
Di sisi lain, seorang anak laki-laki kini terlihat sedang bersembunyi di balik pintu ruangan yang setengah tertutup. Wajah nya pun terlihat begitu serius, dan dengan penuh konsentrasi yang tinggi, ia pun menguping pembicaraan antara kedua orang dewasa yang ada di dalam sana.
"Cih!sebenarnya siapa anak perempuan itu?!!"Xu chen kini mulai bergumam dan bertanya-tanya mengenai sosok Li Ying yang amat sangat misterius baginya.
"Kira-kira dimana anak itu tinggal ya?... andai aku tau di mana rumahnya, mungkin aku dapat pergi kesana dan menantangnya untuk bertarung satu lawan satu!!" Gumamnya lagi, dengan semangat dan tekat untuk bertarung yang membara-bara.
Jujur saja Xu chen sama sekali tidak menganggap bahwa Li Ying adalah seorang gadis kecil, apalagi dengan sifat dan segala kemampuan tak wajar yang gadis itu miliki.
"Tidak!! dia tidak pantas untuk di sebut sebagai anak kecil!!!.... bahkan sampai sekarang aku masih meragukan apakah dia benar-benar seorang manusia." Gumamnya dalam hati.
Entah sejak kapan bocah laki-laki itu mulai terobsesi dengan Li Ying, namun di saat ada pembicaraan yang bersangkutan dengan nama gadis itu, Xu chen akan diam-diam menguping dan mendengarkannya hingga selesai.
"Sedang apa kau di sini?!" Tanya seseorang dengan wajah tegas dan tatapan mata penuh curiga.
Mendengar itu, Xu chen pun segera tersadar dari lamunannya dan menoleh ke asal suara dengan ekspresi terkejut di wajahnya. "A...Ayah?!...ke...kenapa ayah keluar?apakah kalian sudah selesai berbicara?" Ucapnya, dengan wajah gugup.
Xu Fu Zhen yang melihat kepanikan dalam diri putranya itu pun kini semakin merasa curiga, salah satu alisnya pun terangkat dengan heran di saat ia berkata."Aku bertanya, sedang apa kau di sini?.... dan kenapa kau begitu gugup?" ia terdiam untuk sesaat, memicingkan kedua matanya dan menatap bocah laki-laki di hadapannya itu dengan tatapan yang tajam. "jangan bilang kau saat ini sedang menguping pembicaraan orang?" tanyanya, yang membuat Xu chen merasa semakin gugup.
"Me...Menguping?!!" ia mengulangi kata-kata ayahnya itu dengan nada heran yang di buat-buat. "A...Aku tidak pernah menguping!... lagipula untuk apa aku melakukannya?....pembicaraan antara orang dewasa sangat membosankan, dan anak kecil sepertiku tidak mungkin tertarik hingga ikut campur dengan urusan kalian!!" Ucapnya, sembari mengalihkan pandangannya agar tidak bertatapan dengan kedua mata tajam sang ayah.
__ADS_1
Melihat gerak gerik bocah itu, Xu Fu Zhen pun dengan jelas mengetahui bahwa putranya kini sedang berbohong. Dan entah sejak kapan, ia belakangan ini menyadari adanya keanehan dalam diri putranya yang satu itu.
"Xu chen, kau tahu bukan bahwa aku sangat tidak suka dengan seorang pembohong?!" pria itu berkata dengan nada penuh penekanan.
Membuat Xu chen kini merasa terpojok dan tak tau harus bagaimana. "A...Aku hanya penasaran dan ingin tau segala hal mengenai gadis itu!" Ucapnya, yang kini mulai jujur.
Mendengar hal itu, Xu Fu Zhen pun semakin mengerutkan dahinya dengan bingung. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa anaknya itu merasa tertarik dengan gadis aneh seperti Li Ying. "hoh, kenapa?....apakah kau menyukainya?" ia bertanya dengan asal. "aku akui bahwa gadis itu memang terlihat sangat manis dan menggemaskan, mungkin dia akan tumbuh menjadi bunga yang cantik saat sudah dewasa nanti!.... tapi kau masih terlalu dini untuk mengenal perasaan seperti itu, dan kemungkinan besar cintamu akan bertepuk sebelah tangan dengannya!!" Ucapnya, yang dengan tanpa ragu mengeluarkan semua isi dan argumen-argumen dalam pikirannya.
Sedangkan Xu chen yang mendengar ucapan ayahnya itupun kini tampak menunduk malu, wajah bocah itu pun terlihat begitu merah bagaikan tomat yang baru saja matang. Jujur saja ia sama sekali tidak menyangka bahwa ayahnya itu akan berfikir ke arah sana.
