
Selir Bao-yu kini tampak mengerutkan keningnya, tatapan matanya yang semula terlihat sombong dan penuh percaya diri kini telah hilang digantikan dengan sorot mata tajam penuh kekesalan. “Apa maksudmu, gadis kecil?” tanyanya, dengan nada tenang namun terkesan mengancam.
“Maksudku?! ” Li Ying balik bertanya, memiringkan kepalanya dan menatap selir itu dengan wajah polos.
Kemudian, dengan tampang tak berdosa ia pun berkata. “Aku tidak punya maksud apapun!.... memang apa yang selir kaisar pikirkan tentang gadis kecil seperti ku ini? ” Ucapnya, yang jelas ingin mempermainkan wanita itu.
Mendengar apa yang Li Ying katakan, serta wajah lugu yang menatapnya dengan tatapan mata penuh ejek kan. Selir Bao-yu yang mulai tak tahan untuk mengendalikan emosinya pun kini mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Li Ying dengan kasar. “Betapa menggemaskannya gadis ini!! ” Ia berbicara dengan nada geram. “Lihat lah! aku sampai ingin sekali membawamu pergi dan segera mengurung mu! ” ucapnya sembari tertawa kecil.
Sekilas, itu mungkin terlihat seperti seseorang yang sedang bergurau lantaran merasa gemas dengan kelucuan Li Ying. Akan tetapi, kenyatannya tidaklah begitu.
Li Ying yang merasakan sakit di pipinya pun kini hanya tersenyum dan tertawa dengan wajah polos, namun diam-diam mengumpat dalam hati. “Dasar ular, apakah kau ingin membuatku menangis?!.... andai saja aku masih seorang kaisar!! ” gumamnya dalam hati, sembari mengepalkan tangannya di balik lengan bajunya yang panjang.
“Apa yang kau lakukan?!!” Tanya dari seseorang yang baru saja turun dari kereta kuda dengan tatapan mengerikan.
Melihat kemunculan Wang Zeming yang secara tiba-tiba itu, selir Bao-yu pun sedikit tersentak dan melepaskan cubitan nya dari Li Ying. “Pangeran ketiga?!.... aku tidak tau kalau kau datang bersama gadis ini! ” Ucapnya, sembari tersenyum kaku untuk mengalihkan suasana.
Namun Wang Zeming kini hanya menunjukkan wajah datar dan tatapan tak suka, ia sama sekali tidak ingin menjalin suasana yang baik dengan wanita itu. “Sepertinya usia tua kini mulai mengganggu pendengaran mu! ” ia melirik ke arah Li Ying, kemudian menyentuh pipi gadis itu yang tampak sedikit memerah. “kenapa kau menyakitinya?! ” ucapnya lagi, yang bertanya dengan nada dingin.
__ADS_1
Mendengar hal itu, selir Bao-yu pun menutup separuh wajahnya dengan kipas. Berusaha mati-matian untuk menyembunyikan guratan kekesalan di wajahnya. “Oh, yaampun!!... ” ia terkekeh, kemudian berkata. “... Apakah aku melukaimu? tolong maafkan aku, kau sangat menggemaskan hingga membuat orang tidak bisa mengendalikan diri! ” Ucapnya, sembari menatap Li Ying dengan senyum ramah.
Dan tentunya itu semua hanyalah kepura-puraan!...
“Tidak apa, aku bisa mengerti... ”Li Ying menggantung ucapannya, menunjukkan senyum penuh arti dan kembali melanjutkan. “... tapi tolong lebih lembut sedikit untuk lain kali, gadis kecil seperti ku tidaklah sanggup untuk menanggung dendam terselubung seperti itu! ” Ucapnya, yang membuat sudut mata selir itu berkedut beberapa kali.
“hahaha, jangan salah sangka!” ia lagi-lagi tertawa untuk mengalihkan suasana, kemudian melirik ke arah Wang Zeming untuk sekilas dan berkata. “Karena ini sudah sangat larut, aku akan pergi!..... sampai berjumpa lagi nona Li, aku tidak sabar untuk bermain bersamamu di lain waktu.” Ucapnya, kemudian segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu.
