
Wang Zeming hanya terdiam sembari mendengarkan ucapan Li Ying, Kedua matanya yang tegas kini tampak memperhatikan setiap ekspresi yang gadis kecil itu buat. Namun setelah beberapa saat, pangeran itu pun menghela nafasnya dengan berat. “Bisa-bisanya kau tertidur di saat seperti ini!! ” Gumamnya pelan, sembari memijit keningnya yang berkerut.
Ia kini melirik wajah mungil itu, tampak begitu lugu dan polos. Dan entah kenapa, Wang Zeming merasa bahwa gadis itu tampak seperti anak kecil pada umumnya, seorang anak kecil yang masih bersih dan tidak tau apa apa selain bermain dan tertawa.
“Sebenarnya apa yang membuat gadis kecil seperti mu bersikap seperti ini?! ” Ia bertanya-tanya, menatap Li Ying yang sedang tertidur itu dengan tatapan penuh curiga. “Bagaimana bisa sikap dan pola pikir seperti itu muncul dalam diri anak kecil yang baru berusia lima tahun?! ” Gumamnya lagi.
Tanpa sadar, salah satu tangannya pun menyentuh pipi Li Ying yang tampak bulat dan menggemaskan, lalu ia merasakan tekstur lembut dan kenyal yang membuat hatinya sedikit tergelitik untuk terus menyentuh dan memainkannya. “Ah! sekarang aku mengerti kenapa orang-orang sangat suka mencubit pipi anak kecil!! ” Gumamnya, yang merasa kagum dalam hati.
Wajar saja, ini adalah kali pertama bagi pangeran itu. Karena selama ini ia tidak terlalu dekat dengan orang-orang di sekitarnya, apalagi sampai berbicara dan bermain-main dengan gadis kecil seperti ini.
Di sisi lain, Li Ying yang pada awalnya tertidur pulas itupun kini mulai mengerutkan dahinya. Dan dengan mata yang masih terpejam, gadis kecil itu kini dapat merasakan tangan dingin seseorang yang mencubit serta menekan pipinya dengan kasar.
Seperti seseorang yang memiliki dendam pribadi kepadanya!
Karena merasa begitu terganggu, Li Ying pun pada akhirnya membuka mata. Kemudian melirik ke arah Wang Zeming yang tampak terkejut dengan kedua mata yang terbelalak lebar.
“Pangeran, ada apa?! ” Tanyanya, dengan nada geram yang tertahan.
Mendengar itu, Wang Zeming hanya bisa membuka dan menutup mulutnya dengan kaku, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan barusan. “Ah! ada noda di__”
Belum sempat pangeran itu menyelesaikan kata-kata nya, Li Ying yang mengetahui bahwa bocah busuk itu akan berbohong pun menyahut dan berkata dengan wajah datar. “Jangan bilang kau baru saja melihat diriku sebagai mahluk kecil, mungil, dan menggemaskan?! ” Ia terdiam untuk sesaat, menatap curiga ke arah Wang Zeming yang tampak kewalahan untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya yang panik. “Atau kah kau akan menyangkalnya dengan berkata ‘ada noda kecil di pipimu, aku hanya sedang membantumu untuk membersihkan nya!’...? ” tanyanya lagi.
__ADS_1
Dan hal itupun membuat Wang Zeming tidak bisa berkata-kata. “Ying meimei, setidaknya berpura-pura lah tidak tau! ” Ucapnya yang menggerutu.
Mendengar hal itu, Li Ying tampak memutar bola matanya dengan jengah, kemudian menyilang kan kedua tangannya di depan dada sembari berkata. “Alasan seperti itu sudah umum di gunakan oleh laki-laki hidung belang yang terciduk sedang melakukan hal tak sopan pada seorang gadis!!....” ia melirik bocah yang dulunya adalah keponakannya itu, kemudian mengangkat salah satu alisnya dan melanjutkan. “.... namun aku tidak menyangka, orang seperti dirimu akan mengatakan alibi seperti itu?!” Ucapnya lagi, dengan ekspresi wajah kaget yang di buat-buat.
Dan hal itu pun membuat Wang Zeming tidak tau harus merasa malu atau kesal. “Aku sedang di olok-olok oleh seorang gadis kecil yang masih berusia lima tahun?.... dimana aku akan menaruh muka jika seseorang menyebarkan hal ini?!! ” Gerutunya dalam hati.
