Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
gadis yang mengingatkannya kepada seseorang!


__ADS_3

Mendengar ucapan yang keluar dari mulut kasim itu, baik Li Ying maupun Kaisar Haocun pun kini membelalakkan matanya akibat rasa terkejut yang hinggap di dalam hati.


Dan tanpa di duga duga, tubuh kasim itu tadi pun ambruk ke depan dengan sebuah pedang panjang yang menancap dengan apik di punggung nya.


Melihat hal itu, tanpa buang buang waktu Kaisar Haocun pun segera mengambil pedangnya dan maju tepat di hadapan Li Ying dengan sikap waspada.


Nampak sangat jelas bahwa kaisar itu saat ini sedang berusaha melindungi sosok mungil Li Ying dari bahaya yang akan mengancam.


Namun, sayang Li Ying bukanlah seseorang yang dapat di lindungi. Jiwanya yang seorang kaisar___ mantan kaisar itu meneriakkan kepadanya untuk melindungi sang adik yang tidak lain adalah Kaisar Haocun itu sendiri.


Karena ia saat ini sama sekali tidak membawa senjata, alhasil Li Ying pun mencabut pedang yang tertancap di punggung kasim tadi.


Bukannya berlindung di belakang tubuh Kaisar Haocun, Li Ying kini justru melangkah maju dan berdiri dengan sikap gagah berani di samping kaisar itu.


Mengetahui hal itu, Kaisar Haocun pun melirik kesamping tepat dimana Li Ying berdiri saat ini. Pedang yang Li Ying pegang saat ini bahkan lebih panjang dari tinggi badannya, pastilah itu akan sangat berat bagi gadis kecil sepertinya.


Namun, dilihat dari ketenangan di wajahnya. Sangat jelas bahwa ia saat ini sama sekali tidak merasa kesulitan untuk mengangkat pedang itu.


Pandangan Kaisar Haocun sampai saat ini masih terfokus kepada sosok mungil Li Ying, sesuatu dalam dirinya saat ini berkata bahwa gadis kecil itu adalah seseorang yang begitu ia kenal. “Li Ying, gadis ini.... semakin lama diperhatikan, dia terlihat begitu mirip dengan kakak! ” Gumam Kaisar Haocun dalam hati.


Disaat Kaisar Haocun larut dalam lamunannya, sebuah anak panah pun melesat dengan cepat kearahnya tanpa ia sadari sama sekali.


Beruntung, Li Ying yang sedari tadi bersikap begitu waspada pun menyadari serangan itu dan segera mengayunkan pedang di tangannya untuk menepis anak panah itu tadi.


Tringgggg!!....


Suara besi yang terdengar dari pedang di tangan Li Ying akibat benturan saat menepis anak panah itu tadi pun berhasil membangunkan Kaisar Haocun dari lamunannya.


Segera, Kaisar Haocun pun memfokuskan penglihatan nya ke depan dan kembali memasang sikap waspada.


Mengetahui bahwa sang Kaisar Haocun sempat melamun di saat saat yang genting seperti ini, Li Ying berkata. “Berapa kali aku harus mengatakan kepadamu, jangan pernah mengalihkan perhatian di saat ada pertarungan!!! ” Tegur nya dengan begitu tegas, sungguh melamun di saat saat yang genting adalah salah satu kebiasaan buruk Kaisar Haocun.


Bukannya menjadi fokus pada situasi saat ini, ucapan Li Ying barusan itu justru membuat sang Kaisar Haocun tertegun dan kembali berfikir. “Ucapan gadis itu barusan.... seperti pernah kudengar, namun yang mengucapkan nya adalah seseorang yang berbeda! ” Gumamnya, kemudian ia mencoba untuk mengingat ingat sosok tersebut. “Tetapi siapa? ” Gumamnya lagi.


Lagi lagi sebuah benda melesat dengan cepat kearah nya, dan lagi lagi kaisar itu juga tidak menyadarinya.


Apalagi yang melesat kali ini adalah sebuah tombak besi!!!....


Menyadari serangan itu, Li Ying pun kembali mengayunkan pedangnya dan menepis tombak itu hingga arah lesatnya bergeser dan menancap tepat di salah satu pilar penyangga bangunan.

__ADS_1


Merasa sedikit kesal dengan kelakuan adik dari kehidupan pertamanya itu, Li Ying kembali berucap. “Haocun, ada apa denganmu?!! ” Tegur nya dengan setengah membentak.


Merasa terkejut dengan bentakan yang terasa begitu familiar di telinganya, secara reflek ia pun menjawab. “Ah? kakak, aku tidak sengaja!! ” ucapnya tanpa sadar.


