggangi kuda kini nampak fokus menatap lurus ke-depan. Jalanan di hutan yang terlihat begitu gelap di malam hari itupun cukup menyulitkannya, memang sangat mengganggu karena pandangan matanya menjadi sedikit terbatas. Namun, dengan pengalamannya dan pengetahuan mengenai seluk beluk hutan ini, hal itupun tidak menjadi masalah besar bagi Li Ying.
“Hah!!!”
Gadis kecil itu terus memacu kudanya untuk berlari dengan kecepatan tinggi, ia sama sekali tidak memperdulikan terpaan angin kencang yang menghantam wajahnya dengan dingin.
Walaupun tubuhnya kini merasa kedinginan hingga bulu kuduknya merinding, gadis kecil itu pun sama sekali tidak perduli dan memilih untuk tetap fokus menunggangi kudanya.
“*Saat menyadari bahwa aku tidak ada, mungkin akan ada beberapa orang yang membuat keributan!”
“Walaupun aku tau keadaan rumah nantinya akan menjadi sangat kacau, namun aku harap mereka semua tidak akan terlalu khawatir!.... Sungguh pilihan yang baik untuk segera meninggalkan tempat ini ketika malam hari*.” Gumam gadis itu dalam hati.
Semakin cepat kuda itu berlari, maka semakin jauh pula Li Ying pergi meninggalkan tempat itu. Dan jika boleh jujur, sebenarnya gadis kecil itu kini sedikit merasa tak enak hati dengan orang-orang yang menunjukkan kasih sayangnya dengan tulus terhadapnya. Namun di sisi lain, pergi dan berkelana dengan bebas adalah sebuah impian yang bahkan tidak bisa ia wujudkan di kehidupan yang lalu.
Haruskah Li Ying tetap tinggal?
“Tidak! Keputusan ku sudah bulat!!” Li Ying menepis pikiran itu jauh-jauh, menggelengkan kepalanya dan seolah-olah sedang membulatkan tekatnya kembali untuk pergi.
Sedari tadi ia menahan diri untuk tidak menoleh ke belakang, bukan karena ia takut kalau fokusnya akan terpecah, namun sebenarnya gadis itu merasa takut kalau sewaktu-waktu saat ia menoleh kebelakang, hatinya yang telah bertekad itu akan menjadi ragu dan bimbang.
Di depan sana mungkin akan ada banyak masalah dan rintangan yang harus ia lalui, namun mengesampingkan hal itu, jantungnya pun berdebar di saat memikirkan hal-hal baru apa sajakah yang akan ia temui nanti.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
__ADS_1
Pada pagi harinya, Qixuan sang pelayan yang selalu berada di dekat Li Ying pun kini terlihat sedang melangkahkan kakinya menuju pintu kamar tempat nona-nya itu tinggal. Wajahnya yang tidak tau apa-apa itu masih terlihat begitu tenang dan santai seperti biasa, namun ketika ia membuka pintu dan mendapati bahwa nona-nya kini sedang tidak berada di sana, perlahan-lahan raut wajahnya pun mulai menjadi bingung.
“Di pagi-pagi buta seperti ini kemana nona muda pergi?” Tanyanya, yang bergumam dengan suara kecil.
Walaupun merasa heran, namun gadis pelayan itu masih tidak berfikir yang aneh-aneh. Mungkin saja nona-nya sedang melakukan sesuatu di sekitar sini.
“Yah, belakangan ini nona muda memang cukup sibuk. Dia pasti masih ada di sekitar sini, aku akan mencarinya!” Ucapnya, lalu segera pergi dengan masih membawa asumsi yang positif.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Di sisi lain, Wang Zeming kini terlihat sedang menunggangi kudanya menuju kediaman Li tempat gadis kecil itu tinggal. Di belakangnya terdapat beberapa orang prajurit yang mengikuti, karena ia adalah seorang pangeran dan salah satu bagian dari anggota kerajaan, maka sudah menjadi protokol ketat bahwa kemanapun ia pergi para pengawalnya harus selalu ikut untuk menjaganya dari segala macam bahaya.
