Seorang Kaisar Wanita.

Seorang Kaisar Wanita.
memulai hari


__ADS_3

Setelah beberapa saat mereka bertiga pun akhirnya tiba di sebuah penginapan tua. Bangunan tersebut terdiri dari dua lantai. Walaupun itu adalah bangunan tua namun dari luar Li Ying bisa melihat kalau bangunan itu di bangun dengan pondasi yang kuat.


Terdapat beberapa lentera yang menggantung pada bangunan itu, berfungsi sebagai penerang dengan cahaya yang agak redup. Sembari memperhatikan struktur bangunan di depannya itu, Li Ying pun mengarahkan kudanya ke sebuah gubuk yang berfungi untuk menitipkan kuda-kuda milik para pengunjung penginapan.


Li Ying hanya mengarahkan kudanya untuk berdiam di salah satu kandang yang bersebelahan dengan kuda-kuda lain, kemudian ia mengelus kepala kuda tersebut dan pergi meninggalkannya begitu saja.


Melihat hal itu, kedua pria yang sedari tadi bersamanya pun kini mengerutkan keningnya dan merasa bingung. Pandangan mereka kini tertuju pada kuda-kuda yang terikat oleh tali, terkurung dalam kandang dan terjamin keamanannya.


Sedangkan gadis kecil ini, sudah tau kudanya adalah kuda yang bagus dan memiliki harga yang sangat tinggi ia malah membiarkannya begitu saja. Tidak di ikat dengan tali, tidak pula mengunci pintu kandang. Bagaimana jika kuda itu kabur? Tidakkah ia merasa rugi?


“Mengapa kau membiarkan kudamu begitu saja? Bagaimana jika dia kabur?” Tanya pria paruh baya itu.


Mereka kini sedang melangkah masuk ke dalam penginapan, dan sambil berjalan lurus ke depan Li Ying pun menjawab. “Tidak mungkin, walau gubuk itu terbakar ia tidak akan kabur meninggalkan pemiliknya!” Ucap Li Ying dengan yakin.


Namun nampaknya pria paruh baya itu masih merasa resah. “Bagaimana bisa kau seyakin itu? Dia tetap seekor kuda, kudaku saja bisa kabur hanya karena terkejut!” Ucapnya, yang nampak panik sendiri.


Melihat hal itu Li Ying pun hanya terkekeh kecil, menutupi mulutnya yang hampir tertawa dengan salah satu tangan dan berkata. “Itulah perbedaan antara kudamu dan kudaku, mereka tidak sama!” Ucapnya, yang masih sedang terkekeh kecil.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...

__ADS_1


Li Ying kini telah berada di kamarnya sendiri, kedua pria itu baru saja memesankan sebuah kamar yang masih kosong untuknya, dan yang lebih menguntungkannya lagi mereka tiba-tiba berinisiatif untuk membayar biaya menginapnya selama satu malam.


Mendapati hal itu Li Ying pun dengan senang hati menerimanya, untung-untung ia bisa menghemat uang barang kali ada kebutuhan mendesak di masa yang akan datang.


Gadis kecil itupun menaruh barang-batangnya di atas meja, nampak wajahnya kini terlihat letih dan matanya sudah mulai mengantuk. Ia bahkan tidak perduli lagi apakah tubuhnya masih bersih atau sudah motor, pandangannya saat ini hanya terpaku pada sebuah ranjang yang nampak empuk dan nyaman.


Segera setelah ia berjalan mendekat, gadis kecil itupun melemparkan tubuhnya ke atas ranjang, kemudian ia menghela nafasnya dengan berat dan langsung memejamkan matanya.


“Aku beruntung karena menemukan pemukiman warga, di tambah lagi aku dapat tempat gratis untuk bermalam!” Gumamnya, sebelum benar-benar terlelap dalam tidur.


Mungkin ini sudah lewat jam satu malam, sungguh waktu yang benar-benar larut untuk seorang gadis kecil memulai mimpinya. Namun daripada tidur sendiri beralaskan rumput dan berselimutkan angin, tempat ini jelas lebih baik daripada alam terbuka.


