Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Mengantar pulang?


__ADS_3

Matahari kini semakin naik, sinarnya pun menyebar lebih luas—membuat langit menjadi semakin biru dan terang. Kabut-kabut pagi pun kini perlahan memudar, hanya menyisakan sisa embun pagi yang masih menetes dan suara aliran sungai yang tenang.


“Apakah rumahmu berada di dekat sini?” Suara pemuda itu memecah keheningan, Li Ying yang kini sedang mengelus kepala kudanya-pun menoleh dan berkata.


“Tidak, tempat tinggal ku cukup jauh dari sini.” Jawabnya singkat.


Mendengar hal itu, sang pemuda tadi-pun mengerutkan keningnya, terdiam beberapa saat sebelum kembali berkata. “Lalu bagaimana bisa kau sampai di tempat ini? Apa yang sedang kau cari?” Tanyanya lagi.


Li Ying yang mendengar pertanyaan itu-pun tak langsung menjawab, ia terdiam sebentar sebelum akhirnya berkata. “Aku sedang mencari kebebasan, tidak-kah kau pernah berfikir untuk keluar dari sarang mu dan melihat dunia yang begitu luas ini? Dahulu aku selalu berfikir untuk menjelajahi banyak tempat, namun sayangnya pada saat itu ada sebuah tanggung jawab yang harus ku emban—aku tidak bisa meninggalkannya.” Ia terdiam sesaat, memberi sedikit jeda. “Tetapi sekarang berbeda, aku hanyalah anak kecil bisa berusia lima tahun. Tidak ada beban atau tanggung jawab, aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Termasuk menjelajahi dunia hingga ke sela-selanya.” Ucapnya, dengan ekspresi wajah yang penuh dengan tekat.


Sang pemuda yang mendengar ucapan dari gadis kecil itupun hanya bisa diam dalam pikirannya. Tak pernah sekalipun dalam hidupnya ia melihat seorang anak kecil yang berbicara seperti ini. Dia hanya seorang anak-anak yang tingginya bahkan tidak lebih dari lutut orang dewasa, namun setelah mendengar itu semua kini ia mulai merasa ragu.


“Apakah dia benar-benar berusia lima tahun?” Gumam pemuda itu dalam hati.


“Lalu bagaimana dengan keluargamu? Apa jangan-jangan mereka sudah...” Pemuda itu tidak melanjutkan kata-katanya, sengaja menggantung di tengah jalan lantaran tak ingin menyakiti perasaan gadis itu.


Li Ying yang mengerti apa yang pemuda itu pikirkan pun tersenyum dan menggeleng. “Mereka masih hidup, juga dalam keadaan sehat. Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka, mungkin ibuku justru akan merasa lebih baik jika tanpa diriku!” Ujarnya.


“Mana mungkin begitu!?”


“Tidak semua keluarga memiliki hubungan yang baik. Contohnya keluargaku, kami memiliki hubungan yang cukup unik!” Ucap Li Ying dengan begitu santai.

__ADS_1


“Lalu kemana kau akan pergi setelah ini?” Tanya pemuda itu.


Dan Li Ying pun dengan gampangnya berkata. “Kemana saja, asalkan itu menarik perhatianku!” Ucapnya.


Kening pemuda itupun berkerut begitu ia mendengar ucapan gadis kecil ini. Tak hanya aneh dan menyeramkan, ia rupanya juga sangat sembrono.


“Kau seharusnya tetap di rumah, bermain dengan boneka dan sejenisnya.” Pemuda itu berjongkok, mensejajarkan tinggi badannya dengan gadis kecil itu dan menatap wajahnya dengan tajam. “Cepat katakan di mana rumahmu, aku akan segera mengantarmu pulang!” Ucapnya dengan tegas.


Mendengar hal itu, Li Ying pun menaikkan salah satu alisnya. Menatap pemuda di hadapannya dengan ekspresi bertanya-tanya. “Mengapa kau ingin memulangkan ku?” Tanyanya dengan ekspresi wajah datar.


“Justru aneh jika aku membiarkan anak kecil sepertimu berkeliaran tanpa tujuan, itu terlalu berbahaya!” Ucapnya yang terlihat sangat serius.


Li Ying kini sedikit memiringkan kepalanya ke kiri, ekspresi wajahnya masih terlihat datar. Dan sembari menatap lurus kedua mata pemuda itu, ia pun berkata. “Mengapa kau terlihat begitu khawatir? Kita bahkan tidak saling kenal, dan kau tidak tahu apa-apa tentangku!” Ucapnya dengan dingin.


Sepertinya pemuda itu bersungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan. Niatnya memang baik karena ingin menolong seorang gadis kecil yang di anggapnya gila, namun sayang hal itu bukanlah sesuatu yang ingin Li Ying lakukan.


Untuk sesaat mereka saling beradu pandang dengan diam, berperang antara argumen satu dengan argumen yang lain melalui tatapan mata yang beradu tajam. Dan setelah beberapa menit yang singkat, pada akhirnya Li Ying pun menghela nafas dan berkata.


