
Sedangkan Li Ying yang mendengar hal itupun kini tak kuasa untuk menahan ekspresi terkejut di wajahnya. Dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa orang-orang mau melakukan hal seperti itu?.... walaupun saat ini mereka sedang hidup susah, tapi bagaimana bisa mereka sepercaya itu kepada orang lain?!!
Tidakkah mereka merasa curiga?.... mana mungkin ada orang yang sebaik itu hingga mau menampung anak-anak dari wilayah kumuh seperti ini ke dalam rumahnya?!.... hal itu sungguh mencurigakan.
“Tunggu dulu, apakah saudagar kaya raya itu benar-benar merawat mereka dengan baik?!.... apakah kau pernah melihatnya sendiri?! ” Tanya Wang Yelu, yang juga merasa aneh dengan situasi saat ini.
Dan nenek itupun langsung menjawab. “Tentu saja mereka akan merawat anak-anak itu dengan baik!... walaupun aku tidak pernah melihatnya secara langsung, tapi aku percaya akan hal itu! ” Ucapnya dengan ketus.
Kemudian, ia memicingkan matanya dan menatap mereka dengan tatapan sinis sembari berkata. “Kalian adalah pendatang baru, jangan seenaknya mencurigai orang baik seperti saudagar itu! ” Ucapnya, yang menegur lalu segera pergi dengan raut wajah kesal.
Sedangkan Li Ying yang melihat hal itupun kini hanya bisa terdiam. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu saat ini hingga ekspresi wajahnya terlihat sangat buruk.
“Ini tidak masuk akal, sepertinya kita harus menyelidiki sesuatu terlebih dahulu! ” Gumamnya, sembari mengerang rendah.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Dari balik bangunan rapuh yang tampak usang, ketiga orang itu kini terlihat sedang bersembunyi sembari mengawasi nenek-nenek tadi dari kejauhan.
Melihat sang nenek yang berhenti di sebuah pintu kediaman yang begitu luas, mereka pun segera mempersiapkan diri dan meningkatkan kejelian mata untuk mengawasi situasi sekitar.
“Hem, mereka bilang anak-anak itu di rawat di sana?.... Jika memang benar ada banyak anak-anak di dalam kediaman itu, lalu kenapa suasananya terasa begitu sepi?!” Gumam Wang Zeming dengan dahi yang berkerut lantaran merasa curiga.
Kemudian, Li Ying yang baru saja melihat area sekitar dari kediaman itupun kini menghela nafasnya dan berkata. “Terakhir kali aku ke sini, tempat itu hanyalah tanah kosong!.... tidak ada apapun di sana selain rerumputan yang tandus. ” Ucapnya, yang membuat kedua pangeran itu sedikit melirik kearahnya sembari mendengarkan.
Dan saat mereka melihat nenek itu masuk kedalam kediaman itu setelah seseorang membukakan pintu untuk nya, Li Ying pun segera berbisik. “Aku akan ke sana untuk melihat keadaan, kalian berjaga lah di sini dan tunggu hingga aku kembali! ” Ucapnya, lalu segera melesat pergi dan memasuki kediaman itu dengan cara melompati dinding tinggi dan atap.
__ADS_1
Sedangkan kedua pangeran yang melihat hal itupun kini hanya bisa menganga dan terpaku dengan wajah bodoh. Gerakan gadis itu begitu cepat, mereka bahkan belum sempat berkedip hingga gadis itu hilang dari pandangan.
“Aku tidak akan bisa mengelak jika ada seseorang yang menganggapnya siluman! ” Gumam Wang Zeming, yang baru saja tersadar dari lamunannya.
Kemudian, Wang Yelu yang mendengar hal itupun menganggukkan kepalanya dan berkata. “Apakah gadis kecil itu menganggap kita lemah hingga ia memberikan pekerjaan yang ringan seperti ini?!... ” tanyanya dengan tidak percaya, kemudian ia mengerutkan dahinya dengan kesal dan kembali berkata. “... Di saat ia beraksi, kita hanya duduk diam di sini? seperti seorang pengecut?! ” Tanyanya lagi.
Dan sepertinya pangeran itu tampak kesal dengan keputusan yang Li Ying buat.
Padahal, sebenarnya Li Ying hanya tidak ingin mengambil resiko besar. Pangeran-pangeran itu adalah keponakannya (di kehidupan yang lalu), dan jika mereka masuk secara bersamaan, maka seseorang pasti akan menyadari keberadaan mereka.
Karena itulah, dengan memanfaatkan tubuhnya yang kecil dan mungil, Li Ying pun memilih untuk pergi sendiri. Hal itu akan lebih memudahkan dirinya untuk bersembunyi di tempat manapun.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Pandangan mata nenek itupun kini melirik sekitarnya, ia tampak begitu kagum dengan segala kemewahan pada dekorasi ruangan itu.
Dan di sudut ruangan, tepatnya di sebuah kursi panjang yang tampak mewah dengan bantalan-bantalan empuk, duduklah seorang pria yang kini menatap mereka dengan senyuman tipis di wajahnya.
“Tu... Tuan besar! ” Ucap nenek itu yang langsung berlutut setelah menyadari keberadaan orang tersebut.