Merasa puas dengan ekspresi lucu yang tampak di wajah pangeran yang terkenal datar dan dingin itu, Li Ying pun pada akhirnya tak kuasa untuk menahan tawa. “Hahaha, sepertinya aku adalah orang pertama yang berhasil mempermalukan mu seperti ini!.... tolong jangan tersinggung, tapi sejak kecil kau memang lebih sering menunjukkan wajah datar tak berekspresi!! ” Ucapnya, sembari mengatur nafasnya untuk merendahkan tawa.
Jika boleh jujur, Wang Zeming sempat berfikir untuk menyumpal mulut gadis itu agar tidak bisa bersuara lagi. Namun saat ia melihat mata gadis itu yang menyipit, serta suara tawa yang terdengar riang dan ceria, pangeran itupun pada akhirnya melupakan rasa malu dan kesal yang ia rasakan.
Lagipula ini adalah kali pertama ia melihat gadis itu menunjukkan ekspresi yang selayaknya anak kecil miliki. “Sudahlah, aku akan membiarkannya untuk kali ini! ” Gumamnya dalam hati.
Dan setalah beberapa saat, tiba-tiba mereka pun merasakan jika kereta kuda yang di tumpangi nya berhenti. Hal itupun menandakan bahwa mereka kini telah sampai di tempat tujuan.
Mungkin untuk orang lain, terutama seorang wanita sikap seperti ini adalah sebuah hal yang wajar di tunjukkan oleh seorang pria. Namun bagi Li Ying, sikap penuh perhatian yang pangeran itu tunjukkan kepadanya saat ini cukup menggelikan.
Apalagi itu terasa sangat menjijikkan bagi dirinya yang masih memiliki jiwa seorang pria sejati yang di perlakukan selayaknya gadis kecil.
“Wang Zeming, sepertinya aku lebih suka jika kau bersikap dingin! ” Gadis itu tiba-tiba berkomentar dengan bahasa santai. “Jujur saja kau membuat ku merasa merinding saat ini! ” Ucapnya lagi, yang membuat pangeran ketiga berusaha mati-matian untuk mengendalikan emosinya.
Gadis ini, tidakkah ia sudah sangat keterlaluan terhadap seorang pangeran?!!
__ADS_1
“Jika saja... Jika saja wajah itu tidak tampak menggemaskan!! ” ia mengeram dalam hari, mengepal kan kedua tangannya dan mengatur pola nafasnya yang naik turun.
Kemudian, Li Ying segera turun dari kereta itu dan meninggalkan Wang Zeming yang terdiam begitu saja. Namun tepat saat ia menginjakkan kakinya ke tanah, pandangan matanya pun langsung berpapasan dengan pandangan mata seseorang.
“Oho! siapakah ini?... bukankah kau adalah nona kecil dari kediaman Li?! ” Tanya dari seorang wanita yang kini menutupi separuh wajahnya dengan kipas.
Melihat siapa yang berbicara kepadanya, Li Ying pun diam-diam mendengus dalam hati dan memasang senyum palsu sembari berkata. “Li Ying memberi salam kepada selir kaisar! ” Ucapnya, yang memberi salam dengan penekanan suara pada kata ‘selir’.
Dan hal itu membuat lawan bicaranya kali ini sedikit merasa tersindir. “Hoho! aku baru pertama kali bertemu denganmu secara langsung, namun tampaknya kau jauh lebih menarik daripada pada kakakmu itu!! ” Ucap selir Bao-yu, yang tidak lain adalah ibu dari pangeran kedua, Wang Diwei.
Mendengar perkataan dari wanita itu, Li Ying kini sedikit mengerutkan dahinya. Kemudian, ia melirik ke asal datangnya selir itu tadi. “Ah! apakah ia baru saja kembali dari kediaman putri Mahkota?! ” Gumamnya, yang menebak dalam hati.
Gadis itu tersenyum miring secara perlahan, kemudian menatap selir Bao-yu dengan pandangan yang sulit untuk di artikan. “Hem? sepertinya yang mulia selir baru saja mengakrabkan diri dengan kakak ku, anda bahkan baru kembali dari paviliun putri Mahkota di larut malam seperti ini!! ” Ucapnya, yang secara terang-terangan menunjukkan aura permusuhan kepada wanita itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pengumuman karya baru!! 🥳
Bagi yang belum tahu, novel berjudul Shera kini telah hadir.
__ADS_1
Bagi yang penasaran, silakan untuk membaca dan berikan pendapat kalian mengenai karya terbaru dari author 😁🙏