Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Permintaan Li Ying


__ADS_3

Begitu kaisar selesai dengan kata-katanya, situasi pun kini menjadi sangat hening. Pandangan semua orang pun kini beralih dan menatap gadis itu dengan lekat, logika mereka berusaha untuk menebak-nebak isi pikiran gadis itu melalui ekspresi pada wajahnya.


Namun tak sesuai harapan, ekspresi yang gadis kecil itu tunjukkan terlihat begitu tenang. Itu seperti air, damai namun sangat sulit untuk ditebak alurnya. Pancaran pada kedua matanya pun sama sekali tidak menunjukkan kebingungan, ia tidak terlihat ragu, tidak terlihat bimbang dan justru malah seperti menyimpan banyak rahasia yang tersembunyi.


Kedua sudut bibir Li Ying kini sedikit terangkat, membentuk sebuah senyum tipis yang nampak indah dan manis. Gadis itu menatap sang kaisar dengan wajah yang tenang, kemudian ia pun berkata. “Jika aku memang telah berjasa, maka berikanlah sesuatu yang sepadan... ” Ia terdiam, sedikit memberi jeda sebelum kembali berkata. “... Aku tidak menginginkan sebuah jabatan, karena itu tidaklah berguna di mataku. Namun, jika kau memberiku seekor kuda perang yang dapat berjalan seribu kilometer tanpa berhenti untuk merumput dan minum air maka aku akan menerimanya dengan senang hati!” Ucapnya, dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Mendengar hal itu, sang kaisar pun kini mengerutkan dahinya. Pria agung itu menatap Li Ying dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. “Seekor kuda perang?” Ia mengulangi salah satu kalimat yang gadis kecil itu ucapkan, kemudian tertawa terbahak-bahak dan berkata. “Hanya ada satu kuda perang yang dapat berjalan seribu kilometer tanpa berhenti untuk merumput dan meminum air, namun apakah kau tahu siapa pemilik dari kuda yang kau inginkan itu?” Tanya kaisar.


Kemudian, Li Ying pun menganggukkan kepalanya dan tanpa ragu menjawab. “Iya aku tahu, itu adalah kuda milik kaisar yang dahulu mati di medan perang!” Ucapnya, dengan begitu yakin.


Dan kaisar yang gadis kecil itu maksud sebenarnya adalah dirinya sendiri, kuda itu adalah miliknya di kehidupannya yang dulu. Dan sekarang, ia ingin memilikinya kembali.


“Nona Li, kuda itu adalah harta yang berharga!” Ucap Kaisar Haocun.


Dan Li Ying pun menjawab. “Aku tau, karena itulah aku menginginkannya!” Ucapnya tanpa rasa takut sedikitpun.


Mendengar hal itu, kaisar pun kini kembali terdiam. Dan setelah beberapa lama, ia pun pada akhirnya menganggukkan kepala dan mengiyakan permintaan Li Ying tadi. “Baiklah, kuda itu akan menjadi milikmu!... ” Ia memberi jeda, kemudian melanjutkan. “Namun, aku akan memperingatkan satu hal kepadamu!... Kuda yang kau inginkan itu adalah kuda yang sangat pintar, ia tahu siapa pemiliknya. Semenjak kakakku tiada kuda itu selalu menolak siapapun yang ingin menunggangi punggungnya, bahkan ia juga menolak ku untuk menjadi pemiliknya yang baru.”


“Nona Li, aku akan memberikan satu kesempatan lagi untuk mu!... Kau bisa meminta hadiah lain. ” Ucap kaisar itu lagi.

__ADS_1


Namun Li Ying yang memiliki pendirian yang teguh itupun menggelengkan kepalanya dan berkata. “Aku akan membuat kuda itu mengakui diriku sebagai pemiliknya yang baru, namun jika ia menolak ku maka barulah aku akan meminta hal yang lain!” Ucapnya dengan sangat yakin.


Melihat hal itu, kaisar pun kini tersenyum lembut. Salah satu tangannya pun terulur dan membelai kepala gadis kecil itu sembari berkata. “Ternyata selama ini keluarga Li telah membesarkan seekor singa kecil, dan kau adalah gadis paling mengerikan yang pernah aku temui, nona Li!” Ucapnya, sembari terkekeh kecil.


