Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Berita yang menyebar


__ADS_3

Suara dentingan pedang yang saling beradu kini terdengar meramaikan suasana di area berlatih.


Ketiga pangeran bersama dengan beberapa jenderal saat ini terlihat begitu serius dalam memainkan pedangnya.


Kemampuan ketiga pangeran itu terbilang cukup hebat. walaupun yang mereka lawan adalah seorang Jenderal yang telah memiliki banyak sekali pengalaman di medan perang, nampaknya jejak jejak kesulitan sama sekali tidak terpancar dari raut wajahnya.


Seperti biasa, raut wajah Wang Diwei sampai saat ini masih terlihat begitu tenang bak sebuah air danau yang membeku. Namun siapa yang akan menyangka jika hatinya kini begitu gelisah dengan sesuatu yang tengah terjadi di tempat lain saat ini.


Tidak berselang lama, seorang prajurit yang di tugaskan untuk mengawal sang kaisar pun berjalan dengan cepat menghampiri ketiga pangeran yang sedang berlatih di tengah tengah lapangan itu.


“Pangeran!!.... Berita buruk, ada beberapa penyusup yang menyerang kaisar!! ” Teriaknya dengan wajah panik, benar benar menunjukkan rasa takut dan menambah suasana tegang di area berlatih ini.


Melihat kedatangan prajurit itu, ketiga pangeran pun segera menghentikan kegiatannya. Namun, rasa terkejut tiba tiba melanda disaat pendengaran mereka menangkap suara prajurit tersebut.


Wang Yelu, sang pangeran mahkota yang mendengar berita buruk itupun segera berlari menghampiri prajurit tadi bersama dengan kedua pangeran yang lain.


Wang Yelu mencengkram erat kedua sisi bahu prajurit tadi, tatapan matanya nyang terlihat begitu tajam itu meambuat siapapun yang melihat nya akan bergetar ketakutan. “Cepat katakan di mana kaisar saat ini?!! ” Tanyanya dengan nada penuh penekanan.


Walaupun merasa sangat takut dengan tatapan tajam dan aura mengintimidasi yang keluar dari dalam diri Wang Yelu, prajurit itu berusaha memberanikan dirinya untuk menjawab. “Ya.. Yang mulia kaisar saat ini berada di ruang kerjanya... ” ia berhenti untuk sesaat, menelan air liurnya sendiri di saat merasakan tenggorokannya yang tiba tiba kering. “.... bersama dengan nona kedua Li, Li Ying! ” Ucapnya lagi yang melanjutkan kata katanya yang sempat terputus tadi.


Sang pangeran ketiga, Wang Zeming yang mendengar nama Li Ying yang di sebut sebut bersama dengan kaisar pun menjadi panik dan segera berlari secepat mungkin ke tempat yang prajurit tadi itu sebutkan.

__ADS_1


Melihat sang adik yang terlebih dahulu mengambil langkah. Kedua pangeran yang lainpun segera berlari mengikutinya bersama dengan beberapa prajurit lain untuk membantu.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Langkah kaki Wang Zeming yang begitu cepat membawanya kepada tempat dimana penyerangan itu terjadi.


Dari luar, Wang Zeming dapat dengan jelas melihat beberapa pengawal yang telah tewas dengan sebuah anak panah yang menancap apik di kepala dan jantung mereka.


Sadar akan hal yang lebih penting dari itu, Wang Zeming pun segera melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan. “Ayahnda!! Ying meimei!! ” Teriaknya yang memanggil kedua orang itu.


Merasa tidak ada jawaban, pandangan pangeran itu pun menyapu sekitar. Dilihat nya beberapa orang yang telah terkapar di lantai dengan darah yang membanjirnya.


Segera, ia melangkahkan kakinya keluar. Melihat kedua kakaknya, pangeran mahkota dan pangeran kedua yang baru saja tiba bersama dengan yang lain. Wang Zeming pun segera berkata. “Cepat temukan kaisar dan nona kedua Li!!!... aku yakin mereka masih berada di area istana!!! ” Perintahnya dengan suara lantang yang terdengar begitu tegas.


Mendengar perintah itu, seluruh prajurit pun segera menyebar demi menemukan keberadaan dua sosok penting yang di cari cari saat ini.


