
Untuk beberapa saat mereka bertiga saling menatap dengan heran. Kedua pria itu merasa bingung dengan kehadiran Li Ying yang secara tiba-tiba muncul di antara mereka, sedangkan Li Ying sendiri merasa bingung karena kedua orang ini bereaksi seolah-olah dari tadi ia tidak terlihat.
“Nak, kenapa kau duduk di sini?” Pria yang duduk di sampingnya pun bertanya.
Mendengar hal itu Li Ying pun mengerutkan dahinya, kemudian menjawab. “Sebelum kalian datang aku sudah duduk di sini. Justru kalianlah yang duduk di mejaku secara tiba-tiba!” Ucapnya.
Mendengar hal itu, kedua orang tadi pun kini saling menatap. Kemudian mereka kembali menatap ke arah Li Ying dan memperhatikan gadis kecil itu dari atas sampai bawah. “Pantas aku tidak melihatnya, dia sangat pendek dan tubuhnya terhalang meja!” Ucap pria itu.
Kemudian orang yang satunya pun berkata. “Meja ini terlalu tinggi untuknya, mungkin karena itu dia tidak terlihat!” Ucapnya yang menambahkan.
Mendengar hal itu, Li Ying tersenyum. Namun senyuman di wajahnya itu justru terlihat seperti kekesalan. Tidak hanya duduk di meja orang sembarangan, mereka kini juga mengomentari tinggi badannya? Ia memang masih berusia lima tahun, namun dalam beberapa tahun ia pasti akan tumbuh lebih tinggi. Jujur saja terkadang Li Ying merasa kesal jika ada seseorang yang berbicara tentang fisiknya. Itu sangat sensitif, apalagi karena ia terlahir kembali sebagai perempuan.
“Ah, kalau begitu kami yang salah. Jadi apakah kau sedang menunggu orang tuamu? Kalau begitu kami akan segera pergi dan mencari meja lain!” Ucap pria yang ada di hadapannya.
Namun Li Ying yang mendengar hal itupun menghembuskan nafas pelan, kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata. “Tidak perlu, kalian bisa duduk di sini!” Ia menjeda, melirik sekitarnya yang tampak ramai. “Tempat ini penuh, kalian akan kesulitan mencari tempat duduk lain. Lagipula aku datang sendirian, jadi kursi yang sedang kalian tempati itu memang kosong.” Ucapnya, yang kini sedikit bersikap santai.
Mendengar hal itu, kedua pria itupun tersenyum dan sedikit terkekeh kecil. “Kau dengar? Anak ini berbicara seperti orang dewasa!” Ucap pria yang ada di hadapannya sembari terus terkekeh pelan.
Sedangkan pria yang duduk di sisi sebelah kini hanya tersenyum dan mengangguk, lagi-lagi mengiyakan setiap ucapan yang orang itu ucapkan tadi. “Terimakasih, kau rupanya sangat pengertian, Nak!” Ucap pria itu.
Li Ying hanya mengangguk singkat. Namun jika di pikir-pikir meja ini memang terlalu tinggi untuk anak seusianya, mungkin ia akan sedikit kesulitan saat makan nanti. Menyadari hal itu, pria yang duduk di hadapan Li Ying pun memanggil seorang pelayan. Pelayan itu-pun segera menghampiri meja mereka, terlihat bersemangat seolah-olah memang sedang menunggu kedua orang ini memesan sesuatu.
__ADS_1
“Bisakah kau mengambilkan bantalan untuk anak ini duduk? Meja ini terlalu tinggi.” Ucap pria itu. Sang pelayan pun menoleh ke arah Li Ying untuk beberapa saat, kemudian tersenyum dan mengangguk.
“Jadi apa yang ingin tuan-tuan pesan?” Pelayan itu akhirnya bertanya, menunggu jawaban.
Kedua pria itupun dengan asal memesan menu, menu yang sama dengan daging ayam. Sedangkan Li Ying juga tidak jauh berbeda, ia hanya berkata “Apapun yang hangat dan berkuah!” Tidak perduli apapun menu yang akan datang. Selama itu 'hangat dan berkuah' ia akan senang memakannya.
