Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Memulai keberangkatan


__ADS_3

Masih dengan wajah kesal yang terlihat mengerikan, putra mahkota kini melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamarnya. Kemudian, sebelum ia benar-benar masuk ke dalam, pria itu terlebih dahulu menoleh ke arah seorang pelayan dan berkata. “Cepat siapkan air mandi untuk ku!.... aku tidak tahan dengan hal-hal yang kotor!! ” Ucapnya, yang memberi perintah dengan tegas.


Sedangkan sang pelayan yang mendapat perintah itupun kini segera menganggukkan kepalanya, kemudian ia segera pergi untuk melaksanakan tugasnya tanpa banyak bicara lantaran merasa takut dengan sang putra mahkota yang kini nampak sedang begitu kesal.


“Aku dengar mereka telah menghabiskan malam bersama kemarin, tapi nampaknya hal itu bukanlah sesuatu yang dapat di rayakan! ” Gumam pelayan itu dalam hati, sembari terus melangkahkan kakinya.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Di sisi lain, Li Ying yang sudah selesai bersiap-siap untuk pergi ke desa mati itupun kini nampak sedang duduk bersama para pelayan untuk menunggu kedatangan kedua pangeran.


Dan karena para pelayan itu tidak ingin membiarkan gadis kecil itu bosan menunggu, mereka pun kini tersenyum dan berkata. “Nona Li, apakah kau mau kue manis ini?.... pelayanan ini masih punya banyak, jadi jangan sungkan-sungkan untuk memakannya! ”Ucapnya, sembari menyodorkan beberapa kue untuk di tawarkan kepada gadis kecil itu.


Sedangkan Li Ying yang tidak suka dengan makanan manis itupun kini menggelengkan kepalanya pelan, kemudian ia dengan sopan berkata. “Ah, terimakasih!.... tapi aku tidak bisa memakan yang manis-manis! ” Ucapnya.


Mendengar hal itu, para pelayan pun mengerutkan dahinya dengan heran. Kemudian salah satu dari mereka memasang wajah lesu dan berkata. “Wah, bagaimana ini?... apa itu karena gigimu berlubang?!” Tanyanya, yang membuat sudut bibir Li Ying berkedut kesal. “Padahal kue ini sangat enak!... tapi yah sayang sekali, nona Li masih kecil, jadi wajar saja kalau pola makannya begitu di jaga! ” Ucapnya lagi.


Kemudian tidak lama setelah itu, suara seseorang pun tiba-tiba terdengar dan mengejutkan mereka semua. “Ada apa ini?... kenapa kalian mengerumuni anak itu seperti semut yang mengincar gula?! ” tanya dari Wang Zeming yang baru saja datang.

__ADS_1


Dan hal itupun membuat para pelayan kini membelalakkan kedua mata dan segera menjauh dari Li Ying yang sedari tadi mereka apit itu.


“Ah! maafkan kami, pangeran!... saya pikir nona Li akan merasa bosan jika menunggu sendirian, jadi kami mengajaknya berbicara! ” Ucap dari salah seorang pelayan.


Kemudian, para pelayan yang lain pun menganggukkan kepalanya dan berkata dengan serempak. “Itu benar, pangeran!.... kami hanya ingin menemani nona Li sebentar!! ” Ucap mereka.


Dan Pangeran ketiga yang mendengar hal itupun kini menghela nafasnya, kemudian melambaikan salah satu tangannya sembari berkata. “Baiklah, sekarang kalian boleh pergi dan menyelesaikan pekerjaan yang lain!... ” Ia terdiam untuk sesaat, menatap mereka semua dengan tajam lalu berkata. “... atau, apa kalian masih ingin menemani anak ini dan menelantarkan pekerjaan kalian yang belum tuntas?!” Tanyanya, yang membuat para pelayan bergidik ngeri dan segera pergi untuk mengerjakan tugasnya masing-masing.


Sedangkan Li Ying yang sedari tadi di apit dalam kerumunan para pelayan yang memanjakannya pun kini akhirnya dapat bernafas lega, kemudian ia menoleh dan melirik ke arah pangeran ketiga sembari berkata. “Yang mulia, jangan terlalu galak seperti itu!... ” Tuturnya, kemudian ia tersenyum dan menyodorkan kue manis yang para pelayan itu tadi tinggalkan. “... Bagaimana kalau kau makan saja kue ini?.... mereka bilang ini sangat enak, jadi aku akan berbaik hati memberikannya kepadamu! ” Ucapnya, yang menawarkan kue itu lantaran ia sendiri tak ingin memakannya.


