Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Pergi?


__ADS_3

Merasakan pipinya yang terasa panas dan pedih akibat tamparan keras yang dilayangkan ibunya dengan tanpa perasaan itu, Li Ying pun kini mendongakkan kepalanya keatas dan menatap wajah wanita itu dengan tatapan tajam yang penuh akan amarah.


“Apakah aku benar-benar anak yang kau lahirkan?” Gumam Li Ying, yang bertanya dengan suara lirih dan hampir tak terdengar oleh telinga.


Kedua tangan gadis kecil itupun terkepal erat, dalam hati mencoba sekuat tenaga untuk menahan emosi dan mengendalikan dirinya dari amarah yang meluap-luap.


“Nyonya besar Li tampaknya memiliki masalah, bagaimana jika kau mengatakan keinginan mu?... Siapa tau dengan mendengar hal itu aku dapat mengerti kerumitan yang sedang kau alami.” Ucap Li Ying, dengan sikap tenang dan ekspresi dingin di wajahnya.


Melihat respon dan sikap putrinya itu, nyonya besar Li pun merasa sangat merinding dan ngeri. Sungguh mengerikan rasanya melihat seorang anak kecil yang baru berusia lima tahun berbicara dan bertindak seperti itu, ini sungguh tidak wajar, apakah ia melahirkan seorang monster?


“Anak ini benar-benar terlihat seperti kutukan!” Gumam wanita itu dalam hati sembari menatap Li Ying dengan tajam dan was-was.


Sedangkan Li Ying yang mendapatkan tatapan itupun kini mengerutkan dahi, menunggu sampai wanita itu membuka mulut dan mengatakan tujuannya yang datang kemari membawa keributan.


“Kau...” Nyonya besar Li sedikit terdiam, mengepalkan kedua tangannya sebelum kembali membuka mulut dan berkata. “Kau...sebaiknya kau menghilang dari hadapan ku atau pergi dari tempat ini untuk selamanya!... Di dalam hidupku, hal yang paling aku sesalkan adalah melahirkan monster seperti mu!!“ Ucapnya, lalu kemudian ia membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi begitu saja.


Namun sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan itu, tiba-tiba ia berhenti dan menoleh kebelakang untuk mengatakan sesuatu. “Jika pagi hari tiba dan kau menghilang dari tempat ini, maka aku akan berterima kasih. Setidaknya itu akan membuat hidup putriku (Li Jiao) menjadi lebih baik tanpamu!” Ucapnya, dengan begitu dingin dan tanpa ada rasa kasihan sedikitpun.


Di sisi lain, Li Ying yang melihat kepergian wanita itupun kini hanya diam dan berdiri ditempatnya dengan sangat tenang. Mendengar betapa inginnya wanita itu untuk menyingkirkan dirinya, diam-diam Li Ying pun tersenyum dan berkata dalam hati. “Tanpa kau usir, aku juga akan pergi dengan sendirinya!” Ucapnya.


Kemudian, gadis kecil itupun mendudukkan dirinya di atas ranjang sembari merenungkan sesuatu. “Belakangan ini tanpa sadar aku telah terlibat dengan urusan kerajaan, itu jelas bukan hal yang bagus mengingat tujuan ku kali ini adalah hidup bebas tanpa terikat dengan beban dan tanggung jawab!... Mungkin nantinya akan terjadi keributan di kediaman ini, namun kesempatan untuk terbang bebas seperti burung di langit tidak akan datang dua kali!!” Gumamnya lagi dalam hati.

__ADS_1


Setelah itu, ia pun berjalan menuju lemari pakaiannya. Melihat kalau di sana ada begitu banyak pakaian yang terlihat indah dan sangat cantik, Li Ying pun hanya mengambil beberapa yang sekiranya cukup untuk ia bawa.


“Yah, lagipula sudah menjadi keputusan awalku untuk pergi dari sini dan menjadi pengembara!” Ucapnya, yang bergumam pada diri sendiri.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Sedangkan di tempat lain saat ini, seorang pria tua yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya pun kini tampak merasa puas dengan mahakarya yang baru saja ia buat.


