
Sudut bibir Li Jiao kini melengkung dan membentuk sebuah senyuman lebar di kala ia merasa puas saat melihat suaminya itu menghabiskan air dalam gelas tanpa menyisakan satu tetes pun.
Sedangkan Wang Yelu yang melihat senyum aneh di wajah Li Jiao pun kini mengerutkan keningnya, dan menatap wanita itu dengan heran. “Kenapa kau tersenyum seperti itu?! ” tanyanya dengan dingin.
Mendengar hal itu, Li Jiao pun menjawab dengan lembut. “Tidak ada, suasana hatiku hanya sedang bagus saja... ” ia melangkahkan kakinya mendekat, perlahan-lahan memeluk tubuh suaminya dan membisikkan sesuatu pada telinga pria itu. “... Hanya saja, malam ini aku sedikit merasa kesepian!.... Andai saja ada seseorang yang bersedia untuk menemaniku. ” Ucapnya, dengan maksud tertentu.
Wang Yelu yang semula tidak menyadari niat Li Jiao itu pun kini mulai mengerti, apalagi saat ia merasakan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. “Kau__” ucapannya tersendat saat gejolak itu mulai timbul dalam dirinya, kemudian ia melirik gelas kosong di tangannya dan menatapnya dengan penuh curiga. “Apa yang kau berikan kepadaku?!! ” Ia bertanya sembari membentak.
Raut wajahnya kini tampak begitu tertekan, ia saat ini sedang berusaha mati-matian untuk mengendalikan sesuatu yang terus memberontak dalam dirinya. “Dasar wanita licik!! apa yang kau taruh dalam minumanku, Racun?!! ” Tanyanya, sembari mendorong tubuh Li Jiao agar menjauh darinya.
Melihat hal itu, Li Jiao pun sama sekali tidak merasa tersinggung. Sebaliknya, wanita itu kini justru merasa senang karena obat yang ia campurkan dalam minuman itu tadi kini sudah mulai menunjukkan reaksi. “Mana mungkin aku tega meracuni mu!! ” ia berkata dengan nada lembut dan manja.
Kemudian kembali mendekatkan dirinya dan meletakkan tangannya pada kedua sisi wajah Wang Yelu. “Kau tampak berkeringat... ” ia mengusap bulir-bulir bening yang menetes di sela-sela pelipis wajah pria itu, lalu tangannya turun dan memberi sentuhan lembut pada bagian leher. “Apakah kau tidak ingin beristirahat dan menghabiskan malam mu dengan ku?.... kita sudah menikah bukan?... jadi apapun yang akan kita lakukan setelah ini tidak akan menjadi masalah!” Ucapnya, sembari memainkan tangannya untuk memancing keinginan tersembunyi dalam diri suaminya itu.
Merasa tak tahan, Wang Yelu pun berusaha mendorong tubuh Li Jiao untuk yang kedua kalinya. Namun karena pikirannya yang telah kacau dan kepalanya yang mulai pusing, ia pun dengan tidak sengaja justru malah melepaskan ikat pinggang wanita itu.
“Hah!... ”
Kedua orang itu kini tampak tertegun untuk sesaat. Kedua mata Wang Yelu pun mulai memperhatikan bagaimana kain tipis itu kini mulai jatuh tergelincir dari tubuh mulus wanita itu, membuatnya dengan leluasa dapat melihat segala hal tanpa ada sesuatu yang menghalangi.
“Yang mulai! ”
__ADS_1
Li Jiao memanggil dengan suara lirih yang lebih terdengar seperti sebuah ******* kecil. Wajah wanita itupun kini tampak memerah malu, pria itu telah melucuti pakaiannya tanpa di sengaja.
Namun saat melihat Wang Yelu yang segera memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya ke arah lain, Li Jiao pun kini mulai mengerutkan keningnya. “Yang mulia!!... ” ia memanggil untuk yang kedua kalinya, kemudian meraih salah satu tangan pria itu dan menciumnya dengan lembut. “Yang mulia, bukankah aku adalah istrimu?.... kau tidak perlu sungkan!... ini sudah menjadi hak mu!.... aku adalah milikmu, dan malam ini tolong jadikanlah aku sebagai milikmu untuk seutuhnya!! ” Ucapnya, yang menunjukkan keahliannya dalam merayu.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Sedangkan di tempat lain saat ini, seorang gadis kecil kini tampak sedang menggembungkan pipinya dengan kesal sembari menautkan kedua alisnya hingga membentuk sebuah ekspresi marah yang sangat menggemaskan.
