Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Menuju tempat baru


__ADS_3

Gadis itu kini keluar dari penginapan setelah mengemas barang-barangnya. Kemudian ia pun berjalan ke arah kandang kuda untuk mengambil kuda hitam miliknya dan melanjutkan perjalanan.


Namun saat ia sedang berjalan, sebuah suara milik seseorang pun terdengar dan memanggil namanya dari arah belakang.


“Hei gadis kecil, kau akan pergi?” Tanya pria paruh baya itu.


Mendengar hal itu, Li Ying pun menoleh ke belakang dan menganggukkan kepalanya. Kemudian ia pun berkata. “Hem, aku ingin segera melanjutkan perjalanan.” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan itu dengan santai.


Pria paruh baya itu-pun kini melangkahkan kakinya mendekat, berjalan berdampingan dengan gadis kecil itu untuk menyampaikan beberapa hal yang ia ketahui.


“Hei, apa kau tahu? Di arah sana ada sebuah tempat yang bagus, letaknya memang lumayan jauh mungkin satu minggu perjalanan. Tapi aku yakin kau akan suka dengan tempat itu, kota-kotanya indah dan banyak hal yang bisa kau temui di sana!” Ucapnya, sembari mengarahkan telunjuknya ke arah selatan.


Mendengar hal itu, Li Ying yang kini tengah melangkahkan kakinya masuk ke kandang kuda pun berhenti sesaat dan menatap pria paruh baya itu dengan bingung.


“Oh yah? Tempat seperti apa itu?” Tanya Li Ying, gadis kecil itupun kini melanjutkan langkahnya dan berjalan ke arah kuda hitam miliknya.


“Sebuah wilayah yang berada di bawah kepemimpinan seorang raja. Aku yakin kau akan suka, ada begitu banyak pemandangan bagus yang dapat di lihat. Kau juga bisa bermain-main di kotanya, ada banyak makanan enak!” Ucap pria paruh baya itu dengan sangat antusias.


Mendengar ceritanya, Li Ying pun kini mulai merasa tertarik. Sebelum ia memikirkan tujuan lain, apa salahnya ia pergi ke tempat itu? Dari ceritanya sepertinya pria itu tidak sedang berbohong.


“Hemm...”


Gadis itu berjongkok dan mencari-cari sesuatu di dalam kantong besar miliknya. Sebuah peta yang nampak sedikit tua dengan pinggiran yang sedikit robek pun di keluarkan-nya dari dalam kantong besar tersebut.

__ADS_1


Melihat hal itu, pria paruh baya yang sedari tadi berbicara dengannya pun kini ikut berjongkok untuk melihat apa yang sedang gadis kecil itu pegang.


“Bisa kau tunjukkan di mana tempatnya?” Li Ying menyodorkan peta itu, menyuruh pria paruh baya di hadapannya ini untuk menandai tempat yang ia sebutkan tadi.


Setelah itu, Li Ying pun nampak sangat serius menatap peta di tangannya. Pupil matanya yang gelap itu pun bergerak menyusuri rute-rute yang tergambar di atas permukaan kertas. Gadis kecil itu terdiam untuk beberapa saat, menimang-nimang sesuatu dan menganggukkan kepalanya dengan yakin.


“Bagaimana? Apakah kau akan pergi ke sana?” Pria paruh baya itu bertanya dengan penasaran, menantikan jawaban yang jelas dari gadis kecil itu.


Sedangkan Li Ying yang mendengar pertanyaan itupun menganggukkan kepalanya sekali lagi, kemudian dengan sangat yakin ia pun berkata. “Hem, aku akan pergi ke sana. Terimakasih atas sarannya!” Ucapnya.


Namun sebelum Li Ying akan menunggangi kuda hitam miliknya, pria paruh baya itu pun tiba-tiba berkata. “Tunggu! Jika kau ingin pergi ke sana bawalah pakaian yang agak tebal. Udara di sana agak sedikit dingin.” Ucapnya, dan kemudian kembali berkata. “Oh iya, sebisa mungkin kau jangan sampai berurusan dengan pihak kerajaan. Rajanya memang seorang pemimpin yang baik, namun di sisi lain ia juga sangat tegas. Terutama kepada orang asing!” Tambahnya, yang mencoba untuk memperingati gadis itu.