“Baiklah!” Li Ying mendesah dengan wajah pasrah, sekan-akan menyerah dengan keputusan yang pemuda itu ambil.


Mendengar hal itu, barulah kerutan di kening pemuda itu menghilang. Segera ia pun tersenyum begitu cerah, kemudian mengulurkan tangannya dan membelai kepala Li Ying dengan lembut.

__ADS_1


“Baguslah jika akhirnya kau mengerti.” Ucapnya yang terlihat begitu puas.


“Tapi anak muda, apakah di sekitar sini ada pemukiman penduduk?” Li Ying bertanya secara tiba-tiba. Sang pemuda yang mendengar ucapan gadis kecil itupun mengangkat salah satu alisnya dengan heran dan berkata. “Mengapa kau memanggilku anak muda? Kau terdengar seperti orang tua saja!” Ucapnya, kemudian kembali berkata. “Di sini ada sebuah pedesaan, mengapa kau bertanya?” Ucapnya, yang bertanya balik.


Bukannya menjawab pertanyaan dari pemuda itu, Li Ying kini justru membalasnya dengan melontarkan pertanyaan lain. “Apa itu desa tempat mu tinggal?” Tanyanya lagi, dan kali ini dengan nada dan tatapan yang penuh arti.


Melihat hal itu, sang pemuda pun kembali mengerutkan dahinya. Entah kenapa rasa-rasanya ada yang aneh. Cara bicaranya, nada di setiap kalimatnya, dan tatapan aneh dari sepasang mata bulat jernih itu.


“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Pemuda itu bertanya, masih mengerutkan dahinya dengan penuh curiga.


Li Ying mendengar hal itu-pun kini tersenyum tipis, melambaikan tangan kanannya sembari berkata kepada pemuda itu. “Kemarilah, bisa-kah kau mendekat ke-mari?” Ucapnya, yang menyuruh pemuda itu.


Ia pun mengambil satu langkah maju, mengikis sedikit jarak walaupun sedikit merasa was-was. “Ada apa?” Tanyanya lagi.


“Lebih dekat lagi, tundukkan sedikit badanmu!” Ucap Li Ying.


Walaupun merasa aneh dan sedikit curiga, pemuda itu pun tetap menurutinya dan melangkah lebih dekat lagi. “Sebenarnya apa yang...” Belum sempat pemuda itu menyelesaikan kata-katanya, tepat saat ia akan menunduk-kan badan, tiba-tiba sebuah tangan memukul lehernya dengan cepat dan keras. Mengetahui hal itu kedua matanya-pun kini terbelalak lebar, namun sebelum ia sempat mencerna apa yang sedang terjadi, pandangannya-pun kini mulai menggelap, suasana di sekitarnya pun mendadak sunyi—seakan-akan ada sesuatu yang menyumbat telinganya. Dan hal terakhir yang ia ingat dan rasakan adalah suara ‘bug’ bersamaan dengan ambruk tubuhnya ke-tanah.


Li Ying yang melihat hal itupun kini menghembuskan nafas panjang, memijat-mijat keningnya yang berkerut dengan wajah tertekan. Kemudian ia melihat ke samping, menatap seekor anjing yang kini mulai menggonggong dengan keras ke arahnya. “Tenanglah, tuanmu hanya pingsan! Dia sangat berisik, jadi aku terpaksa harus menggunakan trik kecil untuk mengelabuhinya.” Ia terdiam sesaat, berjongkok dan menatap wajah pemuda itu yang kini sedang memejamkan matanya erat. “Mari kita antar dia ke desanya, aku bukanlah pria tua keji yang akan meninggalkan anak tak berdosa ini sendirian dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama seekor anjing.” Ujarnya, kemudian berusaha mengangkat tubuh pemuda itu untuk di letakkan di atas punggung kuda.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...

__ADS_1


Author : Hallo semua, Li Ying kembali lagi😅. Sebelumnya author mau minta maaf karena udah gak up dalam waktu yang cukup lama😞🙏 Belakangan ini author cukup sibuk, jadi gak punya waktu buat bikin cerita. Apalagi sekarang author juga harus kerja paruh waktu sambil sekolah. Jadi sehabis pulang kerja langsung berangkat sekolah, gak ada lagi waktu luang buat nulis novel kayak dulu. Kalaupun ada waktu luang biasanya bakal di pake buat istirahat, soalnya jam tidurku cuman 5 jam karena ada tambahan kerja paruh waktu tadi. Tapi gak apa, sebisa mungkin author bakal update episode-episode terbaru lagi. Tapi mungkin gak sesering dulu, palingan dalam satu minggu author bakal update 2-3 episode aja.


Terimakasih buat kalian yang selalu dukung karya ini, aku sebagai author sangat-sangat berterimakasih atas apresiasi kalian semua. 😁


__ADS_2