"Su...Suka?!!...aku?suka dengan anak itu?!!" Ia bertanya kepada ayahnya dengan nada heran dan rona merah di wajahnya. "I...Itu tidak mungkin!!!....aku tidak mungkin suka dengan gadis aneh sepertinya!!" Ucapnya, yang mengelak dengan tegas.
Sedangkan Xu Fu Zhen yang melihatnya itu pun kini tampak berusaha mati-matian untuk menahan tawa. Reaksi unik yang putranya tunjukkan itu membuatnya semakin gencar untuk terus menggodanya hingga puas. "Oh ya?.... jika bukan karena suka, lalu untuk apa kau sampai merasa penasaran dan ingin tahu mengenai gadis itu?" Tanyanya, dengan senyum jahil yang samar-samar terlihat dari wajahnya yang tegas.
Xu chen tampak bingung mau menjawab apa. Sebenarnya ia memang sedikit tertarik dengan gadis itu, tapi tidak untuk di jadikan sebagai pujaan hati!!.... ia hanya menganggap bahwa Li Ying adalah anak yang keren, dan menurutnya anak seperti itu sangatlah pantas untuk di jadikan rival sejati.
"Aku...Aku hanya ingin berteman!!!" Ucap Xu chen dengan sedikit berteriak, berharap ayahnya itu akan mendengar dengan jelas dan mengerti ucapannya agar tidak berfikir yang aneh-aneh.
Namun Xu Fu Zhen yang masih belum puas menggoda putranya itu pun kini tersenyum licik dan berkata. "Oh!... jarang sekali kau ingin berteman dengan seseorang, apalagi jika itu adalah seorang gadis!!" Ucapnya, dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
Sedangkan Xu chen yang melihat ekspresi menjengkelkan di wajah ayahnya itu pun kini menggeram rendah, bocah itu kini mulai merasa kesal.
Ayahnya itu jelas sedang mempermainkan dirinya!!
"Po...Pokoknya aku hanya ingin berteman!!" Ia berteriak, kemudian berlari pergi dengan wajah kesal sembari berkata. " Ayah jangan sembarangan berfikir yang tidak-tidak!!.... jika anak itu tau aku pasti akan di tertawakan habis-habisan olehnya!!!" Teriaknya lagi, sebelum benar-benar menghilang dari pandangan sang ayah.
Sedangkan Xu Fu Zhen yang melihat tingkah putranya itu pun kini menghela nafas, kemudian ia diam-diam bergumam. "Yah, tidak ku sangka bocah itu sudah mulai tertarik dengan seorang gadis!..." ia terdiam untuk sesaat, kemudian mengingat-ingat wajah Li Ying yang tampak lucu dan menggemaskan. "...pfft!!seleranya bagus juga!" gumamnya lagi, sembari menutup mulutnya dan menahan tawa.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Di tempat lain saat ini, pangeran kedua, yaitu Wang Diwei kini tampak sedang menuangkan teh dengan gerakan yang lembut serta wajah yang tersenyum tipis.
Kemudian, setelah beberapa saat menikmati keheningan, pangeran itu pun kini mulai membuka mulutnya dan berkata."Dia hanya anak kecil, untuk apa ibunda sampai semarah itu?" tanyanya, dengan tenang sembari menyodorkan secangkir teh yang ia tuangkan tadi.
"Hanya anak kecil katamu?!" Selir Bao-yu yang tampak kesal itu kini mengulangi kata-kata putranya yang membuatnya merasa terganggu. "Mana ada anak kecil yang berbicara seperti itu?!!!" Ucapnya, sembari memukul meja dengan cukup kencang.
Wang Diwei yang melihat amarah dalam diri sang ibu itu pun kini menghela nafasnya dengan berat. Entah apa yang gadis dari keluarga Li itu katakan hingga membuat ibunya sampai semarah ini. "Mungkin anak itu hanya salah bicara saja, dia tidak mungkin bermaksud untuk mencari masalah dengan ibu..." ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. "... Dan dari pada itu, tidak kah ibunda memiliki hal lain untuk di sampaikan kepadaku selain masalah ini?" Tanyanya.
Kemudian, ia menunjukkan sebuah senyum penuh arti dan berkata. "Contohnya seperti keputusan apa yang putri mahkota ambil setelah berbincang-bincang dengan mu untuk waktu yang cukup lama!" Ucapnya lagi, yang membuat sang ibu segera lupa dengan kekesalannya terhadap Li Ying.
__ADS_1