Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Pertanyaan dari Kaisar...


__ADS_3

Ucapan yang terkesan begitu dewasa dari mulut mungil seorang gadis kecil itu membuat semua orang terdiam tanpa tau harus berkata apa lagi.


Setiap kata kata yang gadis kecil itu gunakan begitu menyenangkan hati dan terdengar manis. Namun, kata kata manis seperti itu sangat sering di gunakan oleh para pejabat yang memiliki kemampuan bersilat lidah untuk menjawab pujian dari lawan bicaranya.


Lihatlah gadis dari keluarga Li itu!.... usianya masih begitu dini, namun lidahnya begitu beracun bak bisa ular.


Memang kata kata yang Li Ying ucapkan adalah sebuah pujian untuk Kaisar Haocun. Namun, niatnya memuji tidak lain adalah untuk membungkam mulut sang kaisar itu.


Merasakan suasana yang tiba tiba menjadi hening itu, Kaisar Haocun pun berpura pura tertawa dan berkata. “Nona Li, mulutmu sungguh manis! ” Ia melirik kearah Li Ho, kemudian kembali berkata. “Sepertinya kau belajar banyak hal dari ayah mu, benarkah itu mentri Li? ” Sindirnya.


Mendengar itu, Li Ho pun hanya bisa tersenyum canggung tanpa tau harus membalas perkataan itu seperti apa. Sejujurnya, ia sendiri merasa heran dengan betapa licin lidah putri kecilnya itu.


“Ying’er, sebaiknya kita segera kembali ke kediaman!... selain itu, luka di tanganmu juga harus di obati.” Ucap Li Ho yang merasa kalau membiarkan putri kecilnya berlama lama berada di istana bukanlah hal yang baik.


Namun sayangnya Kaisar Haocun masih memiliki urusan penting yang harus ia bicarakan bersama dengan Li Ying. Alhasil, sebelum perdana mentri nya itu berpamitan kepadanya. Kaisar itu pun terlebih dahulu berkata. “Mentri Li, kenapa kau begitu terburu buru? ”Tanyanya, kemudian tanpa di duga semua orang, kaisar itu mengangkat tubuh Li Ying dan membawanya ke dalam gendongannya. “Perdana menteri, jika kau tidak keberatan... aku ingin membicarakan sesuatu hal bersama dengan putri kecilmu ini!” Ucapnya yang meminta izin.


Diam diam, Li Ho menghela nafas dalam hati. Percuma saja kaisar itu meminta izin kepadanya!..... dengan statusnya yang seorang kaisar, mana mungkin dirinya yang hanya seorang perdana mentri bisa melarangnya?


“Aku... Yang mulia adalah penyelamat putriku, mana mungkin aku keberatan? ” Ucapnya yang memberi izin. “Namun, luka di tangan Ying’er itu__” Belum sempat Li Ho menyelesaikan ucapannya, Kaisar Haocun pun segera menyahut.


“Kau tenang saja, aku akan menyuruh tabib Istana untuk mengobati lukanya! ”Ucapnya, lalu melangkah pergi begitu saja tanpa memperdulikan yang lain.

__ADS_1


Li Ho yang melihat putrinya di bawa pergi itupun hanya bisa menghela nafas dan berkata. “Kalau begitu, aku akan menunggu! ” Ucapnya lirih, namun masih bisa terdengar oleh sang kaisar.


Secara tiba tiba, Kaisar Haocun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Li Ho. “Itu tidak perlu, kau bisa langsung pergi ke kediaman Li terlebih dahulu!.... setelah urusannya selesai, aku pasti akan mengembalikan putri kecilmu ini! ”Ucapnya kemudian benar benar pergi menjauh dari Li Ho.


Ketiga pangeran yang melihat kepergian kaisar pun segera berjalan mengikutinya.


Sedangkan Li Ho yang di tinggal sendiri itu pun hanya bisa terdiam di tempat dengan pikiran kosong. “Memang hal penting apa yang akan kaisar bicarakan dengan putriku? ” Gumamnya yang bertanya dalam hati.


Tiba tiba, sebuah tangan menepuk bahunya pelan seperti hantu di malam hari. Dan hal itupun sukses membuat sang perdana menteri Li Ho yang tadinya melamun kini akhirnya dapat tersadar juga.