Di hadapan gadis kecil itu kini berdiri dua orang pria dewasa dan beberapa pelayan di belakangnya, mereka semua saat ini tampak seperti seorang pemburu yang sedang mengepung anak macan yang mengamuk.
“Sudahlah membawaku kemari dengan seenak hati, kalian kini malah ingin mempermainkan diri ku?!! ” Gadis itu bertanya dengan tidak percaya, menatap tajam ke arah orang-orang yang sedang mengelilinginya sembari tersenyum jahil.
Sedangkan salah seorang pelayan yang lain pun terkekeh kecil dan menunjukkan sesuatu sembari berkata dengan lembut. “Itu benar, lihatlah!.... kami sudah menyiapkan pakaian yang indah untukmu, bahkan kami juga sudah menambahkan beberapa pita yang akan sangat cocok bila di kenakan oleh gadis manis seperti nona kedua Li ini!! ” Ucapnya, yang justru membuat Li Ying bertambah kesal.
Merasa tak tahan dengan perlakuan para pelayan yang menganggapnya seorang bayi, Li Ying pun kini menatap seorang pemuda yang berdiri di hadapannya sedari tadi. “Kenapa kau diam saja?!!.... tidak bisakah kau mengatakan sesuatu kepada mereka?!! ” Ucapnya, dengan wajah yang benar-benar kesal.
Mendengar ucapan gadis kecil itu, Wang Zeming pun kini menaikan salah satu alisnya dengan heran. Kemudian dengan santai ia pun berkata. “Sudahlah, kau hanya tinggal memakainya setelah membersihkan diri!.... memang apa susah nya? ” Tanyanya, yang menunjukkan bahwa pangeran itu tidak memiliki niat sedikitpun untuk membantunya.
“Apa katamu?!! ” Li Ying menatap pemuda yang dulunya adalah keponakannya itu dengan tatapan tajam.
Berani-beraninya bocah ini berkata seperti itu kepadanya!!!.... apakah dia tidak tau siapa Li Ying?!!!.... yah, walaupun ia memang tidak tau tapi tidak bisakah pangeran ini membantunya sedikit saja?!!
__ADS_1
Demi apapun, Li Ying paling tidak suka jika harus di perlakukan seperti ini!!!
Orang-orang itu menganggapnya seorang bayi!!... bukan gadis kecil, melainkan bayi!!....
BAYI!!!! ....
“Nona Li, sebenarnya apa yang membuatmu begitu tidak suka dengan pakaian ini? tidakkah ini tampak menggemaskan? ” Tanya dari seorang pelayan dengan wajah yang berpura-pura sedih, berfikir bahwa trik kecil nya itu akan ampuh pada anak-anak seperti Li Ying.
Namun sayangnya Li Ying terlalu pintar untuk tertipu dengan sandiwara amatir dari seorang pelayan istana. “Aku tidak mau!! lagi pula apa apaan pita yang berlebih itu?!!.... apakah kalian ingin menjadikanku sebagai bahan guyonan?!! ” Ucapnya, masih dengan wajah kesal yang tampak menggemaskan.
Bukan berarti Li Ying tidak menghargai pakaian yang para pelayan itu pilihkan dengan tulus, namun ia benar-benar tidak ingin memakainya.
Mau di taruh mana harga dirinya nanti?
Di sisi lain, Wang Zeming yang sedari tadi terdiam dan hanya melihat sembari menikmati hiburan gratis di hadapannya itupun kini mulai membuka mulutnya dan berkata. “Baiklah, jika kau tidak ingin memakainya maka tidak usah di pakai! ” Ucapnya, yang membuat Li Ying bernafas lega di saat para pelayan memasang wajah cemberut.
Namun ucapannya tidak sampai di situ saja, setelah terdiam untuk beberapa saat pangeran itu pun kembali berkata. “Tapi tidak ada pakaian lain lagi yang seukuran dengan tubuh kerdil mu selain pakaian ini!.... dan kau juga harus segera membersihkan diri sebelum tidur, lihatlah kau saat ini terlihat seperti anak anjing yang baru saja berguling-guling di pasir!! ” Ucapnya lagi.
“Tunggu!! kau sebut aku ap__”
Belum sempat Li Ying menyelesaikan protesnya, pangeran itupun segera menyambar ucapannya dengan berkata. “Besok kita sudah harus pergi, untuk sementara pakailah ini dulu! ” ia terhenti untuk sesaat, diam-diam pangeran itu berusaha keras untuk menahan gelak tawa di saat menatap wajah menggemaskan gadis itu. “Hanya untuk malam ini saja, besok aku akan menyiapkan pakaian yang lebih layak untuk mu!” Bujuknya.
__ADS_1