
Di saat pelayan lain sibuk membawa barang-barang milik Li Ying keluar dari kediaman untuk di bakar. Qixuan, pelayan pribadi Li Ying yang sudah melayani gadis kecil itu sedari kecil pun kini nampak menahan air mata selagi memeluk beberapa pakaian dan sepatu mungil yang sengaja Li Ying tinggalkan.
Pelayan itu berjalan begitu lambat dan seolah-olah sedang mengulur-ulur waktu, ia berjalan tepat di barisan paling belakang dari para pelayan-pelayan lain. Sesekali ia melirik ke sana ke sini, dan dalam hati ia berharap bahwa tuan besarnya akan segera datang dan menghentikan semua ini.
“Apa yang harus aku lakukan? tuan besar tidak sedang berada di kediaman, dan jika ini terus di biarkan maka semua barang milik nona kedua akan di bakar habis!” Pelayan itu bergumam dalam hati, sungguh tidak rela jika barang-barang milik nona kesayangannya itu di hanguskan begitu saja.
Para pelayan yang lain kini sudah membawa barang-barang Li Ying keluar dari kediaman, mereka berjalan bersamaan menuju tempat pembuangan yang biasa di gunakan untuk membuang atau membakar sampah sisa-sisa makanan.
Melihat hal itu, Qixuan pun semakin melambatkan langkahnya. Sengaja berlama-lama selagi dirinya menunggu kedatangan seseorang yang bisa di mintai tolong. Namun selagi pelayan itu sibuk dengan pikirannya, seorang pelayan lain yang melihatnya berjalan begitu lambat pun segera meneriakinya.
“Hei, kenapa kau sangat lambat? kita tidak punya banyak waktu, cepatlah!!” Perintahnya dengan tegas.
Qixuan yang mendengar teguran dari pelayan itu-pun nampak tersentak kaget, ia pun kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata. “Tidakkah kita menunggu tuan besar datang? Ini adalah barang-barang milik nona kedua!” Ucapnya sembari memeluk barang-barang yang ia bawa dengan sangat erat.
Melihat hal itu, pelayan yang tadi pun berjalan mendekat ke arahnya sembari berkata dengan marah. “Apakah kau bodoh?!! Aku tahu kau sudah melayaninya dengan baik sedari kecil, namun saat ini kau tidak punya hak untuk melawan perintah dari nyonya besar!!” ucapnya sembari membentak.
Kemudian, karena Qixuan terlalu keras kepala dan enggan untuk melaksanakan perintah dari nyonya besarnya. Pelayan yang tadi pun kini berdecak kesal dan segera merebut barang-barang yang Qixuan bawa dengan paksa lalu berkata.
“Jika kau tidak mau melakukannya maka berikan kepadaku, dasar tidak tahu diri!... Lihat saja nanti, aku akan memberitahukan kelakuan mu kepala nyonya besar!!” Ancamnya, kemudian ia pun berbalik dan akan beranjak pergi.
Namun sebelum hal itu benar-benar terjadi, Qixuan yang tak ingin membiarkan barang-barang milik nona mudanya di bakar pun segera menahan pelayan itu dan mencoba untuk merebut barang-barang itu kembali.
“Tidak, aku tidak akan membiarkan barang-barang milik nona muda di bakar begitu saja!” Ia menarik barang-barang Li Ying yang direbut tadi, berusaha keras untuk mendapatkannya kembali.
“Yaampun, apakah kau sudah tidak waras?!!” Pelayan yang tadi kini mulai menjadi sangat kesal, mereka berdua kini mulai saling berebut dan membuat keributan.
“Pengawal!!... Pengawal!!!” Pelayan itu mulai berteriak untuk memanggil para pengawal yang berdiri tidak jauh dari sana. “Cepat tahan gadis tidak tau diri ini!!... Dia telah berani menentang perintah nyonya besar!!” Ia mengaduh dan memberi perintah.
Kemudian karena sudah merasa begitu kesal, pelayan itu-pun mendorong Qixuan hingga ia terjatuh ke tanah dengan begitu keras.
“Rasakan itu, dasar pelayan kurang ajar!!” Ucapnya, kemudian beranjak pergi.
Ia adalah pelayan yang melayani nyonya besar Li, jelas sekali ia ada di pihak wanita jahat itu. Sedangkan Qixuan yang kini tersungkur di tanah pun nampaknya tidak ingin menyerah, ia berusia bangkit dan akan merebut barang-barang milik nona mudanya dari tangan pelayan itu.
__ADS_1
Namun sebelum ia sempat mengulurkan tangannya dan berjalan mendekat. Tiba-tiba beberapa pengawal yang di panggil oleh pelayan itu tadi pun datang dan menahan pergerakannya.
Melihat hal itu, Qixuan pun jelas berusaha memberontak. Ia mulai memohon dan menangis, benar-benar tidak rela jika barang-barang milik nona mudanya di bakar oleh mereka.
“Tidak!! Aku mohon jangan tahan aku!!” Ia terus memberontak, berusaha untuk melepaskan diri. “Mereka akan membakar barang-barang milik nona kedua!!... Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. Se... Setidaknya biarkan beberapa barang tetap utuh, aku akan menyimpannya dengan baik!!” Ia terus memohon, menangis, dan berusaha membujuk para pengawal itu agar melepaskannya.
Para pengawal yang menahannya kini saling melirik, sebenarnya mereka sendiri juga tidak terlalu suka dengan apa yang nyonya besar Li lakukan. Namun di sisi lain mereka juga tidak bisa menolak dan membantah. Mereka semua punya keluarga dan sangat mengandalkan pekerjaan ini untuk menafkahi diri masing-masing.