Kemudian, kaisar pun kini menatap kearah langit. Melihat hari yang benar-benar larut, ia pun menghela nafasnya dan berkata. “Baiklah nona Li, aku tidak akan menahan mu lagi!... Kau bisa kembali ke kediaman mu terlebih dahulu. Dan begitu matahari terbit, datanglah lagi kemari untuk mengambil hadiah yang kau inginkan!” Ucapnya, dan setelah itu pembicaraan di antara mereka pun berakhir.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Sebuah kereta kuda kini berhenti di depan kediaman perdana menteri Li. Li Ying yang ada di dalam kereta kuda tersebut pun kini keluar dan turun dengan di bantu oleh seorang pemuda yang tak lain adalah Wang Zeming.


Dan begitu mereka turun dan menginjakkan kakinya di tanah yang datar, pendengaran Li Ying pun segera di sambut oleh suara seseorang yang memanggil dirinya.


Melihat hal itu, Li Ying pun kini tersenyum. Namun saat ia akan menyapanya, tiba-tiba tubuhnya yang mungil itu di angkat dan di peluk dengan erat oleh pria paruh baya tadi. “Oh, Kau tidak akan tahu betapa khawatirnya ayahmu ini!” Ucap ayah Li Ying.


Mendengar hal itu, Li Ying tentunya mengerti. Gadis kecil itupun kemudian membalas pelukan tersebut dan berkata. “Ayah tidak perlu khawatir, takdir yang membawaku hidup tidak akan menuntunku ke jalan kematian!” Ucapnya dengan begitu santai.


Namun, Li Ho yang mendengar hal itupun kini mengetuk kepala putrinya pelan. Kemudian dengan wajah yang berkerut kesal ia pun berkata. “Jangan berbicara seperti itu, takdir tidak akan pernah bisa di percaya!... Kau adalah putriku yang berharga, tidak mungkin bagiku untuk tidak merasa khawatir.” Ucapnya.


Setelah itu, pandangannya pun kini beralih untuk menatap Wang Zeming. Melihat kalau pangeran itu selalu mengantar putrinya pulang dari istana secara langsung, Li Ho pun sedikit membungkukkan badannya untuk mengucapkan terimakasih. “Pangeran ketiga telah menepati janjinya untuk selalu menjaga putriku, aku sebagai ayahnya tidak tahu harus berbuat apa untuk berterimakasih!” Ucapnya, namun Wang Zeming menggelengkan kepalanya pelan dan berkata.

__ADS_1


“Tuan besar Li terlalu sungkan, Li Ying lebih berharga ketimbang harta karun, tentu saja aku harus menjaganya dengan sebaik mungkin!” Ucapnya, kemudian ia kembali berkata. “Hari sudah larut, dan aku harus segera pergi!”


“Secepat itu? bagaimana kalau yang mulia pangeran menginap di sini saja? Anda pasti lelah setelah perjalanan yang cukup jauh itu!” Ucap Li Ho.


Namun dengan sopan Wang Zeming pun menolaknya. “Tidak, itu tidak perlu!” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian kembali berkata. “Namun besok aku akan kembali lagi!... Putri kecilmu belum mengambil hadiahnya, dan kaisar berkata bahwa setelah matahari terbit ia harus pergi ke istana untuk mengambil hadiahnya itu!” Ucapnya, lalu segera naik kedalam kereta kuda.


Di sisi lain, Li Ho yang mendengar hal itupun kini mengerutkan dahinya, ekspresi wajahnya menunjukkan kebingungan. Dan dalam keadaan itu ia pun melirik ke arah sang putri yang ada di dalam gendongannya sembari berkata.


“Li Ying putriku, apakah kau meminta hadiah?” Tanyanya, dan Li Ying pun menganggukkan kepalanya.


“Kaisar memerintahkan ku untuk meminta sesuatu, dan aku pun mengatakan apa yang aku inginkan!” Ucapnya, yang entah kenapa jawaban itu membuat Li Ho sedikit merasa was-was.


“Lalu, apa yang kau minta dari kaisar?” Tanyanya lagi.


Dan Li Ying pun menjawab. “Seekor kuda...”


“Oh!”


“Seekor kuda milik kaisar terdahulu!” Lanjut Li Ying, yang membuat kedua mata ayahnya kini terbelalak lebar.

__ADS_1


“Apa kau bilang?!”


__ADS_2