...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...


Di atas sana langit-langit masih terlihat gelap, bintang-bintang pun masih memamerkan keindahannya yang berkelip-kelip dari arah kejauhan. Sinar matahari belum menyentuh permukaan bumi, ayam jantan pun juga belum berkokok dengan gaduh. Namun di saat pagi-pagi buta seperti ini, Li Ying justru telah membuka matanya dan terbangun dari tidurnya.


Ini memang masih sangat pagi, mungkin sekitaran jam empat atau jam lima dini hari. Namun karena kebiasaannya yang selalu disiplin sedari kehidupan pertama, hal itupun terbawa sampai sekarang.


Dengan wajah segar yang siap memulai aktivitas, gadis kecil itupun turun dari ranjang. Kemudian ia pun berjalan ke arah jendela dan membukanya agar udara pagi dapat masuk dan memenuhi ruangannya.

__ADS_1


Merasakan kalau tubuhnya agak sedikit kaku, tanpa rasa malas sedikitpun ia pun mulai melakukan peregangan. Sebenarnya dalam hati Li Ying merasa bersyukur dengan tubuh ini. Tubuh balita yang sehat dan lentur, dengan tulang yang masih kokoh dan sendi yang fleksibel.


“Ah, senang rasanya terhindar dari sakit pinggang karena usia tua!” Gumamnya pelan.


Dan setelah beberapa saat melakukan peregangan, sebuah ketukan pintu pun terdengar. Dari arah luar seorang pelayan pun berseru kepadanya bahwa air hangat sudah siap dan sarapannya akan segera di antarkan.


Mendengar hal itu Li Ying pun membukakan pintu untuk mempersilahkannya. Kebetulan sekali ia belum mandi sedari kemarin. Ini pasti akan menyenangkan, tubuhnya akan terasa bersih dan segar.


Butuh waktu tiga puluh menit bagi Li Ying untuk mandi, gadis kecil itu sengaja berlama-lama merendam dirinya di air hangat untuk melepas lelah. Rasanya sungguh sangat nyaman hingga bibirnya tersenyum lembut.


Namun karena ia tidak bisa terus bermalas-malasan, gadis kecil itupun pada akhirnya keluar dari bak mandi dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang pelayan tadi siapkan.


Setelah itu ia pun membawa kantong besar yang berisikan baju-baju mungil miliknya. Dan saat melihat baju-baju itu, Li Ying pun menghela nafas, yang dia miliki hanyalah baju anak perempuan dengan motif bunga yang nampak lucu dan manis. Wajar saja karena dia saat ini berada di dalam tubuh gadis kecil berusia lima tahun, mana mungkin perdana menteri itu akan memberikan seragam prajurit kepada anak perempuannya.


“Aku sudah memilih-milih pakaian yang tidak terlalu mencolok untuk di bawa pergi, namun nampaknya ‘orang itu’ benar-benar sangat memanjakan putrinya!” Gumam Li Ying pada dirinya sendiri.


‘Orang itu’ jelas tertuju kepada tuan besar Li, ayah dari gadis kecil yang tubuhnya ia tempati saat ini. Walau sudah memilih-milih pakaian yang terlihat lebih sederhana daripada kumpulan pakaian-pakaian mewah di dalam lemari, pakaian-pakaian yang Li Ying bawa saat ini tetap saja terlihat mewah dan berharga. Bahan yang digunakannya pun terbuat dari sutra berkualitas tinggi, motif-motif bunga yang tergambar pun dibuat dengan seindah mungkin oleh sang penjahit. Tidakkah itu sudah cukup untuk menjelaskan seberapa banyaknya uang yang tuan besar Li keluarkan hanya untuk seorang bayi kecil?


“Sudahlah, lagipula aku tidak punya banyak pilihan lagi. Membeli baju baru pun juga hanya akan membuang-buang uang, untuk sementara aku akan memakai yang ada-ada saja.” Ucapnya, yang begitu pasrah dengan semua pakaian yang ia bawa saat ini.

__ADS_1


__ADS_2