
Kaisar Haocun menatap hal itu dengan takjub, kedua matanya kini terus tertuju pada senyum lebar di wajah mungil gadis itu. Pada awalnya ia berfikir akan melihat gadis kecil itu yang terjatuh dan tersungkur dari atas kuda, ia bahkan sempat mempersiapkan diri untuk menangkapnya bila sewaktu-waktu ia benar-benar terjatuh.
Namun hal yang tak di sangka pun kini terjadi, kuda yang telah menolaknya berkali-kali dengan begitu sombong kini tunduk di hadapan gadis kecil itu dengan sangat muda. Tidak ada penolakan, kuda itu bahkan tidak memberontak atau menghindar sedikitpun.
Seolah-olah gadis kecil itu memang adalah tuannya sendiri.
“Ini mengejutkan, bagaimana caramu menjinakkannya?... sudah berkali-kali aku ingin menungganginya namun dengan sombong dia terus saja menolak ku!” Ucap Kaisar Haocun dengan heran.
Mendengar hal itu, Li Ying pun kini tersenyum miring, senyum gadis itu kali ini nampak sangat menjengkelkan dan terkesan seperti sedang mengejek. Kemudian, sembari membelai kuda itu dari atas punggungnya Li Ying pun kini berkata. “Sudah ku bilang, kuda ini pintar dan tau siapa pemiliknya!” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “Sesuai janjimu, jika aku bisa menaklukkan kuda ini maka ia akan menjadi milikku!... Aku sudah memenuhi syaratnya, bagaimana dengan mu yang mulia?” Tanyanya, dengan wajah yang penuh akan kepuasan.
Li Ho yang melihat cara putrinya saat berbicara dengan kaisar itupun kini memelototkan kedua matanya dengan tajam, bagaimana bisa gadis kecil itu bersikap sangat santai di hadapan seorang pemimpin.
Berfikir bahwa kaisar akan marah dan memberikan hukuman, Li Ho pun berfikir untuk maju dan menegur putrinya terlebih dahulu.
“Li Ying jaga cara... ”
Belum sempat Li Ho menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba suara tawa keras dari mulut seseorang pun terdengar dan mengalihkan perhatiannya. Li Ho yang mendengar hal itupun kini segera melirik ke arah kaisar, melihat kalau pria itu kini menunjukkan wajah gembira dan nampak sangat terhibur, Li Ho pun mengerutkan dahinya dan menatap dengan penuh bingung.
“Tuan besar Li, gadis itu tidak perlu untuk di marahi!” Ucap kaisar di sela-sela tawanya, kemudian ia sedikit berdehem dan kembali berkata. “Li Ying selalu membuatku terkejut, aku tidak pernah bosan olehnya!... Dan sesuai janji kuda itu kini adalah miliknya, lagipula tidak ada seseorang pun yang dapat menaklukkannya selain putrimu dan kakakku!” Ujar kaisar itu.
Li Ying yang mendengar hal itupun kini jelas merasa sangat gembira, senyum diwajahnya pun kini semakin mengembang dan seakan-akan mengeluarkan cahaya yang begitu cerah.
Gadis kecil itu pun kini melirik kuda yang ia tunggangi, kemudian ia kembali melirik ke arah kaisar dan berkata. “Aku ingin melihat apakah ia masih secepat dan setangguh dulu, jadi bolehkah aku bermain dengannya sebentar?” Tanyanya yang meminta izin.
__ADS_1
Mendengar hal itu Kaisar Haocun pun kini hanya menganggukkan kepalanya pelan, memberikan izinnya agar gadis itu bisa bersenang-senang dengan kuda barunya.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Beberapa pasang mata kini nampak terpaku pada pemandangan di area berkuda, seorang gadis kecil dengan tubuh mungil kini terlihat sedang menunggangi kuda kesayangan kaisar dengan raut wajah gembira. Beberapa prajurit yang kebetulan melintas di sekitar sana pun nampak menghentikan langkahnya, melirik ke arah lapangan dan terkejut dengan apa yang mereka lihat.
“Tunggu, kuda itu!”
Salah satu prajurit kini menutup mulutnya yang ternganga lebar dengan kedua tangan, melihat ciri khas dari kuda yang ia lihat prajurit itupun tahu bahwa kuda tersebut adalah kuda milik kaisar.