Dan di saat kedua mata Li Ying memperhatikan kepergian selir itu, Wang Zeming yang sudah dari awal mendengarkan perbincangan di antara dua orang itu pun kini berkata. “Kau tampak tidak menyukainya, kenapa? ” ia bertanya.
Mendengar pertanyaan itu, Li Ying pun mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Wang Zeming dengan senyum tipis yang menawan. “Begitu juga dengan mu, pangeran! ” ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “Walaupun terlihat akrab dengan pangeran kedua, namun hubungan mu dengan selir itu rupanya tidak cukup baik! ”
Suara besi yang masih panas kini terdengar begitu nyaring di saat sebuah benda tumpul menghantam nya beberapa kali. Terlihat di sekeliling tempat itu terdapat pedang-pedang yang terpajang rapi di dinding.
Memperlihatkan suasana khas dari tempat pengrajin besi yang menghasilkan pedang-pedang berkualitas tinggi.
Trriiinggg!!!.....
__ADS_1
Suara dentingan keras itu kembali terdengar untuk yang kesekian kalinya bersamaan dengan percikan api kecil yang keluar ketika besi itu dipukul.
“Ayah, kau serius ingin membuatkan gadis itu sebuah pedang?” Tanya dari seorang pria paru baya kepada kakek tua yang tampak berkeringat dengan wajah kusam.
Xu Jing Zhong, sang pandai besi yang mendengar pertanyaan dari putranya itupun kini menghentikan kegiatannya untuk sejenak. Kemudian, ia membuka mulutnya dan berkata. “Mau bagaimana lagi? aku sudah memberi janji kepada gadis kecil itu! ” ucapnya, kemudian terdiam sesaat dan melirik kearah putranya dengan senyum sinis. “Lagipula bakatnya sudah tidak bisa di ragukan lagi, hal itu terbukti saat ‘kau’ yang di juluki ‘ahli pedang’ dapat dengan mudah dikalahkan olehnya!!” Ucapnya lagi, yang memberikan sebuah sindiran.
Mendengar hal itu, Xu Fu Zhen yang termakan oleh sindiran ayahnya itupun kini hanya dapat menghela nafas dengan berat. Jujur saja belakangan ini ia sedikit merasa terganggu dengan ejekan dan sindiran yang selalu ayahnya itu lontarkan untuk nya.
Walaupun ia tahu bahwa ayahnya itu bermaksud untuk menyuruhnya agar terus giat berlatih, namun tidak bisakah ia melakukannya dengan cara lain?....
Contohnya seperti memberikan kata-kata penyemangat untuk mendukungnya ketimbang menyindir dan mengejeknya karena telah di kalahkan orang seorang ‘gadis kecil’.
“Ayah tau sendiri kan?... gadis itu sama sekali tidak normal!! ” Ucapnya, dengan sedikit nada tinggi pada kalimat terakhir.
Mendengar hal itu, Xu Jing Zhong pun memutar bola matanya dengan malas, menatap sang putra dengan tatapan jengah sembari berkata. “Aku tidak buta!!.... tentu saja aku tau dengan jelas bahwa gadis itu tidak normal!!” ia terdiam, membayangkan sosok Li Ying yang mengayunkan sebilah pedang dengan wajah polos dan menggemaskan. “Di lihat dari sisi manapun ia memang jauh dari kata normal!!! ” Ucapnya lagi.
“Jika ayah sudah tau, maka berhentilah mengejekku seperti tadi!” Ucap Xu Fu Zhen, yang berusaha untuk melakukan protes.
__ADS_1
Namun Xu Jing Zhong yang tidak mau kalah bicara dengan sang putra pun kini mendengus kesal, kemudian berkata dengan nada ketus. “Walaupun gadis itu tidak normal, namun kau juga saat memalukan!!.... bisa-bisanya sampai kalah telak melawan seorang gadis yang bahkan baru berusia lima tahun!!! ” Ucapnya, kemudian melanjutkan kegiatannya tanpa memperdulikan keberadaan putranya lagi.