Sedangkan pangeran kedua yang mendengar ucapan Wang Zeming barusan pun menggertak kan giginya. “Menghilang?!!.... apakah itu artinya mereka berdua masih hidup?!!... sungguh keterlaluan!!! ” Geramnya dalam hati.


Wang Yelu yang melihat perubahan air muka Wang Diwei pun mengira bahwa kemarahan sang adik itu diakibatkan kejadian buruk yang menimpa ayahnya. “Wang Diwei, aku yakin mereka baik baik saja saat ini! kau tenangkan diri mu... ” Kemudian ia melirik kearah Wang Zeming yang tampak begitu gusar. “... terutama kau Wang Zeming! ” Ucapnya lagi.


Wang Zeming sama sekali tidak memikirkan teguran dari kakaknya itu. yang ia pikirkan saat ini hanyalah keselamatan Kaisar Haocun dan juga Li Ying, sosok gadis kecil yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

__ADS_1


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Dua sosok beda usia kini terlihat sedang melangkahkan kakinya dengan santai keluar dari bangunan kuil.


Pandangan Li Ying saat ini melirik sekitarnya, terlihat suasana di kuil ini sama sekali tidak berubah sejak sepuluh tahun yang lalu.


Sedangkan Kaisar Haocun yang merasa tidak ada orang lain selain mereka berdua pun menoleh kearah Li Ying dan berkata. “Nona kedua Li, untuk yang kedua kalinya kau telah menyelamatkan nyawa kaisar ini! ”Ujarnya dengan sebuah senyum penuh arti.


Mendengar ucapan Kaisar Haocun, Li Ying pun mendongakkan kepalanya dan berkata. “Sudah semestinya, yang mulai! ” Jawabnya singkat. Kemudian, ia tersenyum dan kembali berkata. “Namun, aku yakin bahwa yang mulia saat ini memiliki sejuta pertanyaan untuk ku.... benar begitu?” Tanyanya dengan masih mempertahankan ketenangan dalam diri.


Kaisar Haocun tiba tiba menghentikan langkahnya. Mendengar pertanyaan Li Ying barusan, entah mengapa ia merasa ingin tertawa. “Nona Li, kalaupun aku menanyakan hal ‘itu’.... akankah kau menjawabnya dengan jujur? ” tanyanya balik. kemudian ia tersenyum sinis lalu kembali berkata. “... Aku rasa tidak, benar begitu nona Li?! ” Tanyanya lagi.


Merasa tersinggung akan pertanyaan dari sang adik, Li Ying pun terkekeh pelan dan berkata. “Tentu saja, aku tidak akan menjawabnya dengan jujur!” Ia mengalihkan pandangannya, memilih untuk menatap lurus ke depan demi menghindari tatapan Kaisar Haocun. “Dan aku harap yang mulai tidak mempermasalahkan hal itu! ” Ucapnya dengan senyum lembut, senyum lembut yang justru membuat bulu kuduk Kaisar Haocun merinding.


Tiba tiba Kaisar Haocun mengerutkan dahinya. Sebenarnya siapa kaisar di sini? Bagaimana bisa gadis kecil ini sama sekali tidak merasa takut kepadanya?.....Lihat gaya bicara gadis ini! begitu santai namun terkesan menantang, membuat rasa penasaran dalam diri Kaisar Haocun semakin meningkat.


Tidak jauh dari posisi mereka saat ini, segerombolan prajurit nampak sedang berlari ke sana kemari dengan ekspresi wajah panik. Menyadari hal itu, Li Ying pun berkata. “Yang mulia, sepertinya semua orang sedang mencari mu! ” Ucapnya masih dengan senyum lembut yang terpampang apik di wajah mungilnya.


Mendengar itu, pandangan Kaisar Haocun pun beralih kepada segerombolan prajurit tadi. “Ah! kau benar!..... kejadian kali ini pasti telah membuat mereka semua panik! ” Ucapnya kemudian kembali menatap kearah Li Ying. “Aku rasa perdana menteri__” Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Li Ying tiba tiba menyahut.


“Yang mulia, bisakah kau merahasiakan keterlibatan ku dalam hal ini?....” ia terdiam untuk sesaat, namun kemudian melanjutkan. “.... Aku sama sekali tidak memaksamu! akan tetapi, aku akan sangat berterima kasih jika kau mau melakukannya! ” Ucapnya lagi

__ADS_1


__ADS_2