Setelah menerima pesanan pelayan itu segera pergi, ia tidak perlu mencatat pesanan mereka. Yang mereka pesanan hanya beberapa menu sederhana yang mudah di ingat, dan yang satunya hanya berkata ‘Apapun yang hangat dan berkuah’ selebihnya terserah.
Di sisi lain kedua orang yang bersama Li Ying kini memilih untuk berbicara dengannya, sepertinya mengobrol dengan seorang anak kecil akal lebih menyenangkan daripada membahas masalah tentang pekerjaan. Mungkin ini akan menghibur, anak ini terlihat begitu lucu dan menggemaskan. Kedua orang itu menantikan celotehan lugu gadis itu.
Yah setidaknya mereka pernah berharap, nyatanya anak kecil yang mereka anggap lucu dan menggemaskan itu rupanya tidak sesederhana yang mereka pikirkan.
Dan Li Ying pun dengan senang hati menjawab. “Namaku Li Ying”
“Nama yang bagus!”
“Terdengar sangat hebat!” Mereka memuji, berusaha untuk menyenangkan gadis kecil itu.
“Lalu di mana rumahmu?” Kali ini mereka mengajukan pertanyaan lain. Dan Li Ying pun dengan santai menjawab. “Di sana!” Ia menunjuk entah kemana. “Jauh di sana melewati gunung-gunung itu, melewati hutan, padang rumput dan terus lurus” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan tadi.
Kedua orang itupun kini saling melirik satu sama lain, sedikit mengerutkan dahinya dan berfikir sejenak. “Seberapa jauh?”
__ADS_1
“Mungkin sekitar dua-tiga hari perjalanan!” Jawab Li Ying singkat.
Kedua orang itupun lagi-lagi saling menatap, itu artinya tempat tinggal gadis kecil ini sangat jauh dari sini. Itu berarti ia telah melakukan perjalanan yang melelahkan. Apalagi untuk anak sekecil ini, pasti sangat sulit baginya.
“Oh, orang tuamu pasti seorang pedagang! Para pedagang dari daerah lain memang sering bersinggah sebentar di sini.” Ucap pria itu.
Mendengar hal itu Li Ying pun menggelengkan kepalanya. “Bukan, aku datang ke sini sendirian!” Ucapnya.
Dan tentu saja itu membuat kedua orang itu tertawa. “Hahahaha, kau sangat lucu!” ucapnya sembari tertawa, namun saat melihat ekspresi Li Ying yang nampak serius tawanya pun berhenti. “Haha.... Hah? Jangan bilang itu sungguhan!”
“Itu memang sungguhan, aku sedang berkelana sendirian!” Ucap Li Ying dengan yakin.
Kedua pria itu pun kini saling menatap, tidak ada sedikitpun kebohongan yang terlihat dari tatapan gadis kecil itu. Jika gadis kecil itu bohong maka situasi akan menjadi lebih muda, mereka akan tertawa dan menganggapnya sebagai lelucon yang menghibur. Namun jika apa yang di katakan-nya benar, maka itu tidak lucu lagi.
Itu sangat mengerikan, membayangkan seorang anak kecil berkeliaran di tempat asing sendirian. Melewati hutan dan mendaki gunung, tidur di tempat terbuka saat tidak ada perumahan, berteduh di gua atau pohon di saat tidak ada atap, dan makan tubuh-tumbuhan liar di saat tidak ada makanan.
“Ya Tuhan!”
“Nak, kau benar-benar nekat!” Nada bicara mereka kini berubah, terdengar sedikit tegas namun juga khawatir.
Li Ying hanya tersenyum, ia tahu apa yang sedang kedua orang itu pikirkan. “Tidak perlu berfikir untuk memulangkan-ku, kalian hanya akan membuang-buang waktu!” Ucapnya dengan tegas.
__ADS_1