Merasakan ada yang salah, Kaisar Haocun pun ingin kembali mengoreksi ucapannya barusan. Namun, belum sempat ia menyadari kesalahannya.... tiba tiba beberapa orang dengan kain yang menutupi wajah mereka pun masuk kedalam ruangan dan menodongkan senjata mereka kearah Li Ying dan Kaisar Haocun.


Melihat itu, Kaisar Haocun dan Li Ying pun terdiam dan lebih memilih menatap lurus kearah musuh.


Sedangkan para musuh yang melihat bahwa kaisar Haocun hanya bersama dengan seorang gadis kecil berusia lima tahun pun tertawa dalam hati.


Melihat penampilan Li Ying yang terlihat begitu menggemaskan dengan pedang dan ekpedisi serius di wajahnya, para musuh pun merasa ragu dengan kemampuan yang gadis Kecil itu miki.


Dan secara bersamaan, mereka pun maju dan mengangkat tinggi tinggi pedang di tangan mereka untuk menebas leher kedua orang yang tidak lain adalah Li Ying dan Kaisar Haocun.


Menyadari bahwa pertarungan yang sesungguhnya telah di mulai, Kaisar Haocun pun bergerak maju dan menyerang balik para musuh tersebut.


Sedangkan Li Ying sampai saat ini masih diam di tempat dengan sikap waspada. Cara kerja bertarung Li Ying adalah menunggu sang musuh menyerang terlebih dahulu sebelum dirinya melancarkan serangan.


Tujuan dari tindakan itu tidak lain adalah untuk mengukur kekuatan musuh sehingga ia bisa mengatur serangannya dengan baik nanti.


Saat musuh telah dekat, pedang mereka pun terayun tepat di atas kepalanya. Namun, dengan cepat Li Ying menahan pedang itu dengan pedang di tangannya.


Suara dentingan besi itu terdengar begitu jelas. Kekuatan yang di kerahkan sang musuh rupa rupanya cukup kuat, jika saja Li Ying tidak menahannya... bisa di pastikan kepala dan tubuh nya saat ini telah terpisah.


Sedangkan sang penyerang yang melihat bagaimana gadis Kecil di hadapannya itu menahan serangannya dengan begitu mudah pun membelalakkan matanya, merasa begitu terkejut lantaran sosok dengan tubuh semungil dan semenggemaskan ini memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menahan serangannya yang dikenal sangat mematikan itu.


Menyadari bahwa sang musuh saat ini sedang lengah, tanpa basa basi Li Ying pun segera mengambil langkah mundur lalu melompat hingga tinggi tubuhnya sejajar dengan tinggi tubuh sang musuh lalu mengayunkan pedangnya dan menebas kepala sang musuh tersebut.


Dalam sekejap sebuah kepala terjatuh ke lantai diikuti dengan tubuh tanpa kepala yang jatuh dan membasahi lantai istana dengan darah pekat berwarna merah.


Melihat hal itu, beberapa musuh yang tersisa pun membeku untuk sesaat akibat rasa tertegun dalam hati.


Bukan hanya para musuh, namun Kaisar Haocun pun kini juga ikut terdiam dan menatap kearah Li Ying dengan tatapan bodoh.


Mata lebar dan menggemaskan Li Ying kini melirik sekitar. Melihat para musuh yang saat ini benar benar lengah, Li Ying pun tidak membuang buang kesempatan dan segera bergerak dengan cepat menebas satu persatu kepala musuh.


Hanya dalam hitungan detik, sepuluh kepala musuh pun terjatuh ke lantai dengan di ikuti tubuh tubuh tanpa kepala.


Trriiiinggg!!!.... trriiinggg!!!...

__ADS_1


Suara pedang yang terlepas dan terjatuh pun juga menjadi pelengkap dari suara tubuh tanpa nyawa yang ambruk begitu saja.


Para musuh yang terisa pun segera sadar. Tau kalau bahaya yang sebenarnya adalah sosok gadis kecil berusia lima tahun, sebagian yang tersisa pun segera mengayunkan pedang mereka kearah Li Ying selagi sebagian kecil terarah ke Kaisar Haocun.


Ekspresi yang Li Ying tunjukkan saat ini masih terlihat begitu tenang, walaupun jumlah musuh yang ia hadapi saat ini terbilang cukup banyak.... namun, nampaknya hal itu sama sekali tidak membuatnya takut.