Dan soal kunjungannya kali ini, mengingat kalau gadis kecil itu baru saja mendapatkan kuda baru, pangeran itupun berfikir untuk mengajaknya pergi menunggang kuda dan berkeliling wilayah bersama-sama.
“Aku masih penasaran dengan caranya menjinakkan kuda itu, mungkin hari ini aku akan bertanya lebih banyak lagi kepadanya!” Ucapnya, yang sepertinya pangeran itu sudah menjalin hubungan yang cukup dekat dengan Li Yang.
Dan setelah beberapa saat, akhirnya ia pun sampai di depan kediaman Li. Pangeran itupun segera turun dari kudanya, namun saat ia mendekat ke pintu masuk, tiba-tiba langkahnya terhenti di saat telinganya mendengar suara keributan dari dalam.
“Cari dia! Aku yakin anak itu masih ada di sekitar sini!!”
“Nona muda!!”
“Nona muda, anda ada di mana?”
“Nona!”
__ADS_1
Suara beberapa orang yang terdengar seperti sedang mencari-cari seseorang pun membuat Wang Zeming mengerutkan dahinya dengan bingung. Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi di kediaman ini, dan jika di ingat-ingat, kalau tidak salah mereka tadi sedang memanggil-manggil nona muda.
“Apakah itu Li Ying?!”
Menyadari hal itu, Wang Zeming pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan terburu-buru. Dan saat ia sudah ada di dalam kediaman, terlihat di sana ada beberapa orang pelayan yang sedang berlari kesana-sini dengan wajah panik dan gelisah.
“Tuan besar Li!”
Wang Zeming sedikit berseru untuk memanggil tuan besar Li yang kebetulan lewat bersama dengan para bawahannya. Kemudian, sembari melangkahkan kakinya mendekat pangeran itupun berkata. “Ada apa ini? Mengapa semua orang terlihat begitu panik? Apakah sesuatu terjadi kepada Li Ying?” Tanyanya.
Melihat kedatangan pangeran itu, tuan besar Li yang sedari tadi mondar mandir itupun berhenti dan membuka mulutnya untuk berkata. “Pangeran, kami tidak bisa menemukan Li Ying di manapun!” Ucapnya, yang menjawab pertanyaannya dari pangeran itu tadi.
Mendengar hal itu Wang Zeming pun sontak terkejut, kemudian ia pun berkata. “Tidak mungkin, dia pasti masih ada di sekitar sini!” Ucapnya.
Namun tepat setelah pangeran itu mengatakannya, tiba-tiba seorang pelayan pun datang tergesa-gesa dengan membawakan sepucuk kertas untuk di berikan kepada tuan besar Li.
“Tuan, saya menemukan ini di kamar nona!” Ucapnya, sembari mengulurkan kertas itu kepada tuannya.
Melihat apa yang pelayan itu bawakan, tuan besar Li pun segera meraih kertas itu dan melihat isi yang tertulis di lembarnya.
“Hari-hari bersama dengan kalian sangat menyenangkan, terimakasih karena telah memperhatikan ku dengan baik. Namun aku memiliki sebuah impian, sejak dulu aku sangat ingin berpetualang dan menjelajahi tempat-tempat baru yang belum pernah aku datangi. Mungkin ini terdengar sangat konyol, namun kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku. — Li Ying— ”
Begitulah isi pesan yang Li Ying tinggalkan untuk mereka. Sementara itu tuan besar Li yang membacanya pun kini mengepalkan tangannya erat-erat dan *******-***** kertas tersebut dengan wajah kesal.
“Dasar anak nakal, kali ini apa lagi yang sedang ia pikirkan?!!” Geramnya, dengan suara rendah namun masih bisa di dengar oleh semua orang.
__ADS_1
Di sisi lain, Wang Zeming yang sempat mengintip dan membaca isi surat tersebut pun kini segera menoleh ke belakang dan berkata kepada para pengawalnya. “Cepat kalian cari gadis kecil itu!... Aku yakin dia masih berada di sekitar sini dan belum pergi terlalu jauh!!” Ucapnya, yang memberikan perintah dengan tegas.