Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
Siapa pemiliknya?


__ADS_3

Mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis itu, mereka berdua pun tentu merasa bingung. Tidak pernah sekalipun mereka menghadapi seorang anak kecil yang semacam ini, tidak hanya aneh tapi ia juga sangat misterius.


Sebenarnya mereka berdua ingin berkata tidak, apa yang di lakukan gadis kecil itu saat ini jelas sangatlah sembrono. Namun entah mengapa, saat melihat ke dalam bola mata gelap yang menatap mereka dalam-dalam kedua orang itu pun merasa seperti ada sesuatu yang sedang mengintimidasi mereka.


Ekspresi wajah gadis kecil itu memang terlihat tenang. Ia tidak terlihat sedang marah, juga tidak terlihat seperti seseorang yang sedang menyembunyikan kekesalannya. Raut wajahnya tenang, tanpa kerutan, namun dengan tatapan tajam.


Namun seperti sebuah pusaran air, tatapan mata dari sepasang mata bulat yang jernih itu seolah-olah sedang menyeret mereka tenggelam ke dalam arus tak berujung.


“Anak ini tidak sederhana, ia seperti menyimpan rahasia besar di balik tubuh kecilnya itu!” Gumam salah satu dari mereka dalam hati.


Mereka ingin menentang keputusan gadis kecil itu, namun entah kenapa mereka tidak bisa melakukannya. Tatapan yang gadis kecil itu berikan terlihat sangat misterius, membuat mereka sedikit gugup dan was-was secara bersamaan.


“Ba... Baiklah, kami tidak akan ikut campur dengan urusanmu!” Ucap salah satu dari mereka.


Sedangkan orang yang selalu mengikutinya pun kini menoleh dan menatap seakan tak percaya. “Tapi tuan, dia...” Belum sempat ia menyelesaikan keluhannya, orang yang di panggil tuan itupun mengangkat salah satu tangannya dan memberi isyarat untuk diam.


Melihat hal itu, pria itupun segera menutup mulutnya kembali dan diam di tempatnya. Pandangannya pun kini beralih ke arah Li Ying, kedua matanya pun menatap dalam-dalam ke arah gadis itu dengan penuh curiga.


Di sisi lain, Li Ying yang melihat hal itupun kini tersenyum puas. Setidaknya kedua orang ini bisa di ajak bicara baik-baik, ia tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar dan berdebat dengan suara keras.


“Aku senang jika kalian mengerti!” Ucapnya sembari tersenyum lembut. “Akan lebih baik jika kalian tidak bertanya lebih jauh tentang ku. Aku tahu kalian bukan penduduk biasa, kalian pasti memiliki sesuatu untuk di lakukan di sini, Bukan? Dan jika aku perhatikan, sepertinya kalian berdua sangat pintar membaca situasi.” Ucapnya lagi, dengan senyum miring di bibirnya.


Orang yang duduk di depannya kini menelan ludah dengan kasar, begitu juga dengan orang yang satunya—ia kini tidak berani lagi untuk membuka mulut.

__ADS_1


“Baiklah, kami tidak akan bertanya lebih jauh lagi tentang mu!” Ucap pria yang duduk di hadapan Li Ying, kemudian setelah menghela nafas dan terdiam beberapa saat ia pun kembali berkata. “Ini bukan gurauan, tapi aku merasa kau bisa lebih berbahaya dari siapapun yang pernah kami temui!” Ucapnya sembari terkekeh kecil.


Sedangkan orang yang duduk di sisi lain meja pun menganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang tuannya itu ucapkan.


“Ah, sepertinya makanan kita sudah sampai!” Pria itu mengalihkan pembicaraan, menoleh ke-arah lain dan menatap seorang pelayan yang membawa makanan yang mereka pesan.


Pembicaraan mereka pun berhenti sampai di situ, mereka lebih memilih untuk menyantap makanan mereka dan menghindari kecanggungan. Masakan di sini rupanya sangat lezat, walaupun menu yang mereka pesan sangat sederhana namun itu tidak mengurangi cita rasa masakan.


