Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Penyelidikan di masa lalu...


__ADS_3

Walaupun sangat putri kecil terlihat begitu tenang akan masalah ini, namun Li Ho masih saja tetap merasakan rasa khawatir.


Salah satu tangan Li Ho kini terulur dan membelai kepala Li Ying dengan begitu lembut dan penuh akan kasih sayang. “Ying'er, segeralah bersiap!.... setelah itu, kita akan segera berangkat menuju istana. ” Ucapnya, lalu melangkah pergi.


Seraya melangkah pergi, pikiran Li Ho kini menerawang kemana mana untuk menebak hal apakah yang membuat sang kaisar sampai ingin menemui putrinya yang hanyalah seorang gadis kecil.


“apakah Li Ying secara tidak sengaja menyinggung yang mulia kaisar?” Gumamnya dalam hati seraya menghela nafas berat.


Sedangkan di sisi lain, Li Ying kini menatap kepergian sang perdana menteri Li Ho dengan tatapan hangat.


Dalam pancaran mata gadis kecil itu terdapat sebuah ketenangan dan kedamaian, sama sekali tidak ada kekhawatiran maupun kegelisahan seperti yang di tunjukkan Li Ho tadi.


Setelah pandangannya tidak lagi melihat keberadaan Li Ho, Li Ying pun membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.


Mengetahui kalau sang kaisar itu, atau yang lebih tepatnya adik dari kehidupan pertamanya ingin menemuinya di pagi hari.... Li Ying kurang lebih tau kalau yang akan dibahas adalah sebuah hal yang penting.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Suara kereta kuda yang melintas masuk kedalam sebuah gerbang istana yang begitu kokoh pun sedikit menarik perhatian sang penjaga.


Sesuai dengan aturan keamanan yang telah ditetapkan untuk menjaga keselamatan para anggota kerajaan. Setiap orang yang akan memasuki istana haruslah menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.


Penjaga itu mengangkat tangannya keatas, memberikan syarat kepada sang kusir untuk segera menghentikan kereta kuda tersebut.


Sang kusir yang melihatnya pun mengerti dan segera berhenti. Saat kereta itu telah berhenti, penjaga tadi pun segera melirik kearah penjaga yang lain.


Dua orang penjaga yang lain itu berjalan mendekat ke arah kereta kuda, satu di antara dua penjaga itu memeriksa bagian dalam kereta selagi yang satu memeriksa bagian luar.


Penjaga yang bertugas untuk memeriksa bagian dalam kereta pun membuka tirai yang menutupi bagian dalam kereta kuda tersebut.


Saat tirai berhasil di buka, hal pertama yang ia lihat adalah dua sosok yang terlihat begitu familiar baginya.

__ADS_1


Pengawal itu sedikit membungkukkan badannya ketika pandangannya bertatapan dengan sang perdana menteri Li Ho.


Kemudian ia melirik kearah Li Ying.


Ini bukan pertama kalinya ia melihat sosok Li Ying yang keluar masuk gerbang istana bersama ayah nya sang perdana menteri.


Gadis kecil itu telah terlihat olehnya masuk kedalam istana sebanyak tiga kali!!


Seperti yang di ketahui, Orang yang memasuki istana haruslah orang orang yang memiliki urusan penting ataupun orang orang yang di undang secara langsung oleh salah satu keluarga kerajaan.


Kedatangannya yang pertama ialah saat pernikahan pangeran mahkota, kedatangannya yang kedua kali adalah untuk memenuhi panggilan sang putri Mahkota, dan kini kedatangannya yang ketiga kali adalah untuk memenuhi panggilan dari sang kaisar.... seorang pria agung yang begitu disegani.


Secara diam diam, pengawal itu menatap Li Ying dengan tatapan rumit. “Seseorang yang menerima panggilan dari kaisar tentunya bukan orang bisa!.... ” Ia terdiam sesaat dan melanjutkan. “.... seharusnya, kedatangan gadis kecil ini adalah karena sebuah urusan penting! ” Gumamnya dalam hati.


Sedangkan Li Ying yang merasa di pandangi seperti itupun segera menoleh dan menatap kearah penjaga tersebut.


Sadar kalau pandangannya dan gadis kecil itu kini saling bertemu, pengawal tadi pun menganggukkan kepalanya dan segera menutup tirai itu kembali.


