Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Keinginan mendalam


__ADS_3

Menghadapi rasa keterkejutan yang amat sangat dahsyat, pria itupun menjadi tidak berdaya dengan ekspresi aneh di wajahnya. Melihat hal itu, Wang Yelu tidak tinggal diam. Pangeran itupun segera memerintahkan kepada para prajurit untuk menangkap pria menjijikkan itu untuk dibawa ke kerajaan agar bisa di adili.


Kemudian, ia pun menolehkan wajahnya ke sisi lain. Melihat bawah gadis kecil itu menunjukkan sebuah ekspresi yang sangat tidak mengenakkan ketika menatap pria itu tadi, Wang Yelu pun berjalan mendekat dan berkata kepadanya. “Meimei, apakah baj*ngan itu telah melakukan sesuatu terhadapmu?... Jika memang iya, maka katakan saja! Aku pastikan ia akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan hal itu.” Ucapnya, yang bertanya kepada Li Ying.


Sedangkan Li Ying yang mendengarnya pun kini sedikit melirik ke samping, kemudian ia mendengus kesal dengan lucunya dan berkata kepada Wang Yelu. “Apakah kau tau apa yang baj*ngan itu inginkan dari ku?” Ucapnya yang bertanya balik.


Wang Yelu pun menggelengkan kepalanya, tentu saja ia tidak tau. “Memang apa yang ia inginkan darimu? Apakah ia berniat untuk menjual mu?” Tanyanya lagi.


“Bukan, namun ini lebih mengerikan!” Li Ying terdiam untuk sesaat, kemudian ia melanjutkan. “Anj*ng menjijikkan itu berniat untuk menikahi ku!... Sungguh mengerikan rasanya, bagaimana bisa ia memandang anak kecil dengan perasaan secabul itu?!... Di kemudian hari, aku tidak akan sudih untuk melihat wajahnya lagi, hmph!!” Ucapnya, yang mengomel sembari mendengus kesal.


Sedangkan Wang Yelu yang mendengar hal itupun kini ternganga dan nampak begitu tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengan dari mulut gadis kecil itu tadi.


“Apa?! Dia ingin menikahimu?!!” Wang Zeming yang secara tidak sengaja mendengar percakapan tadi itu pun kini tiba-tiba menyahut.


Raut wajahnya pun nampak sangat terkejut. Memikirkan bagaimana perasaan gadis kecil itu ketika menghadapi baj*ngan tadi, Wang Zeming pun kini mengepalkan kedua tangannya dan bergumam dalam hati. “Tidak hanya menculik anak-anak untuk dijual, pria itu ternyata juga seorang ped*fil?!!.... Lancang sekali dia hingga berani menaruh perasaan kepada Li Ying yang masih kecil. Tunggu sampai kepalanya di penggal, aku akan memotong tubuhnya hingga berkeping-keping dan melemparkannya untuk di jadikan makanan anjing liar yang lapar!!” Ucapnya, yang sepertinya pangeran itu bersungguh-sungguh dalam niatnya untuk menghukum pria gila tadi.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...

__ADS_1


Tak ingin menghabiskan waktu berlama-lama di tempat ini, mereka pun segera menaiki kuda dan pergi untuk kembali ke kerajaan. Li Ying yang duduk di atas kuda bersama dengan Wang Zeming pun kini menghela nafasnya panjang, sejujurnya ia merasa sangat lega bahwa masalah ini sudah selesai dengan cepat.


Untuk kedepannya ia tidak akan perlu berhadapan dengan pria yang menatapnya dengan perasaan cabul seperti itu, karena mau bagaimanapun ia masih menganggap bahwa dirinya kini adalah seorang aki-laki.


Li Ying kemudian menolehkan pandangannya ke belakang, menatap sebuah kereta kuda yang di dalamnya berisi anak-anak yang ia selamatkan. “Pangeran, anak-anak itu dalam keadaan kurang baik!... setibanya di kekaisaran, aku harap mereka bisa mendapatkan perawatan dari para tabib istana!” Ucapnya, yang sangat memperhatikan anak-anak itu.


Sedangkan Wang Zeming pun kini hanya menganggukkan kepalanya singkat, tanpa di suruh pun ia pasti akan melakukan hal itu. Namun mengesampingkan anak-anak yang berada di dalam kereta, Wang Zeming kini lebih khawatir dengan keadaan Li Ying.


