
Pertanyaan tersebut sontak membuat Li Ying terdiam untuk sesaat, tatapan matanya pun mulai tampak sedikit redup. Menyadari kalau dirinya telah menunjukkan sisi lemah yang tak perlu, gadis kecil itupun kini segera memalingkan wajahnya dan seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu.
“Ini hanya masalah kecil, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan!” Ucapnya, sembari masih memalingkan muka.
Melihat hal itu, pak tua yang telah menganggap gadis kecil itu sebagai cucunya pun kini merasa tak tega. Jelas ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan, namun karena sifatnya yang keras pada diri sendiri itu Li Ying pun merasa enggan untuk menceritakannya.
“Huff!”
Hembusan nafas berat itu terdengar dari mulut si kakek tua, ia kini nampak menggelengkan kepalanya pelan dan seakan-akan sedang mencoba untuk mengerti perasaan gadis itu.
“Baiklah, jika itu yang kau katakan maka aku tidak akan bertanya lagi!” Ucapnya, lalu kemudian pria tua itupun berdiri dari duduknya sembari berkata. “Tunggu sebentar, aku akan mengambilkan obat untukmu!” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, Li Ying pun ingin menghentikannya dan akan mengatakan kalau itu tidak perlu. Namun, saat ia melihat ketulusan pada wajah pria tua itu saat sedang mencari-cari obatnya, Li Ying pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk menerima kebaikan tersebut dengan perasaan hangat.
“Nah, ketemu!”
Suara pria tua itu kembali terdengar dan membuat Li Ying kini menatap ke arahnya, terlihat di sana Xu Jing Zhong kini sedang membawakan sebuah wadah berbentuk bulat dengan ukuran yang agak kecil, itu tidak lebih dari segenggam telapak tangan.
Melihat gadis kecil itu yang kini sedang menatap ke arahnya, Xu Jing Zhong pun tersenyum tipis dan memberikan obat itu sembari berkata. “Ambil ini, dan oleskan di wajahmu yang memar itu!... Cepatlah, apakah kau ingat aku yang memakaikannya? Dasar anak manja!!” Ucapnya, dengan sedikit candaan.
Mendengar hal itu, Li Ying pun hanya terkekeh kecil. Tangan mungilnya itu pun kini terulur untuk meraih wadah obat tersebut. “Terimakasih banyak, tapi aku akan memakainya sendiri!” Ucapnya, sembari membuka wadah tersebut dan mengoleskan obatnya pada pipinya yang memar.
“Jadi, kemana kau akan pergi?”
__ADS_1
Pertanyaan itu tiba-tiba terdengar dan membuat perhatian gadis kecil itu kembali teralih kepadanya. Tangan mungil yang sedang mengoleskan obat di pipi itu kini terhenti, dan sembari meletakkan wadah obat tersebut di atas meja, Li Ying pun menghela nafasnya dan berkata.
“Entahlah, mungkin aku akan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi!” Jawabnya.
“Lalu, kapan kau akan kembali?” Tanya Xu Jing Zhong lagi.
Dan Li Ying pun menjawab. “Entahlah, kira-kira kapan aku akan kembali ya?” Ia tidak menjawab, namun bertanya balik untuk mengusik pria tua itu. “Dunia ini cukup luas, ada begitu banyak tempat yang bisa aku kunjungi secara acak!”
“Mungkin aku akan kembali satu tahun, dua tahun, atau bahkan puluhan tahun kemudian!”
“Dan ada kemungkinan juga bahwa aku akan mati di salah satu jalan atau tempat yang akan aku lalui nanti!” Ujarnya, yang membuat Xu Jing Zhong kini sulit untuk mengeluarkan kata-kata.
Li Ying mungkin memiliki kemampuan, ia sangat kuat dan juga sangat pandai. Namun mengingat betapa besar dan luasnya dunia luar, saat ini masih tidak ada yang tahu hal-hal apa saja yang akan gadis kecil itu lalui nanti.
“Ia terlihat seperti anak kecil yang baru berusia lima tahun, yah walaupun memang itulah kenyataannya!”