“Tidak ada yang salah, semuanya aman! ” Ucapnya kepada penjaga yang lain.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Kaisar Haocun kini tengah menunggu kedatangan seseorang di ruang kerjanya. Selagi ia menunggu, kaisar itu pun memilih untuk memeriksa laporan laporan yang berurusan dengan masalah kemiskinan di perbatasan.


Tidak berselang lama, dari luar seorang kasim pun masuk dan memberitahukan sesuatu kepadanya. “Yang mulia, nona kedua Li telah tiba di istana! ” Ucapnya yang memberitahukan kedatangan Li Ying.


Mendengar itu, Kaisar Haocun pun segera menghentikan kegiatannya dan berkata. “Segera bawa dia ke hadapanku! ” Perintahnya dengan tegas.


Kasim pun mengangguk, “Baik yang mulia! ” Ucapnya lalu kemudian segera pergi untuk melaksanakan perintah.


Melihat kepergian sang kasim, Kaisar Haocun pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, sosok Li Ying pun melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut.


Sadar bahwa posisi nya saat ini lebih rendah dari Kaisar Haocun, Li Ying pun membungkukkan badannya dan berniat memberi hormat seperti yang biasa orang orang lakukan kepadanya di kehidupan yang lalu.


Namun, sebelum bibir mungil itu sempat terbuka. Tiba tiba suara Kaisar Haocun pun terdengar dan menyela.


“Tidak perlu begitu sungkan kepadaku nona Li! ” Ucapnya seraya menatap kearah Li Ying dengan sebuah senyum lembut. “.... Kau boleh duduk, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadamu! ” Ucapnya lagi.


Mendengar itu, Li Ying pun menganggukkan kepalanya dan segera duduk di hadapan sang kaisar.


Selagi Kaisar Haocun masih nampak sibuk dengan laporannya, Li Ying kini secara diam diam memperhatikan wajah sang adik dari kehidupan pertamanya itu.


Dalam hati Li Ying terkekeh kecil, “Setelah sekian tahun, kau sekarang telah menua Haocun! ” Ujarnya, kemudian pandangannya beralih untuk menatap laporan di tangan kaisar itu.


Melihat laporan itu, Li Ying pun memicingkan matanya. Isi dari laporan itu tidak lain adalah masalah kemiskinan yang terjadi di Si Cun【死村】 atau lebih tepatnya desa mati yang terletak di perbatasan utara dari wilayah kerajaan.


Saat di kehidupannya yang pertama, masalah desa ini sempat menjadi bahan pikirannya. Awalnya ia berfikir kalau ada seseorang yang telah berkorupsi, namun saat di selidiki hasilnya pun nihil.


Merasa ada yang ganjil, ia pun berniat untuk mencari tau sendiri akar permasalahannya dengan cara mengunjungi desa itu diam diam.


Dua hari ia menghabiskan waktunya untuk mengamati kondisi desa itu. Walaupun penduduk nya rata rata adalah kalangan bawah, namun wilayah di desa itu memiliki tanah yang begitu subur serta air air sungai yang begitu jernih.


Sekilas desa itu sama sekali tidak bermasalah.


Akan tetapi, Saat dirinya mengamati aktivitas para warga di desa itu. Barulah Ia mengetahui sumber dari masalah yang ada.


Dari laporan yang berada di tangan Kaisar Haocun, kini pandangan Li Ying beralih untuk menatap kaisar tersebut. “Permasalahan di desa itu hanyalah satu.... yaitu penduduknya adalah orang orang dengan pengetahuan rendah sehingga mereka tidak mampu untuk mengolah sumber daya yang ada! ” ia memberi jeda, tatapan matanya kini begitu serius. “... Dan hal itu pula lah yang menyebabkan kemiskinan di desa tersebut. ” Ucapnya lagi.


Sedangkan, Kaisar Haocun kini menatap ke arah Li Ying dengan tatapan mata yang sulit untuk di artikan. Ucapnya Li Ying yang begitu tiba tiba tadi membuat sang kaisar itu sedikit membutuhkan waktu untuk mencernanya.


Setelah beberapa saat terdiam bagai orang bodoh, Kaisar Haocun pun berkata. “Nona Li, sepertinya kau memiliki informasi penting mengenai permasalahan ini?! ”

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2