Dan pria itupun kini menganggukkan kepalanya dan berkata. “Duduklah!.... jangan sungkan-sungkan! ” Ucapnya, yang menyuruh nenek itu untuk duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan.
Kemudian, setelah nenek dan cucu perempuannya duduk, pria itupun kembali berkata. “Jadi, apakah kau ke sini untuk mengantar cucumu?... ” Tanyanya, sembari melirik ke arah cucu sang nenek. “... kebetulan sekali tempat kami masih punya banyak ruangan untuk menampung beberapa orang, jika nenek bersedia menyerahkan anak ini, maka itu adalah hal yang bagus!... kami akan merawatnya dengan baik, aku akan menganggapnya seperti anakku sendiri dan memanjakannya seumur hidup! ” Ucapnya lagi, yang lebih terdengar seperti bujukan.
Mendengar hal itu, sang nenek pun hanya menganggukkan kepalanya. Melihat wajah pria itu yang lumayan tampan, sang nenek pun berfikir bahwa ia adalah orang yang baik dan jujur.
__ADS_1
Namun di sisi lain, Li Ying yang diam-diam sedang mendengarkan sembari bersembunyi itupun kini memutar bola matanya dan bergumam dalam hati. “Oh benarkah itu? kau berbicara seperti orang suci!.... kalau begitu aku ingin melihat, seberapa baiknya sifat asli orang suci ini! ” Ujarnya, dengan tatapan sinis.
Setelah itu, sang nenek pun mulai membuka mulutnya dan berkata. “Itu benar, tuan besar!.... nenek tua ini percaya bahwa kau akan menjaga anak ini dengan baik, jadi aku akan meninggalkannya di sini untuk di rawat olehmu!... ” Ucapnya, kemudian ia sedikit terdiam sebelum berkata. “....lagipula, aku ini sudah tua, hidup ku sudah tidak lama lagi!.... dan jika suatu saat aku mati, maka anak ini akan hidup sendirian dengan menderita. ” Ucapnya lagi, dengan raut wajah yang nampak begitu sedih.
Mendengar hal itu, pria tadi pun kini memasang wajah iba dan berjalan mendekati nenek itu lalu menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut dan pelan. “Aku mengerti!.... setelah ini cucumu akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sekarang, jadi kau tidak perlu khawatir dan bisa pulang dengan tenang! ” Ucapnya, yang nampak begitu perhatian dengan menunjukkan sisi baik dalam dirinya.
...༶•┈┈⛧┈♛𓅪♛┈⛧┈┈•༶...
Sedangkan di sisi lain, Wang Yelu kini nampak sedang berbicara kepada seseorang. Raut wajahnya pun terlihat begitu serius, dan sesekali ia pun melirik ke arah kediaman besar tadi dengan tatapan mata yang sulit untuk di artikan.
“Jadi, sejak beberapa tahun yang lalu.... orang itu sudah sangat sering membantu kalian dengan memberikan uang dan beberapa jenis pakaian dan makanan?! ” Tanya pangeran itu kepada pria tua di hadapannya.
Sedangkan pria tua yang di tanyai itupun kini menjawab. “Iya, itu benar!... dia adalah orang yang sangat baik, jarang sekali ada orang yang mau membagikan hartanya secara percuma untuk orang-orang seperti kami!” Ucapnya.
Dan sepertinya, ia dan orang-orang di desa itu kini benar-benar telah termakan oleh topeng putih yang saudagar kaya raya itu kenakan untuk mengelabui mereka.
“Lalu bagaimana dengan anak-anak kalian?!.... anak-anak yang kalian titipkan kepadanya untuk di rawat, bagaimana keadaan mereka?... apakah para orang tua sering mengunjungi dan melihat keadaan anak-anaknya?!” Tanya Wang Zeming dengan nada bicara yang sedikit emosi.
Mendengar hal itu, Pria tua tadi pun sedikit berfikir sebelum berkata. “Kami tidak pernah bertemu mereka secara langsung! ” Jawabnya, lalu ia kembali berkata. “...Tapi, para pelayan yang ada di sana berkata bahwa anak-anak kami sekarang sehat-sehat dan semuanya baik-baik saja!.... karena tuan mereka merawat anak-anak itu dengan sangat baik seperti merawat anaknya sendiri.” Ucapnya, yang nampak begitu percaya dengan apa yang selama ini ia dengar dari orang-orang di kediaman itu.
Sedangkan Wang Zeming yang merasa tak senang pun kini mengepalkan kedua tangannya. Namun sebelum pangeran itu kembali berkata, sang kakak pun segera menghentikannya dan memberikannya isyarat untuk diam.
“Kita akan menyelidikinya nanti, jadi sekarang kau diamlah dulu!.... jika tidak, ia akan bereaksi sama seperti nenek tadi!!.... kau tau sendiri bukan kalau orang-orang di sini sudah begitu percaya hingga mengagung-agungkannya?!” Ucapnya, yang memperingatkan dengan cara berbisik agar tidak terdengar oleh orang lain.
Kemudian, pangeran itupun kembali melirik dan menatap pria tua tadi lalu berkata. “Baiklah kami mengerti, terimakasih karena sudah meluangkan waktu!... kalau begitu kami pergi dulu, permisi! ” Ucapnya, lalu segera melangkah pergi sembari menyeret Wang Zeming untuk ikut bersamanya.
__ADS_1