“Akan tetapi, setelah melihat kepribadian gadis kecil itu orang waras mana yang akan mempercayainya? Sungguh mustahil, benar-benar di luar akal sehat*!” Gumam pria tua itu dalam hati.
Dan selagi ia sibuk dalam lamunannya, Li Ying kini menatap langit yang terlihat begitu gelap lalu bangkit dari duduknya dan berkata. “Ah! Aku harus segera pergi sekarang!... mereka pasti akan segera menyadarinya, jadi aku tidak boleh berlama-lama di sini!” Ucapnya.
Mendengar hal itu, Xu Jing Zhong segera tersadar dari lamunannya dan menatap Li Ying dengan tatapan terkejut. “Apa? Sekarang?!” Ia bertanya dengan nada kaget, melihat langit malam yang masih gelap, pria tua itupun kembali berkata. “Jika kau ingin pergi maka kau harus melewati hutan terlebih dahulu, namun ini masih tengah malam!... Kau bisa saja dalam bahaya, setidaknya tunggulah hingga esok pagi!” Ucapnya, yang berusaha untuk membujuk gadis kecil itu.
Namun Li Ying yang mendengarnya pun kini tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya dengan pelan, kemudian ia berjalan keluar dari dalam rumah sembari berkata. “Begitu matahari terbit dan langit menjadi sedikit cerah, itu adalah waktu yang sangat terlambat bagiku untuk pergi dari tempat ini!” Ucapnya, sambil melirik kebelakang dan menatap Xu Jing Zhong yang kini sedang berjalan mengikutinya dari arah belakang.
__ADS_1
“Yah, jika itu kau mungkin tidak apa-apa!... Namun, selama perjalanan kau harus tetap berhati-hati dan waspada!” Ucap pria tua itu yang sedang memberikan peringatan.
Kemudian, ia pun melemparkan sebuah benda ke arah Li Ying sembari berkata. “Bawalah itu, walaupun itu sangat berguna namun aku berharap bahwa kau tidak akan pernah berada dalam situasi di mana kau harus menggunakannya!” Ucapnya.
Sedangkan Li Ying yang melihat kalau benda itu adalah wadah obat yang ia gunakan tadi pun kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Terimakasih, aku akan menyimpannya dengan baik!” Ucapnya, sembari menyimpan wadah obat itu.
Dan saat Li Ying telah menaiki kudanya dan akan pergi melewati pagar halaman rumah itu, Xu Jing Zhong yang masih berdiri dan memperhatikannya pun berseru. “Nak, suatu saat kembalilah ke mari!... Setidaknya sebelum aku semakin tua dan pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya!” Ucapnya, yang hanya di balas dengan lambaian tangan oleh sosok Li Ying yang semakin lama semakin menjauh.
Dan seiring dengan langkah kaki kuda yang membawanya pergi, sosok gadis kecil yang begitu mencuri perhatiannya selama ini pun menghilang di balik rerimbunan pohon dan gelapnya malam hari tanpa penerangan.
Mungkin wajah tuanya yang penuh dengan keriput dan jenggot putih itu kini nampak datar dan tenang seperti biasa. Namun di balik itu semua, siapa yang menyangka bahwa kekosongan kini perlahan-lahan mulai menyelimuti hati dan perasaannya.
Selama ini mungkin kata-kata yang ia keluarkan itu selalu blak-blakan, namun melihat dari tindakan dan perhatiannya, pria tua itu jelas perduli dan menyayangi gadis kecil itu seperti cucunya sendiri.
“Yah, semoga suatu saat kau benar-benar kembali!... Mau bagaimanapun ini adalah tempat kelahiranmu.” Ucapnya, yang bergumam dengan suara pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Readers : Thor kapan up? Kapan upnya? kok lama sih?
Author : Pasti up kok, walaupun sempat hiatus beberapa saat tapi selama ini belum tamat maka author bakal melanjutkannya hingga titik penghabisan 💪😼.... Dan lagi, kalau kelamaan gak up nanti takutnya bakal jadi ☃️
Terimakasih banyak buat kalian yang sudah menunggu, jangan lupa tinggalkan komentar💬 kalian!... Ingat, komentar kalian adalah motivasi terbesar buat author up lagi 🔥🔥🔥
__ADS_1