Pangeran ketiga yang melihat hal itu pun kini semakin mengerutkan dahinya, ia sebenarnya juga tidak suka dengan makan yang manis sama seperti Li Ying. Namun entah kenapa, saat melihat wajah menggemaskan yang menyodorkan kue-kue ke arahnya dengan tangan yang mungil, pangeran itupun tidak dapat menolaknya dan pada akhirnya menerima kue-kue itu lalu memakannya dengan terpaksa.


Sedangkan Li Ying yang mendengar hal itupun kini terkekeh kecil, kemudian dengan santainya ia berkata. “Hah, karena itulah aku memberikannya padamu! ” Ucapnya, yang berarti bahwa gadis kecil itu memang sengaja memberikannya kepada Wang Zeming agar gigi pangeran itu berlubang.


Mengetahui hal itu, sang pangeran pun jelas merasa kesal. Namun ia tidak begitu ambil pusing dan menganggap hal ini sebagai bentuk keusilan dari bayi kecil yang baru lahir.


“Ah, sudahlah!!.... apa kakak pertama ku masih belum datang?!” Tanyanya kepada Li Ying untuk mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, Li Ying pun kini menggelengkan kepalanya. Kemudian ia berkata. “Belum, mungkin dia akan sedikit terlambat!... ” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “.... aku dengar kemarin ia menghabiskan malam berdua dengan kakakku, mungkin sekarang sedang membuat keturunan! ” Ucapnya lagi, dengan wajah santai tanpa ada beban sedikitpun.


Sedangkan pangeran ketiga yang mendengar hal itupun kini hampir saja tersedak, kemudian ia terbatuk-batuk kecil lalu berkata. “Dari mana kau tau?... tunggu!! dari mana kau belajar kata-kata itu?!! ”tanyanya, dengan kedua mata yang memicing tajam.


Membuat Li Ying serasa ingin memutar bola matanya malas agar pangeran itu tau bahwa ia merasa jengah dengan pertanyaan yang seolah-olah menganggapnya anak kecil yang belum cukup umur.


“Hais!! apa yang kau tanyakan?!.... memangnya hal seperti itu perlu di pelajari?!!.... semua orang juga pasti sudah mengerti, bukan? ” Ucap Li Ying, yang membuat pangeran ketiga semakin mengerutkan dahinya.


“Ying meimei!...” Panggil pangeran itu dengan suara rendah yang nampak frustasi. “... aku tau jika kau itu memang pintar, tapi sebagai anak kecil setidaknya kau harus menjaga kepolosan mu itu!” Tegur nya.


Yang hal itu justru malah membuat Li Ying tertawa terbahak-bahak. “pfftt!!... hahaha, apakah kau tau?.... kau adalah orang yang sangat lucu walaupun dengan wajah dingin yang tampak kaku!!” Ucapnya, yang menertawakan seorang pangeran dengan begitu berani dan lancang.


Namun, ia tiba-tiba menghentikan gelak tawanya di saat melihat kedatangan putra mahkota yang kini berjalan ke arah mereka. “Wah, Anak itu panjang umur!” Gumamnya dengan suara pelan.


Tapi itu masih cukup keras hingga bisa di dengar oleh telinga pangeran ketiga yang tajam. “Ah! kau benar!.... dilihat dari wajahnya, sepertinya suasana hatinya tidak sedang baik-baik saja! ” Gumamnya, yang membalas ucapan Li Ying tadi.


Sedangkan Wang Yelu, sang putra mahkota yang merasa sedang di bicarakan oleh kedua orang yang ada di sana itupun mempercepat langkah kakinya dan berkata. “Apa yang sedang kalian lakukan?!.... kita akan berangkat sekarang sebelum matahari semakin naik!! ” Ucapnya, dengan tegas.

__ADS_1


Bahkan perasaannya yang masih memburuk itu dapat di rasakan dengan jelas dari nada bicaranya yang terkesan kasar dan dingin.


__ADS_2