“Hei, anak siapa dia?!”
Tiba-tiba, salah satu rekan yang berdiri di sampingnya bertanya sembari menunjuk ke suatu arah. Melihat kalau itu mengarah pada seseorang yang sedang menunggang kuda, prajurit tadi pun kembali membelalakkan kedua matanya.
Mendengar hal itu, rekan-rekannya yang lain pun kini mulai saling bergumam. Cerita mengenai nona kedua Li sudah menyebar luas di dalam istana, namun tidak semua orang bisa mempercayainya. Mereka semua lebih menganggap cerita itu sebagai bualan dan omong kosong, mengingat usia gadis itu yang masih terbilang sangat kecil, sungguh mustahil rasanya jika ia bisa sehebat itu.
“Sepertinya rumor tentangnya itu benar!”
“Aku masih tidak bisa percaya walaupun sudah melihatnya secara langsung!”
“Wah! Bagaimana bisa dia menjinakkan kuda itu?”
“Aku dengar dia adalah anak yang berbakat!”
__ADS_1
“Tapi di umur sekecil itu, bagaimana bisa ia tahu cara menunggang kuda?”
Mungkin orang-orang itu kini memiliki banyak pertanyaan dalam benak pikirannya, namun di sisi lain, di saat yang bersamaan tuan besar Li kini juga merasakan hal yang sama.
Sedari tadi pandangan matanya tak luput dari sang putri yang kini sedang menunggangi kuda dengan bebas tan tanpa beban, itu memang terlihat sangat hebat dan menakjubkan. Akan tetapi, sebagai orang tua yang selalu mengawasi perkembangan anaknya dari lahir hingga saat ini tuan besar Li pun tahu bahwa seharusnya Li Ying tidak bisa melakukan hal itu.
Ia bahkan tidak pernah membiarkan putrinya duduk di atas kuda, itu jelas sangat berbahaya dan bisa membuatnya terluka bahkan sampai patah tulang. Namun tanpa ada yang mengajari, bagaimana bisa gadis kecil itu mampu melakukan banyak hal dengan sangat baik.
Diam-diam, pria paruh baya itu kini merenungkan sesuatu. Akhir-akhir ini ia merasa kalau ada sesuatu yang aneh dengan putrinya, banyak sekali hal-hal ganjil yang membuatnya terkejut.
Dan itu tidak satu atau dua kali, pasti ada penyebab di balik semua itu.
Di sisi lain, Li Ying yang duduk di atas kuda itupun kini menarik tali pengekangnya, hal itupun sontak membuat sang kuda yang tadinya berlari kini berhenti dan mengangkat kedua kaki depannya sembari meringkik.
Orang-orang yang melihat hal itupun kini membelalakkan kedua matanya, berfikir bahwa gadis itu bisa saja jatuh akibat hilang keseimbangan.
Namun, seperti orang yang sudah ahli dan terbiasa, gadis itu dapat menjaga keseimbangan tubuh dan tetap duduk di atas punggung kuda itu dengan sempurna. Melihat hal itu semua orang pun menghela nafasnya dengan lega, terutama tuan besar Li yang hampir saja lupa bernafas akibat terkejut dan panik.
Li Ying kini melompat turun dari punggung kuda tersebut, kemudian dengan santai gadis kecil itu melangkahkan kakinya menuju ke arah kaisar yang sedari tadi berdiri bersama dengan yang lain.
“Huff, itu sangat menyenangkan, sudah lama aku tidak berkeringat seperti ini!” Ujarnya, sembari mengelap keringat di keningnya.
Melihat hal itu, kaisar pun kini tersenyum. Pria agung itu pun kini melirik ke belakang dan menatap ke arah Li Ho sembari berkata. “Perdana menteri Li, bagaimana caramu mengajarkan gadis kecil ini tentang banyak hal?... Dia memang berbakat, namun sebuah bakat tidak akan mungkin dapat dilihat jika tidak ada seseorang yang melatihnya!” Ucapnya, yang membuat Li Ho kini tersenyum kaku karena bingung harus memberi jawaban apa.
__ADS_1
“Yang mulia, pertanyaan yang satu itu.... aku sendiri tidak tahu jawabannya!” Ucapnya, sembari menggelengkan kepalanya pelan dengan wajah tak berdaya.