Dengan wajah kesal akibat kejutan yang begitu tidak menyenangkan, Li Ho pun menolehkan kepalanya untuk menatap seseorang itu. “Kau!... berhenti mengejutkan ku seperti itu!! ” Tegur nya dengan nada bicara yang begitu ketus.


Melihat ekspresi wajah yang menurutnya begitu menghibur itu, Song Xuanren pun terkekeh geli dan berkata. “Aku sudah memanggilmu, namun rupa rupanya kau melamun dan tidak mendengarkan panggilan ku! ” Ucapnya yang memberi penjelasan.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Dua orang prajurit kini membuka pintu aula istana guna mempersilahkan sang kaisar dan ketiga pangeran untuk masuk bersama dengan seorang gadis kecil dari keluarga Li itu.


Setelah mereka masuk kedalam aula istana, pintu pun segera tertutup dengan rapat kembali.


Dengan santai, Kaisar Haocun melangkahkan kakinya menunju singgasana. Sedangkan Li Ying yang berada di gendongannya pun segera berkata. “Yang mulia, bisakah kau menurunkan ku?..... kakiku masih baik baik saja untuk berjalan sendiri. ” Ucapnya dengan eksepsi wajah tidak senang, sungguh ia benar benar tidak suka jika harus di perlakukan selayaknya anak kecil.

__ADS_1


Ya, harus Li Ying akui kalau dirinya saat ini memanglah seorang anak kecil berusia lima tahun. Namun harga dirinya yang seorang pria dewasa itu benar benar tersakiti.


Sedangkan Kaisar Haocun yang mendengar ucapan Li Ying pun menganggukkan kepalanya dan berkata. “Baiklah, kau bisa duduk bersama dengan mereka bertiga! ” Ucapnya sambil melirik kearah tiga pangeran.


“Tapi__” Sebelum Li Ying menyelesaikan ucapnya, Wang Zeming pun terlebih dahulu berkata.


“Biarkan Ying meimei duduk bersamaku, Ayahanda! ” Ucapnya yang menawarkan diri.


Mendengar itu, Kaisar Haocun pun menyerahkan Li Ying kepada sang pangeran ketiga Wang Zeming.


Bukannya di biarkan berjalan sendiri. Wang Zeming, sang pangeran ketiga itu justru mengangkat tubuh Li Ying dan mendudukkan nya di atas pangkuannya.


Dalam hati Li Ying mendengus. “Dasar bocah busuk! tidakkah ini sama saja kalau kau tidak menghormati pamanmu?.... beraninya bocah ingusan seperti mu memperlakukan ku seperti anak kecil!! ” Gerutunya dalam hati.


Setelah Kaisar Haocun mendudukkan dirinya di atas tahta, iapun melirik kearah Li Ying dan berkata. “Nona Li, mengenai masalah di desa mati itu... apa rencana yang kau miliki untuk menanganinya? ” Tanyanya tanpa basa basi.


Lagi pula di sini hanya ada dirinya dan ketiga pangeran, dengan begitu bukanlah masalah besar jika ia secara terus terang menanyakan hal itu kepada Li Ying.


Namun, nampaknya pertanyaan Kaisar Haocun barusan itu menimbulkan kerutan di dahi sang pangeran mahkota. “Ayahanda, bagaimana bisa kau menanyakan urusan seperti itu kepada Ying meimei?.... tidakkah kau mengingat berapa usianya saat ini?! ” Tanyanya dengan tidak percaya.


Bagaimana bisa ayahnya itu menanyakan hal hal yang mana mungkin bisa di jawab oleh seorang gadis berusia lima tahun.

__ADS_1


Sedangkan Wang Diwei, sang pangeran kedua saat ini hanya terdiam dan melirik Li Ying dengan tatapan ingin tahu. “Ayahanda tidak mungkin menanyakan hal seperti itu secara sembarangan!.... gadis kecil ini, sebenarnya apa yang telah ia perbuat? ” Gumamnya dalam hati.


Begitu juga dengan sang pangeran ketiga, Wang Zeming. Dalam pikirannya, ia merasa yakin bahwa Li Ying telah melakukan sesuatu sehingga kaisar tanpa rasa ragu menanyakan masalah seperti itu kepadanya. “Sedari awal kau memang unik, kali ini apa lagi yang telah kau perbuat? ” Tanyanya, kemudian pandangannya beralih untuk menatap kearah Kaisar Haocun. “Ying meimei, akankah kau bisa menjawab pertanyaannya? ” Tanyanya lagi dalam hati.


__ADS_2