Sekuat-kuatnya anak itu, sebagai seorang manusia tidakkah dia merasa lelah dan letih?


“Jika kau mengantuk maka tidurlah, kau tidak perlu takut terjatuh dari kuda karena ada aku yang akan memegangi mu!” Ucap Wang Zeming kepada Li Ying.


Di belakang mereka memang ada beberapa prajurit yang mengikuti dengan pedang dan kuda. Namun di situasi seperti ini, mustahil bagi Li Ying untuk tidur dan menurunkan kewaspadaannya.


“Tidak, aku akan tidur ketika sudah sampai di kediaman!” Ucap gadis itu dengan tegas.


Wang Zeming kini diam-diam melirik wajah mungil itu, melihat kedua mata bulat yang penuh dengan keberanian dan ketegasan, tanpa sadar sudut bibir pangeran itupun melengkung dan membentuk sebuah senyuman tipis.

__ADS_1


Gadis kecil yang baru berusia lima tahun ini benar-benar seperti seorang prajurit. Kedua matanya selalu terbuka lebar dan waspada, ia tidak pernah lengah bahkan di saat memejamkan matanya sekalipun.


Tubuhnya yang kecil dan mungil ini tampak sangat rapuh dari luar, namun dibalik penampilannya yang mengecoh itu ia memiliki sejuta kemampuan yang selalu mengejutkan banyak orang.


Pola pikir yang matang dan otak yang cerdas, siapa yang akan menyangka bahwa dalang di balik keberhasilan misi ini adalah seorang gadis kecil yang baru berusia lima tahun?


Wang Zeming merasa bangga atasnya, namun di sisi lain ia juga merasa sedih. Sedari pertama kali mereka bertemu, Wang Zeming selalu penasaran akan apa saja yang telah gadis kecil ini lalui. Wajah mungil yang polos itu seakan-akan telah lupa bagaimana caranya tertawa riang seperti anak kecil.


“Dia bahkan lebih ahli dalam menggunakan pedang ketimbang bermain boneka!” Gumam Wang Zeming dalam hati.


Angin malam pun semakin berhembus kencang, suara gemrisik dedaunan pun terdengar mengiringi perjalanan pulang mereka. Li Ying yang berada di atas kuda kini menatap lurus kedepan dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


Otak kecilnya itu tidak pernah kosong akan sebuah pemikiran dan keinginan. Saat ini ia baru saja menyadari bahwa perlahan-lahan dirinya kini mulai terikat kembali dengan benang takdir di masa lalu.


Hubungannya dengan anggota kerajaan pun semakin erat, ia bahkan sudah mulai mencampuri urusan politik. Memikirkan hal itu, Li Ying tentu saja tahu bahwa hal ini tidaklah benar.


“Aku sudah melangkah terlalu jauh!” Ia bergumam dalam hati, diam-diam melirik ke arah Wang Zeming dan Wang Yelu. “Mereka mungkin pernah menjadi keluargaku, namun itu hanya terjadi di kehidupan yang dulu!.... Kini aku memiliki identitas baru, tubuh baru dan jati diri baru. Sayapku mungkin terlalu kecil untuk dikepakkan ke udara, namun aku masih memiliki dua kaki yang akan membawaku berkeliling dunia dengan bebas!” Gumam gadis itu dalam hati.

__ADS_1


Begitu mereka melewati hutan yang gelap dengan pepohonan yang rindang, dari kejauhan mereka pun dapat melihat cahaya-cahaya kecil dari ratusan rumah yang berada di dalam wilayah kekaisaran.


Li Ying yang melihat hal itupun kini tersenyum tipis, namun entah kenapa tatapannya kini terlihat sangat sedih. Gadis itu menyentuh dadanya yang terasa sakit, kemudian ia memejamkan kedua matanya untuk sejenak dan bergumam dalam hati. “Untuk tanah itu, dan untuk orang-orang yang tinggal diatasnya.... Aku, pria yang pernah berkuasa di atas tahta dan menjadi kaisar telah mengorbankan kehidupan pertamaku untuk kemakmuran kalian semua!” Ia terdiam, lalu melanjutkan. “Aku akan selalu mencintai tanah kelahiran ku, namun di kehidupan yang kedua ini.... hidup ku bukan untuk kalian semua.” Ucapnya, yang dalam setiap kata-katanya itu terdapat sebuah artian yang mendalam.


__ADS_2