“Hei sudahlah, tidak ada gunanya kau bersikap seperti ini!” Salah seorang pengawal yang menahannya berbisik dan mencoba untuk menenangkannya.
Teman-temannya yang lain pun juga mengangguk dan berkata. “Dia benar, lebih baik kau diam saja dan berpura-pura patuh!... Sekali nyonya besar marah kepadamu maka ia akan membuat hidupmu menderita, kau tahu sendiri bagaimana buruknya wanita itu!” Ucapnya, yang juga berbisik dengan suara pelan.
Namun Qixuan yang masih merasa berat hati pun kini menangis, ia sama sekali tidak perduli dengan hukuman yang akan ia dapatkan nanti. Yang terpenting sekarang adalah mengamankan barang-barang milik nona mudanya.
Dan mungkin sekarang para pelayan yang lain sudah menyalakan api dan membakar sebagian barang-barang milik Li Ying.
“Ti... Tidak!... Tolong jangan biarkan mereka membakar barang-barang itu!!”
“Ada apa ini?!”
Suara tuan besar Li yang terdengar begitu tegas pun menghentikan keributan. Qixuan yang sedari tadi begitu putus asa pun kini nampak lega dengan kehadiran tuannya itu.
“Tuan!” Qixuan segera berjalan mendekat ke arah tuannya itu.
Sedangkan tuan besar Li yang melihat keributan barusan pun kini mengerutkan keningnya dan nampak bingung.
“Katakan kepadaku, kenapa pagi-pagi semua orang sudah ribut seperti ini?!” Ia bertanya dengan tegas, ekspresi wajahnya nampak tidak baik.
Di sampingnya ada Wang Zeming dan juga beberapa pengawal yang lain. Pangeran itu hanya menatap pelayan yang menangis di hadapannya dengan wajah datar dan seakan-akan tidak perduli. Pikirannya kini sudah di buat sibuk dengan hal lain, jadi wajar saja jika ia tidak begitu perduli dengan masalah orang lain.
Namun saat Qixuan mengadukan apa yang terjadi selagi tuan besar Li pergi Wang Zeming yang juga mendengarnya pun kini nampak terkejut dan membelalakkan kedua matanya dengan lebar.
Tuan besar Li yang mendengar cerita dari pelayannya itu-pun kini mengepalkan kedua tangannya dan nampak geram.
__ADS_1
“Sungguh wanita yang tidak punya hati!!” Ia mengeram dalam hati, nampak begitu marah dengan apa yang istrinya lakukan.
Di sisi lain, selagi tuan besar Li masih terlarut dengan perasaannya. Wang Zeming yang sedari tadi berada di sampingnya pun kini telah pergi sembari berlari kencang ke suatu arah.
Tuan besar Li yang melihat pemuda itu berlari dengan kencang meninggalkannya pun kini segera tersadar. Beberapa pengawal yang mengikuti mereka sedari tadi pun juga sudah bergerak dan berlari mengikuti pangeran itu.
“Pangeran, tunggu!”
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Api besar yang menyala-nyala sudah di siapkan sedari tadi. Satu persatu barang-barang yang Li Ying tinggalkan pun di bakar habis, sebagian besar telah hangus, dan beberapa yang lain sudah tak berbentuk dan hanya menyusahkan potongan-potongan kecil yang tidak berarti.
“Hah, dia benar-benar telah membuang waktuku!”
Pelayan yang sedari tadi berdebat dengan Qixuan pun kini akhirnya muncul dengan masih memasang wajah kesal. Sembari berjalan mendekat bibir pelayan itu tidak henti-hentinya mengomel perkara yang tadi.
Namun saat ia akan melemparkan barang-barang di tangannya ke dalam api, suara seseorang pun terdengar dari kejauhan dan meneriakinya untuk berhenti.
“Berhenti, jangan berani kau macam-macam dengan barang itu semua!!!” Teriak orang tersebut dengan suara yang sangat lantang.
Para pelayan yang ada di sana pun menoleh, begitu juga dengan pelayan yang mengomel tadi. Melihat kedatangan pangeran ke-tiga yang secara tiba-tiba, mereka pun sontak terkejut dan merasa bingung.
Di sisi lain, pelayan yang membawa barang-barang Li Ying yang masih tersisa tadi pun kini berwajah pucat. Karena pangeran itu berlari begitu kencang kearahnya bersamaan dengan para pengawal yang lain, pelayan itu pun dengan segera melemparkan barang-barang yang ada di tangannya ke dalam api sebelum mereka sempat mendekat.
“Tidak, apa yang kau lakukan?!!!”
Pangeran itu berteriak marah, ia melangkahkan kakinya mendekat ke kobaran api itu. Namun para pelayan yang lain pun segera menahannya, begitu juga dengan para pengawal yang mengikutinya tadi.
Namun entah bagaimana, sepertinya mereka kalah kuat. Wang Zeming dengan sekuat tenaga mendorong mereka semua untuk menyingkir dari hadapannya. Alhasil para pelayan yang menghadang jalannya pun kini tersungkur ke tanah.
Melihat kalau masih ada sepasang sepatu mungil yang belum habis terbakar, tanpa ragu Wang Zeming pun mengulurkan tangannya ke kobaran api itu dan meraih sepasang sepatu kecil tersebut sebelum mereka hangus terbakar api.
“Tidak, yang mulia!”
__ADS_1