Sebuah pedang yang terlihat sangat mengkilap dengan ujung yang sangat tajam kini berada di genggaman tangannya, ia melihat keindahan pedang itu dengan sangat bangga dan seakan-akan itu adalah putranya yang sangat berharga.


Senyum di wajahnya pun tak dapat di sembunyikan, walaupun dengan janggut dan kumis putih yang panjang, ekspresi gembira yang bercampur dengan rasa bangga pada diri sendiri itu tidak dapat di hilangkan begitu saja.


Namun di sela-sela kesenangannya itu, tiba-tiba seseorang pun datang dan mengganggu waktunya dengan suara ribut yang tergesa-gesa.


“Ayah!!”


“Ayah, cepat kemari!!!” Ucap Xu Fu Zhen, yang membuat ekspresi gembira pada wajah kakek tua tadi kini menghilang dan dengan sekejap digantikan dengan ekspresi marah bercampur kesal.


“Di saat-saat seperti ini tidakkah kau membiarkan ku untuk menikmati waktu ku sendiri? dasar putra durhaka, memang ada hal apa hingga kau tergesa-gesa seperti itu?!!” Ucapnya, yang entah sedang bertanya atau memarahi.


Sedangkan Xu Fu Zhen yang mendengar hal itupun segera berkata. “Gadis itu, maksudku gadis kecil yang waktu itu sekarang datang untuk menemui mu!” Ucapnya, yang membuat kedua mata kakek tua itu kini sedikit terbelalak.

__ADS_1


“Anak itu? Di larut malam begini?!” Tanya sang pandai besi Xu Jing Zhong dengan wajah heran yang nampak kebingungan.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


“Sungguh mengejutkan, aku sama sekali tidak menyangka akan menerima tamu kecil di larut malam seperti ini!” Ucap seorang pria tua yang kini terlihat sedang duduk di hadapan seorang gadis kecil.


Gadis kecil yang mendengar perkataan itupun kini tersenyum tipis, meraih secangkir teh hangat yang disediakan untuknya lalu meminumnya sebelum ia berkata. “Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk mengganggumu!” Ucapnya.


Kemudian setelah ia terdiam untuk sesaat, gadis kecil itupun meletakkan cangkir teh kosong di tangannya dan kembali berkata. “Namun, sesuatu yang sangat mendesak membuatku harus datang kemari lebih awal!... lebih tepatnya aku ingin segera meninggalkan daerah ini sebelum matahari terbit, jadi jika diperbolehkan bisakah aku mendapatkan barang yang aku inginkan saat ini juga?” Tanyanya, yang terlihat begitu santai.


Mendengar ucapan dari gadis kecil itu, Xu Jing Zhong pun kini terdiam untuk beberapa saat sembari memandangi gadis kecil di hadapannya itu dengan seksama. Kemudian, pria tua itupun menghela nafasnya dengan panjang dan berkata.


“Kau seakan-akan tau kalau barang itu telah jadi, nona Li!” Ucapnya, sembari tersenyum kecut.


Setelah itu, ia pun berdiri dan mengambil sebuah pedang yang sempat ia kagumi tadi lalu meletakkannya di hadapan gadis kecil itu. “Aku membuatnya dengan mengandalkan kemampuan terbaikku, ini adalah benda yang sangat bagus!” Ucapnya.


Melihat sebuah pedang yang diletakkan di hadapannya itu, Li Ying pun kini tersenyum dan meraih benda itu dengan penuh kepuasan. “Aku melihat kerja kerasmu dalam pedang ini, kau pasti sangat berusaha!” Ucapnya, yang benar-benar menghargai pekerjaan yang pria tua itu lakukan untuknya.


Mendengar hal itu, tentu saja Xu Jing Zhong pun merasa sangat senang dan puas. Namun ketika ia memperhatikan wajah gadis itu dan menemukan kalau salah satu pipinya terlihat lebih merah dan sedikit bengkak, dalam sekejap raut wajahnya pun berubah menjadi sangat buruk.


“Tunggu dulu, ada apa dengan wajahmu itu?!”

__ADS_1


__ADS_2