Alih alih merasa takut, sinar yang terpancar di kedua mata gadis itu saat ini adalah keberanian dan kobaran api semangat dari seorang petarung.


Seolah olah kejadian seperti ini bukanlah hal yang pertama kalinya ia alami.


Kaisar Haocun saat ini berhasil melumpuhkan musuh musuh yang menyerang dirinya. karena fokus penyerangan beralih kepada Li Ying, Kaisar Haocun jadi bisa dengan mudah mengalahkan mereka.


Setelah mengalahkan musuh yang menyerang dirinya, Kaisar Haocun pun melirik sekitar. “Kemana perginya para prajurit yang berjaga?.... tidak ada bala bantuan kah?! ” Tanyanya yang begitu merasa heran dengan situasi saat ini.


Trrrriiiingggg!!!....


Suara pedang pedang yang saling beradu itu berhasil menarik perhatian Kaisar Haocun untuk menoleh kearah Li Ying yang saat ini masih bertarung dengan beberapa musuh yang badannya tiga kali lipat dari tubuh mungil nya itu.


Tidak ingin tinggal diam dan menjadi seorang pengecut karena membiarkan seorang gadis kecil bertarung sendirian, Kaisar Haocun berniat untuk membantu.


Namun, tiba tiba ia mengurungkan niatnya dikala melihat bagaimana cara Li Ying melompat dan berputar di udara dengan pedang yang menebas leher leher musuh secara bersamaan.


Sosok yang begitu hebat dengan cara bertarungnya yang lincah, gesit, dan akurat!


Melihat bahwa semua musuh telah tewas, Kaisar Haocun segera berkata. “Nona kedua Li, sebaiknya kita segera pergi dari sini! ” Ucapnya seraya menunjuk ke arah pintu keluar.


Namun, sebelum ia berbalik untuk melangkah pergi. Li Ying terlebih dahulu berkata. “Jebakan menanti di depan, begitu kau keluar.... puluhan anak panah akan membuatmu mati konyol!! ” Ucapnya dengan tegas.


Mendengar itu, Kaisar Haocun pun terdiam. Bagaimana Li Ying bisa dengan yakin mengatakan hal yang seperti itu?..... Namun, tiba tiba ia teringat dengan sebuah anak panah yang sempat melesat kearahnya sebelum Li Ying menepis nya.


Ia melirik sekitar, tidak ada dari orang orang yang ia kalahkan yang memegang busur ataupun anak panah. Jadi, itu artinya sang pengguna anak panah masih bersembunyi di luar dan bersiap siap untuk menyerang disaat ia keluar dari ruangan ini.


“Su... Sungguh memalukan, bagaimana bisa aku tidak berfikir sampai sejauh itu?! ” Gumamnya dalam hati dengan dahi yang berkeringat dingin, kemudian ia melirik kearah sosok Li Ying. “ Gadis kecil ini.... gadis kecil ini memiliki pemikiran yang begitu teliti, bahkan melebihi seorang kaisar seperti ku! ” Gumamnya dalam hati.


Kaisar Haocun menghela nafas berat, ia menatap kearah Li Ying dan berkata. “Akan tetapi, berdiam diri di sini juga bukanlah hal yang aman! ” Ia kemudian melirik sekeliling, mencari cari sesuatu yang sempat ia lupakan. “Sepertinya aku tau ada sebuah jalan rahasia di sini, tapi di mana? ” Gumamnya dengan ekspresi wajah bingung.


Mendengar itu, Li Ying pun hanya bisa mengutuk adiknya dalam hati. “Hao__” Li Ying menghentikan ucapannya, sadar bahwa memanggil nama seorang kaisar secara langsung bukanlah hal yang sopan, Li Ying pun berdehem dan melanjutkan. “ekhem!... yang mulia, jangan bilang kau lupa dengan hal sepenting itu!? ” ucapnya dengan dahi yang berkerut. jika saja saat ini ia masih seorang kaisar, maka bisa di pastikan sebuah sepatu akan melayang tepat di Kepala Kaisar Haocun.


Kaisar Haocun melirik kearah Li Ying dengan bingung, sedangkan Li Ying yang melihat itu pun mendesah dan berkata. “Geser lah pahatan bulan sabit di sana hingga terbalik...” Ucapnya seraya menunjuk kearah sebuah dinding dengan banyaknya ukiran ukiran unik. “... kemudian, pintu rahasia yang menghubungkan ruangan ini dengan lantai di bawah kuil pun akan terbuka! ” ucapnya lagi yang mengingat kan Kaisar Haocun untuk yang kesekian kalinya dalam dua kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2