
Beberapa pria dengan tongkat di tangannya kini terlihat sedang berjaga di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup. Melihat hal itu, Li Ying pun segera menyembunyikan dirinya di balik semak-semak yang lebat untuk mengawasi sekitar.
“Hem, ini cukup sulit!... Aku bisa saja menghajar mereka hingga pingsan, namun itu hanya akan menimbulkan keributan dan menarik banyak perhatian.” Gumamnya dalam hati.
Dan di saat ia terdiam dan sibuk memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa masuk ke dalam ruangan itu tanpa di ketahui oleh siapapun, tiba-tiba sebuah kerikil kecil pun menghantam pipinya akibat lemparan dari seseorang.
Menyadari hal itu, Li Ying pun kini mengerutkan dahi. Kemudian ia meraih kerikil kecil tadi dan mencari-cari kemana sumber arah kerikil itu berasal.
“Siapa yang melakukannya?!” Gadis itu bergumam dan bertanya-tanya dalam hati.
Kemudian saat ia sedikit menaikkan pandangannya, gadis kecil itupun samar-samar dapat melihat dua orang pria yang kini sedang bersembunyi di atas salah satu atap bangunan.
Mengetahui siapa kedua orang itu, Li Ying pun segera memberikan isyarat secara diam-diam. Sedangkan kedua orang tadi yang mengerti dengan isyarat yang gadis itu tunjukkan pun segera menganggukkan kepalanya.
Kemudian salah satu di antara mereka pun mengeluarkan sebuah benda dari balik saku lalu melemparkannya ke arah para penjaga tadi.
Setelah itu, asap-asap putih pun segera menyebar. Dan hal itupun membuat mereka merasa panik dan kebingungan.
“Asap apa ini?!!” Salah satu penjaga kini bertanya dengan bingung.
Namun temannya yang mengetahui sesuatu pun segera berkata dengan panik. “Tidak!! Jangan menghirupnya atau kau akan...” Ucapannya berhenti di tengah jalan, kedua matanya kini terasa berat dan pada akhirnya ia pun kehilangan kesadaran dan terjatuh di tanah bersamaan dengan yang lain.
Melihat hal itu, Li Ying pun kini melirik benda yang di lemparkan oleh kedua orang yang berada di atas atap tadi. Sungguh benda yang sangat berguna jika di lihat dari cara kerjanya yang cepat dan praktis, mereka semua bahkan terjatuh pingsan dalam waktu beberapa detik.
“Wah, lain kali aku akan bertanya kepada mereka dari mana benda itu di buat, karena sepertinya aku akan sangat membutuhkannya di masa depan nanti!” Gumam gadis kecil itu dalam hati.
Kemudian, Li Ying pun segera melangkahkan kakinya menuju pintu tadi. Dan bersamaan dengan itu kedua pria yang ada di atas atap pun kini turun dan berjalan ke arahnya.
“Apakah kau berniat untuk masuk ke dalam sendirian?” Tanya dari salah seorang di antara mereka.
__ADS_1
Sedangkan Li Ying yang sibuk mencari-cari kunci yang tepat untuk membuka gembok pintu itupun kini sedikit melirik ke samping dan menatap Wang Zeming yang berbicara kepadanya tadi. “Tentu saja, kalian bereskan saja mereka dan tetaplah berjaga di luar sini!... Aku akan masuk ke dalam dan mencari keberadaan anak-anak itu.” Ucapnya, lalu segera masuk kedalam setelah berhasil membuka pintu tadi.
Mendengar apa yang Li Ying ucapkan, kedua orang itupun kini hanya bisa terdiam dan saling melirik antara satu sama lain. Gadis kecil itu benar tidak peka hingga dapat mengerti kekhawatiran yang sedang mereka rasakan saat ini.
Karena jika mereka tidak perduli dengan keadaan gadis kecil itu, maka mereka berdua pasti tidak akan mau repot-repot untuk membahayakan dirinya dengan cara menyelinap masuk ke tempat ini.
“Meimei, jika terjadi sesuatu maka berteriaklah!” Ucap Wang Yelu.
Namun Li Ying yang mendengarnya pun kini mengerutkan dahinya dan berkata. “Hais! Jangan panggil aku meimei!!” Ucapnya, dengan begitu ketus.
