Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Sebuah bubuk harapan?


__ADS_3

Mendengar ucapan putranya itu, selir Bao yu pun kini tampak tersenyum miring. Wanita itu tidak langsung menjawabnya, ia terlebih dahulu mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dan meletakkannya di atas meja. “Ini, apakah kau tahu benda apa ini, anak ku? ” Ia bertanya, dengan tatapan penuh arti.


Wang Diwei yang melihat bungkusan kecil di hadapannya itu pun tampak heran, salah satu alisnya kini terangkat di saat ia menatap ke arah sang ibu dengan tatapan bingung. “Aku tidak tahu, memang apa isi di dalamnya?.... dan apa hubungannya benda ini dengan pertanyaan ku barusan?! ” Ucapnya, yang bertanya-tanya.


Namun saat ia ingin mengambil bungkusan kecil itu untuk melihat isi di dalamnya, tangannya pun segera di tepis dengan kasar. “Jangan sekali-kali kau menyentuhnya!! ” Ucap selir Bao yu dengan tegas.


Dan hal itu pun membuat Wang Diwei semakin penasaran dan ingin tahu.


“Kalau begitu katakan kepadaku, benda apa ini?! ” Tanya pangeran itu dengan tidak sabaran.


Selir Bao yu yang melihat rasa penasaran dalam diri putranya itupun kini menghela nafas, kemudian setelah terdiam untuk sesaat ia pun mulai berkata. “Ini adalah sebuah bubuk harapan!” Ucapnya sembari terkekeh kecil.


Namun jawaban yang wanita itu berikan sama sekali tidak dapat memuaskan rasa penasaran dalam diri sang putra. “Bubuk harapan?... ” Wang Diwei mengulangi kata-kata ibunya dengan bingung. “... Aku masih tidak mengerti, bisa kah kau mengatakannya dengan lebih jelas?... Kata-kata mu sangat sulit untuk di pahami!! ” Ucapnya lagi, yang meminta untuk dijelaskan dengan lebih rinci.


Sedangkan selir Bao yu yang mendengar ucapan puteranya itu pun kini memutar bola matanya dengan malas. Sama sekali tidak menyangka bahwa putranya itu masih saja tidak peka dengan kata-kata kiasan yang ia gunakan.


“Ck! dasar b*doh!! ” Wanita itu mendecak kan lidahnya sembari mengeluarkan makian. “Ini adalah obat pera**sang!!.... hanya dengan sejumput saja ia akan mampu membuat seseorang hanyut dalam dunia fantasi musim semi!!! ” Ucapnya, dengan nada kesal.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Wang Diwei pun kini mulai mengerti sesuatu.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Di sisi lain, sang putri Mahkota yang sedari tadi di bicarakan itu pun kini tampak sedang menunggu seseorang dengan perasaan gelisah bercampur gugup. Pakaian yang ia kenakan kini sedikit terbuka dengan kain tipis yang hampir menerawangkan lengkuk tubuhnya.


Dan sembari menengok pintu dan jendela secara bergantian, ia pun membuka mulutnya dan berkata kepada seseorang yang berada di luar ruangan. “Pelayan, apakah kau yakin sudah menyampaikan pesanku kepada putra mahkota?! ” Tanyanya.


Mendengar pertanyaan itu, sang pelayan pun segera menjawab dari luar. “Iya yang mulia, putra mahkota berkata bahwa beliau akan segera ke sini begitu urusannya selesai! ” Ucapnya.


Kemudian saat pelayan itu akan membuka mulutnya lagi, tiba-tiba seseorang pun datang dan membuatnya harus segera membungkuk dan memberi hormat. “Salam kepada yang mulia putra mahkota! ” Ucapnya, dengan suara yang cukup keras untuk memberi tanda akan kedatangan pangeran itu kepada sosok wanita yang sedari tadi menanti di dalam ruangan sana.


Namun, saat wajah mereka berdua saling berhadapan, dan kedua mata mereka saling bertatapan. Putra mahkota sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun ketika melihat penampilan LI Jiao yang terkesan begitu berani dan seakan-akan berusaha menantang nafsu seorang pria.


“Apa-apaan pakaian yang kau kenakan itu?! ” Tanya pria itu dengan nada dingin, terlihat jelas bahwa ia merasa terganggu dan tidak suka dengan penampilan istrinya saat ini.


Sedangkan Li Jiao yang di tanyai itu pun kini menundukkan wajahnya, kemudian dengan malu-malu ia pun menjawab. “Hari ini cuaca terasa sangat panas, dan aku merasa sangat gerah jika harus memakai pakaian yang tebal! ” Ucapnya, yang memberikan sebuah alasan.

__ADS_1


Namun alasan seperti itu sangatlah basi untuk digunakan kepada seseorang seperti Wang Yelu, sang putra mahkota.


“Sudahlah, cepat katakan ada urusan apa hingga kau menyuruhku ke sini!! ” Ia menghela nafas, memilih untuk tidak memperdebatkan masalah ini agar ia bisa pergi dengan cepat. “Aku harap ini adalah masalah yang penting! ” Ucapnya lagi, dengan nada penuh penekanan.


Mendengar kata-kata dingin itu, untuk sesaat Li Jiao pun merasa takut dan ragu dengan niatnya. Namun ia segera mengesampingkan perasaan itu dan berkata sembari tersenyum. “Baiklah, aku akan mengatakannya... ” ia terdiam untuk sesaat, kemudian lanjut berkata. “... Namun tidak di luar sini, karena itu masuklah ke dalam terlebih dahulu! ” Ajaknya, sembari menarik tangan Wang Yelu untuk mengikutinya.


“Tidak usah__”


“Suamiku, masuklah terlebih dahulu!!” Li Jiao segera memotong ucapan pria itu sebelum ia sempat menolak ajakannya.


Dan saat mereka berdua telah berada di dalam ruangan, pintu pun segera di tutup rapat-rapat.


Wang Yelu yang melihat hal itupun kini merasakan kejanggalan dalam hatinya, ia pun mulai merasa curiga dengan apa yang akan Li Jiao lakukan setelah ini.


“Cepat katakan!! ” Ucap pangeran itu dengan masih mempertahankan wajah datar dan nada bicara yang dingin.


Li Jiao tidak langsung membuka mulutnya untuk memulai percakapan. Wanita itu kini terlebih dahulu menuangkan air ke dalam sebuah gelas, kemudian menyodorkan nya kearah Wang Yelu untuk di tawarkan kepada pria itu.

__ADS_1


“Jangan terburu-buru, kau bukan sedang berada di kamar wanita lain!....” ia terdiam sejenak, memaksa pangeran itu untuk menggenggam gelas berisi air yang ia tuangkan tadi. “.... aku adalah istri mu sendiri, tidak perlu begitu waspada!... jadi minumlah air ini untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum aku mulai mengatakan apa tujuanku!! ” Ucapnya sembari tersenyum dengan begitu lembut.


Wang Yelu awalnya merasa ragu saat melihat sikap wanita itu. Namun dengan desakan dari Li Jiao, ia pun pada akhirnya meminum air di dalam gelas hingga habis tak tersisa.


__ADS_2