Pantas saja pengunjungnya sangat ramai hingga malam hari seperti ini. Mereka bertiga terus menghabiskan makanannya, kedua pria itupun sesekali melirik ke arah Li Ying dan mencuri-curi pandang.


Cara gadis itu makan sangatlah rapih, tidak ada sup ataupun sisa-sisa makanan yang berceceran di meja. Berbeda halnya dengan anak kecil pada umumnya, cara makan mereka pasti cenderung berantakan dan kotor—Tidak mungkin serapi itu.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


“Jadi kalian tadi benar-benar membicarakan kudaku, asal kalian tau jasa aku tidak akan pernah menjualnya kepada siapapun walaupun dibayar dengan segunung emas!” Ucapnya dengan tegas.


kedua pria itu hanya terkekeh kecil, saling melirik dan masih tidak percaya kalau kuda perang yang begitu gagah ini adalah milik seorang gadis kecil berusia lima tahun.


“Wah sayang sekali!” Pria itu mendesah pelan, nampak sedikit kecewa lantaran harus melupakan keinginannya untuk memiliki kuda perang yang indah nan gagah itu.


Namun setelah beberapa saat, sebuah pertanyaan lain pun muncul di dalam benak pikirannya. “Ini jelas kuda perang bukan? dari mana kau mendapatkannya?” Tanyanya.


Mendengar pertanyaan itu, Li Ying pun menjawab. “Dulunya dia ini milik seseorang yang aku kenal, namun sekarang kuda ini menjadi milikku karena tuannya yang dulu telah meninggal dunia saat perang!” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan tersebut dengan sedikit kebohongan.

__ADS_1


Mereka bertiga-pun melanjutkan perjalanannya, kedua pria itu menyarankan Li Ying untuk bermalam di tempat mereka menginap. Dan setelah melakukan sedikit pertimbangan, Li Ying pun pada akhirnya menerima ajakan mereka.


"Lagipula mereka tidak terlihat seperti orang jahat.” Begitulah pikir Li Ying dalam hati.


Dan sembari melanjutkan perjalanannya dan melewati jalanan desa yang telah gelap. Mereka pun sekali-kali berbicara dan saling melontarkan pertanyaan antara satu sama lain.


“Ngomong-ngomong soal pemilik kuda itu, apakah kau mengenalnya. Gadis kecil?” Tanya pria paruh baya itu.


Sembari terus berjalan, Li Ying pun sedikit menoleh dan menganggukkan kepalanya. “Tentu, aku sangat mengenalnya dengan baik.” Ia terdiam untuk sesaat. “Sama seperti mengenali diriku sendiri!” Lanjutnya.


Kedua pria itupun kini terdiam untuk sesaat, salah satu dari pria itu sedari tadi hanya diam dan mendengarkan. Namun salah seorang lagi justru malah bertanya terus tanpa henti.


“Siapa itu, apakah ayahmu?”


“Bukan!”


“Kakakmu? Saudaramu atau pamanmu?” Pria paruh baya itu terus bertanya, berusaha untuk memuaskan rasa ingin tahunnya.


Namun Li Ying yang tidak ingin menjawab lebih detail pun hanya menggelengkan kepalanya dan berkata. “Bukan semuanya, kami memiliki hubungan yang lebih rumit.” Ucapnya, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke depan.


Sedangkan pria paruh baya yang sedari tadi bertanya itu pun kini terdiam. Setelah mendengar jawaban yang begitu singkat dari Li Ying, ia pun tahu bahwa gadis kecil ini tidak ingin memberitahukan kebenarannya lebih lanjut.


Pria paruh baya itu pun lebih memilih untuk menahan diri, semua orang punya rahasianya masing-masing. Apalagi saat melihat gadis kecil itu, sedari awal ia memang tidak sesederhana tampilannya. Masa lalunya pun mungkin sedikit lebih rumit dari sifatnya yang kontras.

__ADS_1


__ADS_2