Karena mau bagaimanapun, di kehidupan pertamanya ia adalah paman mereka. Sungguh aneh rasanya jika di panggil dengan sebutan meimei oleh keponakan sendiri.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Memasuki ruangan itu, suasana gelap nan mencekam pun segera terasa. Tidak ada satupun lilin yang menyala untuk menerangi ruangan tersebut, yang bisa Li Ying lakukan adalah berusaha untuk mencari dengan mengandalkan matanya yang sehat dan jernih.
“Kenapa di sini kosong? Aku yakin anak-anak itu berada di sini, tapi di mana mereka menyembunyikannya?!!” Tanyanya yang bergumam dalam hati.
Sungguh mencurigakan rasanya jika ruangan yang dijaga begitu ketat ini hanyalah ruangan kosong tak berisi. Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan, namun Li Ying tidak yakin dengan hal itu.
Dan saat ia melangkahkan kakinya, sebuah suara dari papan kayu yang terinjak pun terdengar dan menghentikannya. Mendengar hal itu, Li Ying pun segera menundukkan kepalanya ke bawah dan melirik karpet usang yang ia injak saat ini.
“Ini terasa seperti... ” Gadis kecil itu terdiam, kemudian menyingkirkan karpet yang ada di bawah kakinya itu untuk melihat sesuatu di baliknya.
“Sudah ku duga!” Ia membelalakkan matanya, di bawah kakinya kini terdapat sebuah papan kayu yang terlihat seperti jalan rahasia menuju ruang bawah tanah.
Dan karena tidak ingin membuang-buang banyak waktu, gadis kecil itu pun segera mengangkat papan kayu itu. Melihat sebuah anak tangga yang mengarah ke suatu tempat, ia pun segera masuk dan menuruni anak tangga tanpa merasa takut sedikitpun.
Merasakan betapa gelap dan pengapnya tempat itu, Li Ying pun bergumam dalam hati. “Tempat ini begitu tertutup, aku bahkan tidak dapat merasakan udara yang berhembus dengan baik di sekelilingku!” Gumamnya.
__ADS_1
Kemudian, setelah ia berada di ujung tangga samar-samar telinganya pun dapat mendengar suara tangisan dari beberapa orang.
“Tunggu, jangan-jangan Itu...”
Li Ying segera melangkahkan kakinya mendekat ke arah sumber suara, hingga pada saat pandangannya kini melihat beberapa kurungan besi yang didalamnya terdapat anak-anak yang ia cari, gadis kecil itupun segera membelalakkan matanya dan berjalan menghampiri mereka.
“Yatuhan, bagaimana bisa mereka mengurung anak-anak ini di dalam kurungan hewan?!!” Ucapnya, dengan sedikit berseru.
Sedangkan anak-anak yang berada di dalam kurungan itu dan melihat keberadaannya pun kini segera berteriak meminta tolong.
“Hiks! Hiks! Tolong aku, aku ingin bertemu kembali dengan ibuku huhuhu!”
“Aku ingin keluar!”
“Tolong aku!”
“Ku mohon berikan sesuatu kepadaku untuk di makan, aku sudah tidak tahan lagi!”
Ucap mereka, yang semua itu benar-benar terdengar begitu pilu dan memperhatikan.
Mendengar hal itu, Li Ying pun segera menaruh salah satu jari telunjuknya di depan bibir. Memberikan sebuah isyarat agar anak-anak itu tetap diam dan tidak menimbulkan keributan.
“Aku akan segera mengeluarkan kalian, jadi tenanglah dan jangan berisik!” Ucapnya dengan tegas sembari berusaha membuka gembok yang mengunci pintu kandang itu satu persatu.
Dan saat melakukannya, Li Ying pun dapat mencium dengan jelas bau-bau busuk dari kotoran-kotoran dan makanan sisa bekas anak-anak itu yang telah menjadi sampah.
“Mereka sungguh tidak terawat, aku bahkan tidak sampai berfikir dengan bagaimana caranya mereka bertahan di tempat buruk seperti ini!” Gumamnya dalam hati.
Gembok yang mengunci kurungan itupun akhirnya terbuka, dan saat anak-anak itu keluar, tatapan mata Li Ying pun kini berubah sendu di saat ia melihat kondisi anak-anak itu dengan lebih jelas. “Hidup dalam kemiskinan mungkin jauh lebih baik daripada harus hidup dan dikurung dalam kandang seperti ini!... Tikus-tikus di istana bahkan memiliki kehidupan yang lebih baik daripada mereka, sungguh menyedihkan rasanya jika anak-anak yang masih kecil ini harus mengalami hal yang begitu buruk!”
__ADS_1