Li Ying pun hanya menganggukkan kepalanya, lagipula ia ke sana hanya untuk mencari kesenangan. Gadis kecil itu sama sekali tidak ingin mencari masalah, apalagi di tempat asing dengan orang-orang yang asing pula.


Li Ying pun menerimanya, kemudian dengan bingung ia pun bertanya. “Sebuah cincin perak? Mengapa kau memberikan ku ini?” Tanyanya.


Dan pria itu-pun menjawab. “Untuk berjaga-jaga saja, jika terjadi sesuatu setidaknya kau bisa mendapatkan sedikit bantuan dengan itu! ” Jawabnya, dengan santai.


Li Ying pun kini memperhatikan cincin yang ia pegang saat ini. Sebuah cincin perak dengan ukiran yang unik. “Gambar apa ini? ikan atau naga?” Ia bergumam di dalam hati, memperhatikan setiap gambar yang terukir di cincin perak itu.


Kemudian Li Ying pun mengambil sebuah tali berwarna hitam untuk menjadikan cincin itu sebagai gantungan kalung. Jari-jari tangannya masih terlalu kecil dan mungil untuk sebuah cincin orang dewasa.


Setelah itu, ia pun segera naik ke atas kuda. Dan sebelum ia akan pergi, ia pun menoleh ke arah pria paruh baya itu dan berkata. “Terimakasih banyak untuk semuanya, kau adalah orang yang baik!” Ucapnya, lalu segera melajukan kudanya pergi.

__ADS_1


Melihat sosok gadis kecil itu yang semakin menjauh dengan kudanya, pria paruh baya itu-pun hanya bisa tersenyum tipis sembari melambaikan tangannya. “Semoga nantinya kita bisa bertemu. Gadis kecil!” Gumamnya pelan, kemudian ia berbalik dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam penginapan.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, kini Li Ying pun akhirnya sampai di sebuah jalanan berbatu. Di depan sana ada sebuah bukit batu yang sangat terjal, melihat medan yang tidak memungkinkan Li Ying pun memutuskan untuk mengambil jalan memutar.


Gadis itu melewati sebuah jalan dekat hilir sungai untuk memutari bukit berbatu itu. Sepanjang perjalanan ia hanya menikmatinya dengan diam, tidak ada suara selain telapak kaki kuda yang berjalan di atas tanah.


Sesekali gadis itu pun membuka peta miliknya, mengecek arah mata angin dan memastikan kalau jalur yang ia lalui ini sudah benar. Dan makin lama ia berjalan, sinar matahari pun terasa semakin panas. Kedua matanya pun terpaksa memicing untuk melihat jalan, sinar yang begitu terik ini benar-benar menyilaukan matanya.


Kepala gadis itu pun mendongak ke atas, kedua matanya pun menatap langit-langit yang nampak cerah. Namun, walaupun yang terlihat di langit luas itu adalah langit biru tanpa awan mendung—entah bagaimana gadis itu berkata...


“Sepertinya nanti sore akan turun hujan, semoga kita menemukan tempat untuk berteduh.” Gumamnya, masih sambil menatap ke atas langit.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Kumpulan awan hitam kini telah menyebar dan memenuhi langit. Sebuah suara guntur pun mulai terdengar bersamaan dengan jatuhnya butiran-butiran air hujan.


Benar saja apa yang Li Ying katakan tadi, hujan deras akan datang begitu hari menjelang sore. Gadis kecil itu kini tengah mempercepat laju kudanya untuk mencari tempat berteduh. Rintik-rintik gerimis hujan yang semakin lama semakin deras pun menghujani pakaiannya, bulir-bulir air bening nampak menetes di wajahnya yang mungil.


Kuda yang di tungganginya berlari dengan sangat cepat, rambut dan pakaiannya pun sampai berkibar-kibar akibat terpaan angin kencang.


Li Ying memang memperkirakan bahwa hujan nanti akan turun. Namun melihat betapa gelap dan kencangnya angin dingin yang menghantam tubuhnya sepertinya sebentar lagi akan turun hujan deras dengan di sertai badai.

__ADS_1


“Oh! Sepertinya aku melihat gua di sana!!”


__ADS_2